
Bernando melangkah keluar dari rumah menuju mobil miliknya. Dimana Fauzan sudah bersiap menunggu Bernando di sana. "Tumben amat Bos membawa kotak bekal seperti itu." ucap Fauzan dibalas tatapan tajam dari Bernando. Membuat Fauzan pun langsung menundukkan kepalanya, membuka pintu mobil untuk Bernando. lalu ia langsung memutari mobil itu masuk ke kursi kemudi.
Setelah memastikan Bernando sudah duduk dengan nyaman di kursi penumpang, Fauzan melajukan mobil yang ia kendarai ke arah jalan raya menuju kantor Bernando Company.
"Bagaimana apa semuanya sudah kau selesaikan?" tanya Bernando penuh selidik kepada Fauzan.
"Bos tenang saja. Semuanya sudah aman. Dia melakukan itu semua atas perintah dari pesaing bisnis kita. "Aku tidak mengampuni siapapun yang menjadi penghianat di perusahaanku. Tentu kau sudah memberikan hukuman yang sepantasnya untuknya bukan? tanya Bernando kepada anak buahnya Fauzan..
Kalau masalah itu, Tuan tidak perlu khawatir semuanya sudah aku atur semua. Aku pastikan perusahaan yang mengirimnya, akan jatuh bangkrut." ucap Fauzan yang mampu membuat Bernando tersenyum. Ya Fauzan anak buahnya yang paling bisa diandalkan.
"Apa kau yakin tentang itu? tanya Bernando kepada Fauzan penuh selidik.
"Tuan tidak perlu ragu, masalah itu semuanya sudah aku handle. kita tunggu saja kabar beritanya kalau perusahaan yang mengirimnya pasti akan jatuh bangkrut, paling lambat 1 bulan ini." ucap Fauzan percaya diri bahwa dia sudah yakin kalau perusahaan kedua orang tua Qori akan jatuh bangkrut.
"Apa kau yakin perusahaan yang dipimpin oleh kedua orang tua Qori yang merupakan pelaku semua itu?" tanya Bernando penuh selidik kepada Fauzan. "Aku tidak mau kau salah mengambil tindakan. jika tidak memiliki bukti yang kuat kita tidak bisa seberangan menuduh orang lain.
"Aku sudah menyelidikinya Tuan. Bahkan anak orang-orang ku juga sudah menyelidikinya semua dan itu dipastikan kalau yang mengirim lelaki itu adalah ayah kandung dari nona Qori.
"Kalau itu memang benar lakukan yang sepatutnya kau lakukan Jangan membuatku malu." ucap Bernando kepada anak buahnya dibalas anggukan dari Fauzan
setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit akhirnya mereka tiba di Bernando Company.
Seperti biasa saat mereka masuk ke gedung pencakar langit itu, setiap orang yang melihat mereka pasti akan menundukkan kepalanya. Selamat pagi Tuan siapa seorang petugas keamanan sambil menundukkan kepalanya. Tidak ada sahutan dari Bernando, hanya dari Fauzan saja mengembangkan senyumnya.
Setelah tiba di ruang kerjanya, terlihat Bernando sedikit kewalahan melakukan tugas dan tanggung jawabnya. Apalagi saat ini Fauzan sudah memiliki pekerjaan yang lain yang ditugaskan oleh Bernando sendiri.
__ADS_1
"Sepertinya Tuan membutuhkan asisten karena aku masih memiliki pekerjaan yang lain menuntaskan proyek kita yang ada di kawasan Cebu." ucap Fauzan kepada Bernando dibalas anggukan dari Bernando.
Tapi siapa yang akan menjadi asistenku?
Fauzan berpikir sejenak lalu menceritakan tangannya ke atas udara hingga berbunyi.
"Kenapa tidak Nona Amor saja? dia sepertinya orangnya cekatan melakukan pekerjaan apapun. Penampilannya juga pantas menjadi seorang asisten. Mengapa bukan dia saja." tanya Fauzan kepada Bernando dibalas senyuman dari Bernardo.
"Tumben kau cerdas." ucap Bernando yang mampu membuat Fauzan nyengir kuda. Nanti aku coba bicarakan kepada Mami, apakah Mami mengizinkannya atau tidak karena dia sudah bekerja di rumah utama, membantu Bu di Risma dan juga asisten rumah tangga lainnya.
****
"Qori kau di mana?" teriak Tuan Mark mencari keberadaan putrinya. Qori yang belum berada di rumah sama sekali tidak menjawab. Kemana Qori mengapa dia tidak ada di kamarnya. gumam Tuan Mark di dalam hati.
Tuan Mark sama sekali tidak mengetahui kepribadian putrinya. Yang sangat senang sekali dugem sebuah klub karena tuan Mark lebih sering menghabiskan waktu di kota Santa Barbara. Karena Tuan Mark juga memiliki keluarga di sana. istri pertama Tuan Mark sendiri. Sementara Qori merupakan putri dari istri keduanya.
"Kau sudah datang? tanya Nyonya lara kepada suaminya.
"Apa yang kau perbuat membuat perusahaanku terancam bangkrut?" Untung saja aku datang tepat waktu ke negara ini.
"Kau sudah keterlaluan melakukan kesalahan yang fatal. Jika kau berani melakukan tindakan yang dapat membuat amarah Tuan Bernando, maka siap-siaplah kau menjadi hidup yang pasti aku tidak ingin perusahaanku bangkrut.
Terserah kau mau melakukan apa. Kau sama sekali tidak pernah berubah.
"Tidak pernah menggurui Ku. Lebih baik kau urus saja istri pertamamu. yang sudah tua bangka itu." teriak nyonya lara kepada Tuan mark yang baru saja datang dari Santa Barbara.
__ADS_1
Jangan kau memerintah ku. Itu sudah pasti karena dia memang wanita yang pertama sekali menjadi istriku. Aku bisa seperti ini hanya karena dia bukan karena kau. Kau hanya dapat menghabiskan uangku saja. tetapi aku terlambat, jika kau tidak memperbaiki hubungan kau dengan Tuan Bernando jangan salahkan aku kalau kau hidup melarat.
Aku sudah berusaha membuat yang terbaik kepadamu. Tetapi kau membuat perusahaanku hampir bangkrut. Tetapi sebelum perusahaanku bangkrut, aku mengalihkan sahamku kepada perusahaanku yang ada di kota Santa Barbara. Daripada aku hancur bersamamu, Lebih baik kau hancur sendiri.
"Jangan asal bicara, jika aku hancur maka Putri kamu Qori juga pasti hancur." teriak Nyonya lara menatap Tuan Mark dengan tatapan tajam.
"Aku tidak seburuk yang kau pikirkan semuanya sudah aku urus. Sekarang kau selesaikan sendiri urusanmu kepada Tuan Bernando atas kesalahan fatal yang kau lakukan.
Jangan kau kira Tuan Bernardo itu lelaki sembarangan. Dia mampu melakukan apapun untuk menyelamatkan perusahaannya, dan ia akan menghancurkan habis-habisan Siapa saja yang berniat menghancurkan perusahaannya. Jangan kau kira aku tidak mengetahui apa yang kau lakukan ke perusahaan milik Tuan bernandu.
Karena sebelumnya, Tuan Bernando juga menghubungiku dan memberitahu apa yang terjadi. "Maka siap-siaplah angkat kaki dari kota ini. Atau kau hidup melarat di sini." kalau kau tidak langsung menyelesaikan permasalahanmu dengan Tuan Bernando." ucap Tuan Mark sambil langsung memberikan tubuhnya di atas tempat tidur yang berukuran King size itu.
Tampak Nyonya lara menatap Tuan Mark dengan tatapan tajam. Seharusnya kau sebagai suamiku kau membelaku. bukan justru memojokkan seperti ini.
Aku akan membela dan mendukungmu Jika kau benar.
Tapi untuk saat ini kesalahanmu tidak dapat dimaafkan lagi. Andai saja aku mengalami hal yang sama seperti yang dialami oleh Tuan Bernando, maka aku akan memberikan hukuman yang lebih dari apa yang dilakukan oleh Tuan Bernando." ucap Tuan Mark kepada Nyonya lara yang tidak mau kalah dari nyonya Lara.
"Dimana Qori mengapa dia tidak kelihatan?
"Dia sudah besar, tidak perlu kau cari-cari. kalau masih bayi, kau tidak pernah mencarinya. Bahkan hanya aku saja yang mengurusnya." gerutu Nyonya lara sembari langsung beranjak dari tempat duduknya, menuju tempat tidur yang berukuran King size itu, membaringkan tubuhnya tepat di samping Tuan Mark.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓