Hasrat Tuan Muda Arogant

Hasrat Tuan Muda Arogant
BAB 17. PASTI MENDAPATKAN GANJARAN _HTMA


__ADS_3

Tangan Qori seketika bergetar hebat, dia terus berusaha mencari celah agar dapat keluar dari mobil yang berbalik itu. Matanya menyaksikan sendiri sopir itu pergi menjauh tanpa mencoba menolongnya.


Tolong saya mohon tolong. keluarkan Saya dari sini." teriak Qori menolak pintu itu. Namun posisinya yang terjepit membuatnya tak mampu melakukan apapun.


Sopir truk tangki itu meninggalkan mobil yang telah berhasil ia tabrak dengan seorang wanita yang berteriak-teriak panik di dalam mobil tersebut. Qori mendengar semuanya dengan jelas jika ternyata Soraya sendiri yang berniat membunuhnya dengan mengatur seolah kejadian kecelakaan fatal untuk menghabisi nyawanya.


"Tolong.....,seseorang tolong aku." teriak Qori terus berharap agar Tuhan mengirimkan seseorang untuk menyelamatkannya. Qori terus berteriak minta tolong seketika melihat mobil berasap perlahan mengeluarkan percikan api.


Qori kini sadar dirinya berada di ujung antara hidup dan mati. Qori tak takut akan kematian. tapi rasanya dia tak sanggup untuk mati dalam kejahatan Soraya seperti ini. Qori ingin Tuhan memberikannya kesempatan sekali lagi agar dapat bertahan hidup dan ia berjanji akan menjadi wanita yang lebih baik.


Percikan api Itu tampak telah menyala. Tepat di titik-titik terakhir sebelum terjadi ledakan mobil yang melintas dari arah berlawanan seketika berbelok dan berhenti tepat beberapa meter dihadapan mobilnya.


"Tolong....tolong." keluarkan Saya dari Sini." teriak Qori dengan suara yang nyaris hilang.


Mendengar suara jeritan itu, Amor yang mendapat tugas dari Bernando untuk kembali ke rumah utama keluarga Bernando mengambil berkas yang tertinggal, seketika Ia pun langsung membelokkan mobil yang ia kendarai sendiri.


Amor berlari menghampirinya dan menarik paksa pintu mobil. Dengan cepat dia menarik tubuh Qori pun bergerak kesakitan menanggung pergelangan kakinya yang berdarah karena terjepit.


Cepat mobilnya akan meledak." teriak Amor menarik Qori yang tertatih menjauh dari mobil . Mobil itu pun meledak hingga tubuh keduanya tertolak jatuh tersungkur oleh dentuman keras ledakan dahsyat mobil tersebut. Yang dapat terjangkau dalam jarak beberapa meter.


Syukurlah.... syukurlah kau ." ucap amor kepada Qori yang terlihat sudah pergumulan darah. Semetara Supir truk tangki itu sudah mengirimkan video mobil meledak itu kepada sorya. Membuat sorya tersenyum penuh kemenangan.


Tak lama terdengar dentingan pesan berisi screenshot bukti transfer.


"Tugas selesai sopir truk tersebut tersenyum puas. Tanpa tahu bahwa wanita yang berada di dalam mobil, telah terselamatkan oleh Amor yang hendak melintas.

__ADS_1


Qori kini tidak dapat berpikir jernih. Dirinya baru saja selamat dari maut. Saat Amor menuntunnya masuk ke dalam mobil yang ia kendarai dan membawa jauh pergi dari lokasi ledakan mobilnya.


Kau terluka berat, kakimu harus mendapatkan pertolongan. kita harus ke rumah sakit." ucap Amor yang menatap miris ke arah wajah Qori yang berlumuran darah oleh pecahan kaca yang bersarang di kulitnya.


Qori sudah merasa akan kehilangan kesadarannya."Tolong bawa aku ke rumah sakit dari sini. mohon Qori sambil langsung terjatuh kehilangan kesadarannya. Amor langsung membawa ke rumah sakit terdekat yang ada di sana. Ia tidak mengetahui sebenarnya siapa sosok Qori. Tapi yang pasti ia pernah melihat Qori datang ke rumah utama keluarga Bernando.


Amor menghubungi nomor ponsel Bernardo, meminta Bernando untuk segera datang ke rumah sakit. Karena Amor sama sekali tidak mengetahui Di mana keluarga Qori. Saat Bernando selesai memimpin rapat yang ada di kantornya, ia melihat ponselnya puluhan kali dari Amor panggilan tak terjawab.


Mengapa dia menghubungiku sampai sedemikian banyak? aku hanya menyuruhnya mengambil berkas yang tertinggal." gumam Bernardo, lalu kembali menghubungi nomor ponsel nomor. Saat sambungan telepon seluler itu tersambung.


Amor pun memberitahu apa yang terjadi, Bahkan ia melakukan sambungan video kepada Bernando agar Bernando percaya apa yang terjadi. Bernando langsung berlari keluar dari ruang meeting dan ia pun masuk ke dalam lift khusus petinggi perusahaan.


Ia meminta Fauzan Untuk mengantarkan dirinya ke rumah sakit. Saat di dalam perjalanan. "Mengapa ini bisa terjadi?" gumam Bernando di dalam hati. Walaupun dirinya sama sekali tidak mencintai Qori.


Tapi setidaknya Qori merupakan anak dari teman sosialita Nyonya Alena dan dia mengenal orang tua Qori. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit, mereka tiba di rumah sakit di mana Qori Dan Amor berada.


"Aku masih di depan ruang UGD. datanglah Tuan." ujar Amor sambil langsung mematikan sambungan telepon selulernya.


Bernando berlari menghampiri Amor dan Qori yang berada di ruang UGD untuk mendapatkan pertolongan.


"Apa yang terjadi kepada Qori? tanya Bernando kepada Amor.


Aku akan menceritakannya nanti, tapi tidak sekarang. Saat Qori kembali terbangun, Qori menjerit


"Tolong bawa aku ke rumah sakit yang jauh dari sini Tuan Bernando. rahasiakan jika aku telah selamat dari kecelakaan ini. Karena ini berbahaya bagiku. Untuk sementara waktu sebelum aku sembuh total. Bernando dan Amor pun mengerutkan keningnya. Bahaya apa yang sedang mengintai Qori.

__ADS_1


" Soraya berniat untuk membunuhku. Ia mencintai lelaki yang dekat denganku.


Bernando menatap Qori dengan tatapan penuh tanya. Ia mencoba mencari kebohongan di mata Qori. Tetapi ia tidak menemukannya di sana. Bernando mengerti bahwa Qori itu sedang terguncang atas kecelakaan yang nyaris merenggut nyawanya.


Bernando dan Amor membawa Qori pergi ke rumah sakit terbaik setelah mendapatkan pertolongan pertama dari rumah sakit terdekat di mana lokasi kejadian itu terjadi. Amor tidak habis pikir Mengapa saudara tirinya itu betul-betul tragis, mampu ingin menghabisi nyawa seseorang untuk meraih keinginannya.


Ia Jadi curiga kecelakaan yang menimpa Nyonya Ellen rekayasa oleh nyonya Yuan lie yang merupakan ibu tiri dari amor. Ia teringat kejadian masa lalu sekitar 15 tahun yang lalu. kecelakaan yang menimpa Nyonya Ellen yang hingga merenggut nyawa Nyonya Ellen. Tetapi ia tidak memiliki cukup bukti yang akan menyeret nyonya Yuan lie.


"Kok aku malah curiga kematian Mami juga merupakan rekayasa Nyonya Yuan lie? gumam Amor di dalam hati ketika Qori mengatakan kalau dirinya ingin dibunuh oleh Soraya yang membuat dirinya seolah-olah mati karena kecelakaan.


Nyonya lara sama sekali tidak mengetahui kalau putrinya Qori mengalami kecelakaan. Bahkan Tuan Mark yang sekarang berada di kota Santa Barbara, juga tidak mengetahuinya.


Nyonya lara tidak pernah peduli Qori pulang ke rumah atau tidak. Yang ia pikirkan sekarang hanya kebahagiaan dirinya saja. pertengkaran antara Nyonya lara dengan Tuan mark membuat Nyonya lara tidak peduli sama sekali kepada Qori.


****


Beberapa hari kemudian setelah mendapatkan perawatan pada luka-luka yang dialami oleh Qori, kondisi kesehatan Qori pun mulai membaik.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Bernando dan Amor secara bersamaan.


"Terima kasih kau sudah membantuku. Aku tidak menyangka Soraya mampu melakukan itu semua. Amor Hanya menundukkan kepalanya. Bernando mengetahui apa yang ada di dalam pikiran Amor saat ini. Karena ia tahu yang melakukan itu semua adalah adik tiri Amor sendiri.


"Kau harus sabar. semua apa yang mereka perbuat akan mendapat balasannya. cepat atau lambat mereka akan mendapatkan segala ganjaran yang mereka lakukan. ucap Amor sambil mengelus pundak Qori.


Bersambung......

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓


__ADS_2