
Bernando dan Amor berlalu dari kantor Mark Company. meninggalkan Qori Dan Alex di sana. Mereka tidak ingin lebih lama melihat Qori Dan Alex yang tidak merasa malu sedikitpun. Walaupun sudah kepergok sedang bercumbu mesra di ruang kerjanya.
Saat Bernando dan Amor sudah berada di dalam mobil, Tiba-tiba suara deringan ponsel milik Bernando terdengar jelas di telinganya. Ia melihat di layar ponselnya kalau yang menghubunginya, Nyonya Alena. Bernando mengerutkan keningnya. "Ada apa Mami menghubungiku sekarang? tanyanya dalam hati, sambil langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya.
"Hallo mom, sapa Bernando di dalam sambungan telepon selulernya.
"Kamu dimana, Mengapa tidak ada di kantor?
"Aku ada urusan diluar tapi aku sudah menitipkan kantor kepada Fauzan." sahut Bernando.
"Temui Mami di SM City." titah Nyonya Alena di dalam sambungan telepon selulernya yang tidak bisa dibantah oleh Bernando. Bernando mengetahui kalau CM City mall, tidak terlalu jauh dari lokasi mereka berada saat ini.
"Memangnya ada apa mom?
"Sudah, kau tidak perlu terlalu banyak bertanya. Lebih baik kau langsung datang ke sini." perintah Nyonya Alena
"Ya sudah, tunggu saja di situ mom." sahutnya sambil memutuskan sambungan telepon selulernya.
Bernando duduk di bangku kemudi. Sementara Amor duduk di samping kemudi, tanpa ada niatan untuk bertanya kepada Bernando
Bernardo melajukan mobilnya ke arah SM City mall. Beberapa menit kemudian mereka tiba di sana.
"Maaf Tuan, kita ngapain Di Sini? tanya Amor karena sudah dari tadi ia ingin bertanya tujuan mereka saat ini. Bernando tidak menjawab. Ia justru langsung keluar dari mobil miliknya diikuti oleh Amor. Amor terus mengikuti langkah Bernando tanpa mendapat jawaban dari Bernando.
"Ini manusia jadi-jadian terkadang baik dan terkadang dingin seperti ini." gerutu Amor dalam hati sembari terus mengikuti langkah Bernando. Bernando menghentikan langkahnya, saat sudah melihat Nyonya Alena dan teman-teman sosialitanya berada di sana. Bernando langsung menghampiri Nyonya Alena.
__ADS_1
"Kau sudah datang sayang? Sapa nyonya Alena ketika melihat Bernando dan Amor sudah tiba disana.
"Wah kau tampan sekali Kau Bernando, Tapi sayangnya kau belum memiliki pasangan hidup. Kau jangan terlalu memilih-milih, banyak wanita cantik yang ada di kota Manila ini.
Tidakkah kau lihat kalau aku sudah memiliki cucu? padahal Putraku seumuran dengan kamu. Tapi dia dia sudah memiliki dua anak, membuat kebahagiaanku semakin lengkap. Untuk apa memiliki segudang harta dan terkenal pengusaha kaya raya, kalau tidak memiliki pendamping hidup dan generasi penerus.
Cobalah kamu pikirkan, kemana harta kekayaanmu ini nanti, jika kau tidak memiliki pendamping hidup dan juga keturunan." ucap salah satu teman sosialita Nyonya Alena yang mampu membuat Nyonya Alena langsung tertunduk malu.
Sementara raut wajah Bernardo hanya biasa saja, tidak menunjukkan ekspresi apapun. Amor yang mendengar ocehan wanita sosialita itu menatapnya dengan tatapan penuh tanya. "Pedas sekali mulut wanita ini. Kalau dilihat dari penampilannya dia dari keluarga terpandang. Tapi mulutnya tidak bisa dijaga."gumam Amor dengan nada pelan tetapi masih bisa didengar oleh Bernando.
Bernando tersenyum kecil nyaris tidak terlihat. Mom ada apa memanggilku ke sini? Apa untuk mendengarkan ocehan teman-teman sosialita Mami? kalau hanya untuk mendengar ocehan teman sosialita mami, harus mami tidak perlu menyuruh Bernando datang ke sini. Buang buang waktu ku saja " ucap Bernando dengan raut wajah datar.
"Mami nyuruh kamu datang ke sini ingin memperkenalkan kamu dengan putrinya jeng Reni." ucap Nyonya Alena sambil memperkenalkan salah satu Putri Jeng Reni yang baru pulang California.
"Mom ....,sudah Bernando katakan, jangan pernah menjodoh-jodohkan Bernando. Biarkan Bernardo memilih siapa yang menjadi pendamping hidup Bernardo." sahut Bernando dengan raut wajah dingin.
"Maaf Nyonya saya harus mengikuti Tuan Bernardo." ucap Amor sambil langsung melangkah pergi dari sana. Nyonya Alena menggelengkan kepalanya menatap kepergian putranya sambil menggerutu.
"Kalian sudah lihat bukan, bagaimana respon Bernando jika aku berniat untuk menjodohkannya dengan Putri kalian. Bahkan dia juga belum pernah membawa kekasihnya semenjak ia dikhianati oleh Larissa.
Entah mengapa dia juga menolak Qori padahal Qori sangat mencintainya" ucap Nyonya Alena kepada teman-temannya di sana.
Di sana juga ada Nyonya Lara yang merupakan ibu kandung dari Qori.
"Atau jangan-jangan Putra kamu belok? Celetuk Nyonya Lara yang mampu membuat teman-teman sosialita Nyonya Alena langsung tertawa ngakak.
__ADS_1
"Enak saja kamu ngatain Putraku belok.
"Kalau tidak belok, Kenapa dia sampai sekarang tidak menikah. lihat teman-temannya yang seumuran dengannya sudah pada menikah dan memiliki anak. sementara Dia memiliki pendamping hidup pun tidak." ucap teman sosialita yang lainnya.
Membuat Nyonya Alena tidak dapat menatap teman-temannya dan ia hanya menunduk malu. Karena tidak ingin memperpanjang pembahasan tentang putranya, Ia pun langsung berpamitan kepada teman-teman sosialitanya meninggalkan mereka begitu saja.
Nyonya Alena langsung berlalu pulang ke rumah meninggalkan SM City mall, Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. " Kau benar-benar membuat Mami malu Bernando."umpat Nyonya Alena. Nyonya Alena sangat kesal karena teman-teman sosialitanya mengatai putranya menyukai sesama jenis.
"Aku perlu selidiki Putraku, menyukai sesama jenis atau tidak. Kalau memang dia normal Mengapa sampai sekarang Dia tidak memiliki niatan untuk menikah? bahkan pacaran pun tidak. Apa karena Putraku belok sehingga Larissa meninggalkannya? pertanyaan demi pertanyaan timbul di pikiran Nyonya Alena.
Apalagi ketika Nyonya Alena teringat dengan apa yang dikatakan oleh teman-teman sosialitanya. "Jeng Reni benar juga, aku harus menyelidiki lebih jauh tentang Putraku. Nyonya Alena bertekad untuk mencari tahu tentang putranya dan asmara putranya.
Saat Nyonya Alena sudah tiba di rumah ia tidak menemukan Bernando dan Amor di sana. Nyonya Alena memanggil Risma. " Bi Risma." teriak Nyonya Alena.
"Iya Nyonya, Ada yang bisa saya bantu? tanya Bu Risma.
"Bernando dan Amor belum pulang?
"Belum Nyonya, semenjak tadi pagi Tuan muda belum pulang bersama amor ."
"Ya sudah, buatkan aku orange juice."titah Nyonya Alena sambil mendudukkan bokongnya di atas sofa menyandarkan tubuhnya di sana. lagi lagi Nyonya Alena teringat dengan kata-kata teman-teman sosialitanya itu, membuat pikirannya tidak karuan.
"Aku harus memulai dari mana, aku harus benar-benar melakukan sesuatu. Tidak mungkin Putraku tidak memiliki keturunan. dan Putraku juga perlu diperiksakan ke dokter spesialis. Nyonya Alena bermonolog sendiri. sambil menatap langit-langit ruang tamu.
Tidak menunggu lama, Bu Risma datang membawakan orange juice pesanan Nyonya Alena.
__ADS_1
"Silakan Nyonya." ujar Nyonya Risma
"Sudah bi letakkan saja di meja." Sahut Nyonya Alena tanpa menatap Bu Risma.