
Terlihat Amor sudah akan dipindahkan ke ruang rawat inap. Suster dan dokter di sana sudah mendorong Amor keluar dari ruang UGD, menuju ruang VIP yang sudah dipesan oleh Bernando sebelumnya.
Karena sangat khawatir Nyonya Alena langsung menghampiri Bernando yang mengikuti suster dan dokter yang mendorong tubuh istrinya. Apa yang terjadi kepada menantuku, mengapa dia sampai jatuh pingsan? tanya Nyonya Alena Yang penasaran bertanya kepada salah satu suster dan juga Bernando yang masih setia mengikuti suster dan dokter berjalan masuk ke ruang VIP.
Amor tidak apa-apa mom, nanti Bernando akan beritahu kepada Mami. Setelah Amor sudah berada di ruang rawat inap. Yang pasti mami pasti akan bahagia mendengar kabar yang sebenarnya." ucap Bernando membuat Nyonya Alena semakin penasaran.
Kini Amor sudah berbaring di atas branker di ruang VIP yang disediakan oleh pihak rumah sakit. Janji Sang putra yang telah mengatakan kalau sudah berada di ruang rawat inap. Maka Bernando akan memberitahu hal yang terjadi sebenarnya. Kini Nyonya Alena menghampiri Bernando. Tolong cerita kepada Mami, apa yang terjadi." tanya Nyonya Alena yang tidak sabaran menunggu jawaban dari Bernando.
Bernando dan Amor sebentar lagi akan menjadi seorang ayah dan ibu.
"Maksud kamu Amor saat ini sedang hamil, dan aku sebentar lagi akan memiliki cucu?" tanya Nyonya Alena yang terhenyak mendengar apa yang diucapkan oleh Bernando kepadanya.
Bernando menganggukkan kepalanya. Nyonya Alena langsung meraih tubuh Amor kepelukannya. "Selamat ya sayang, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu, tolong jaga kesehatan dan pola makan kamu. Jangan sampai kurang tidur dan jangan sampai kamu kekurangan asupan gizi, untuk janin yang ada di rahim kamu.
Jika kamu membutuhkan sesuatu, kamu bisa memanggil mama dan para asisten rumah tangga lainnya. Mami tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu. Dan mami juga menginginkan bayi yang ada di dalam kandungan kamu baik-baik saja." ucap Nyonya Alena Yang Tak sabar dirinya ingin sekali menimang cucu.
__ADS_1
Di tempat lain, tampak Fauzan sedang berada di sebuah restoran yang lokasinya tidak terlalu jauh dari kantor. Meeting dengan client merupakan agenda Fauzan hari ini. Fauzan belum mengetahui kalau Amor berada di rumah sakit.
"Terlihat Fauzan tersenyum bahagia, akhirnya client yang berasal dari kota Antipolo sepakat untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan milik Bernando.
"Fauzan memberi salam kepada Tuan Nicolas yang telah mempercayakan perusahaan milik Bernando dalam pembangunan Mall di kota Antipolo. Itu berarti perusahan milik Bernando memiliki peluang mendapatkan keuntungan yang besar, karna penyediaan bahan semuanya dipercaya kepada mereka.
Tiba tiba suara deringan ponselnya terdengar jelas di telinganya, setelah Tuan Nicholas sudah meninggalkannya.
Ia melihat dilayar ponselnya, kalau yang menghubunginya adalah Qori. Fauzan menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Qori.
"Aku hanya ingin bertanya, Bernardo dan Amor dimana? aku lihat di kantor kok ngak ada.
"Oh, maaf aku juga tidak tau. Karena aku juga sedang di luar dan belum dapat kabar dari bos." sahutnya membuat Qori sedikit kebingungan kemana Bernando, kok bisa sama sama tidak ada di kantor masing masing.
"Ponsel milik amor dan Bernando juga tidak bisa hubungi." ucap Qori
__ADS_1
"Masa sih!"
"Iya,
"Sebentar aku akan coba cari info kerumah." ucap Fauzan kepada Qori. Fauzan juga sama khawatirnya dengan Qori yang belum mendapat kabar dari Qori.
Sementara di Bilibid lama sebuah lapas terbesar di kota Manila, terlihat Soraya menjerit jerit meminta kepada pihak kepolisian untuk segera melepaskannya.
"Lepaskan aku dari sini, aku tidak bersalah!!! teriak Soraya. Tapi tak seorangpun yang peduli kepadanya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak " PERJUANGAN CINTA ABIMAYU"