Hasrat Tuan Muda Arogant

Hasrat Tuan Muda Arogant
BAB 15. TERPESONA _HTMA


__ADS_3

Jujur penampilan Kamu sangat cantik hari ini, kau berbeda dari hari sebelumnya." Puji Bernando yang melihat penampilan Amor yang terlihat cantik dan menawan.


"Terima kasih pujiannya Tuan, tapi sepertinya itu berlebihan bagik." sahut amor sambil mengembangkan senyumnya menatap Nyonya Alena dan Bernando dengan tatapan penuh arti.


Ia pun berpamitan kepada Nyonya Alena memberi salam dan mencium punggung tangannya Alena. Nyonya Alena mengelus rambut lurus rambut amor membuat Amor merasa mendapat perhatian dari ibu kandungnya sendiri.


Fauzan yang sudah menunggu Bernando di luar, menatap Bernando dengan tatapan penuh tanya. Karena ia melihat Bernando keluar bersama Amor. Fauzan menghampiri Amor."wah Amor kau cantik sekali, aku jadi terpesona melihatnya." Fauzan memuji kecantikan Amor yang membuat dirinya terpesona.


"Tuan jangan seperti itu, berpakaian murahan seperti ini tidaklah membuatku semakin cantik dari hari-hari sebelumnya.


"Tapi jujur kau terlihat sangat cantik, Aku jadi terpana melihatnya." Puji Fauzan yang mampu membuat Bernando menatap Fauzan dengan tatapan tajam.


Saat Fauzan menyadari Bernardo menetapnya dengan tatapan tajam, Ia pun langsung terdiam membuka pintu mobil khusus penumpang. Bernando mendudukkan bokongnya di kursi penumpang. lalu Fauzan membuka pintu untuk Amor duduk di samping kemudi.


"Kau asistenku, duduk di sini! perintah Bernando meminta Amor untuk segera mendudukkan bokongnya di samping Bernando sendiri. Amor tidak bisa membantah, Ia pun langsung keluar kembali dari tempat duduknya semula.


Fauzan pun mengembangkan senyumnya lalu menganggukkan kepalanya, mempersilakan Amor untuk duduk di bangku penumpang bersama sang majikan. "Aduh duduk seperti ini berdekatan dengan Tuan Bernando rasanya jantungku berdegup kencang." gumam Amor di dalam hati.


Tetapi ia tidak bisa membantah perintah dari bosnya. Ia pun langsung duduk di samping Bernando. "Jalan! perintah Bernando meminta kepada Fauzan untuk segera melajukan mobil itu. Saat di dalam perjalanan tidak ada pembicaraan diantara mereka.


Tatapan Bernando lurus ke depan tanpa ada niatan menoleh ke samping. Sementara Amor memilih untuk menoleh ke samping untuk menikmati pemandangan yang indah di luar sana. Saat mereka melewati Hotel milik kedua orang tuanya, netra Amor membulat saat melihat Hotel itu.


"Suatu saat nanti, aku akan menggapai mu kembali." gumam Amor di dalam hati sembari terus menatap bangunan tinggi Hotel peninggalan kedua orang tuanya, yang dikuasai oleh Nyonya Yuan lie.


Bernando mengetahui apa yang ada di dalam isi hati Amor, ketika ia melihat Amor langsung menundukkan kepalanya setelah mereka melewati Hotel milik kedua orang tuanya. "Yakinlah kau akan meraihnya kembali, aku akan membantumu. Aku berjanji akan membantumu meraih apa yang menjadi milikmu. Tinggal tunggu momennya saja aku sudah mengatur strategi untuk itu." gumam Bernando di dalam hati.


Di balik sifatnya yang arogan dan emosional, ada sikap yang kelembutan di hati Bernando ketika melihat raut wajah Amor terasa asing baginya saat mereka melewati Hotel itu. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit, dari rumah utama keluarga Bernando, menuju kantor yang selama ini dikelola oleh Bernardo. Akhirnya mereka tiba di gedung pencakar langit yang ada di kota Manila.


Hal itu membuat Amor terhenyak melihat kantor yang menjulang tinggi ternyata kantor milik Bernando. "Jadi selama ini pemilik perusahaan ini, Tuan bernandu? gumamnya di dalam hati sembari melangkah keluar dari dalam mobil mengikuti langkah Bernardo tepat di belakang.


Bernando tiba-tiba menghentikan langkahnya. Berharap Amor dapat sejajar berjalan dengannya. Amor berjalan membawa tas kerja milik Bernando masuk ke ruang ke dalam gedung pencakar langit itu. Setiap orang yang berada di sana langsung membungkukan badan saat melihat kehadiran Bernando di sana.

__ADS_1


Amor terus mengikuti langkah Bernando masuk ke dalam lift khusus petinggi perusahaan. Terlihat para karyawan-karyawati yang bekerja di sana menatap Amor dengan tatapan penuh tanya. Karena selama ini Bernando datang ke kantor tidak pernah bersama seorang wanita.


Membuat mereka bertanya-tanya di dalam hati, Siapa wanita yang berjalan bersama Bernando.


"Siapa wanita itu? tanya salah seorang karyawan yang selama ini menaruh hati kepada Bernando.


"Paling juga dia asisten Tuan Bernando, kau jangan khawatir." sahut temannya yang satunya.


"Kalau hanya asisten, itu tidak masalah bagiku. Karena aku tidak ingin lelaki pujaan hatiku yang sudah lama aku cintai dilihat oleh wanita lain." ucap Nadin yang sudah lama mencintai Bernando. Tetapi rasa cinta yang ia miliki tidak mendapatkan balasan dari Bernando.


Amor berjalan terus mengikuti Bernando sampai ke ruang khusus petinggi perusahaan. Dimana ruang kerja Bernando berada. Saat berada di lift, Fauzan memberitahu kepada Amor Tugas apa saja yang harus dilakukan Amor selaku menjadi asisten pribadi Bernando.


Saat Fauzan menerangkan pekerjaan apa saja yang akan dikerjakan oleh Amor, terlihat Bernando menatap Amor dengan tatapan seksama


"Apa kau sudah paham apa yang menjadi tugasmu?" tanya Fauzan kepada Amor dibalas anggukan dari Amor.


Saat sudah berada di dalam ruangan, Amor langsung melakukan tugas sama hal seperti yang diucapkan oleh Fauzan sebelumnya. "Saya belum memahami mengenai perusahaan ini, apakah Tuan bersedia menerangkan kepada saya?" tanya Amor memberanikan diri bertanya kepada Bernando. Sambil sibuk berkutat di laptopnya Bernando memberitahu Tugas apa saja yang akan dilakukan Amor di sana.


Sementara di tempat lain terlihat Qori sedang menikmati kesehariannya tanpa peduli masa depannya sama sekali. Bahkan perusahaan kedua orang tuanya yang diambang kebangkrutan pun ia tidak tahu. Yang ia tahu hanya menghabiskan uang kedua orang tuanya, dengan pergi ke klub malam dan juga shopping barang-barang branded yang ia sukai.


Qori terbangun dari tidurnya, dia melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 07.00 malam. Sementara pelayan yang sudah datang mengetuk pintu kamar Qori.


Tok ...


Tok....


Tok....


Pintu diketuk oleh salah satu asisten rumah tangga.


"Nona....

__ADS_1


"Nona.... ucap pelayan yang mengetuk pintu kamar Qori


"Iya masuk! ucap Qori


Nona ini waktunya makan malam. Nona bisa turun sekarang." ucap pelayan yang memang sudah ditugaskan untuk memanggil Qori untuk makan malam.


"Iya tunggu sebentar ya. Aku akan turun dan kau boleh pergi." teriaknya dari dalam kamarnya


"Baik non." pelayan pun pergi meninggalkan kamar Qori


Qori pun turun pergi ke ruang makan Tapi anehnya ruangan itu hanya ada dia Dan Pelayan. dia tidak melihat Nyonya lara di sana.


"Bi apa Mami tidak pulang?" ucap Qori bertanya kepada salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di rumah yang ditempati oleh Qori dan nyonya lara.


"Tidak non, tapi tadi Nyonya bilang kepada bibi di dalam sambungan telepon seluler untuk membangunkan Nona agar makan malam.


"Bi, apa selama ini Mami selalu keluar malam-malam begini? saat Qori tidak ada di rumah? tanya Qori penuh selidik kepada asisten rumah tangga yang bekerja di rumahnya.


"Iya, Non biasanya Nyonya pulang tengah malam bahkan dini hari. Itu pun Nyonya langsung pergi ke kamar.


"Bi,makanannya tolong ditutup ya. Saya masih belum mau makan. Saya akan menunggu Mami saja. ucap Qori pada salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di rumah mereka.


Sebenarnya Qori mengalami kesepian, kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Membentuk Qori menjadi wanita yang urakan. Bahkan menghabiskan waktunya di klub malam. Apalagi Qori terlahir dari hubungan antara Nyonya lara, dan Tuan Mark.


Yang terlarang membuat dirinya merasa tidak memiliki hak untuk mendapatkan kasih sayang dari tuan Mark Ayah kandungnya sendiri. Hal itulah yang membuat Qori selalu mengambil keputusan yang salah dalam membuat dirinya bahagia, tidur bersama lelaki itu menjadi candu baginya.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓

__ADS_1


__ADS_2