
Bernando dan Amor berlalu meninggalkan Nyonya Alena di rumah yang selama ini mereka tempati. Fauzan sudah menunggu kehadiran Bernando dan juga Amor di dalam mobil. Saat Fauzan sudah melihat Bernando dan Amor berjalan mendekati mobil, Ia pun langsung membuka pintu mobil itu, agar sang majikan dapat masuk dengan leluasa.
Kini Amor dan juga Bernando sudah berada di dalam mobil, duduk di bangku penumpang. Sementara Fauzan duduk di bangku kemudi. Fauzan menghidupkan mesin mobil, lalu melajukannya ke arah jalan raya menuju kantor yang selama ini di pimpin oleh Bernando.
Setalah melakukan perjalanan kurang lebih 25 menit mereka tiba di kantor. Terlihat Para karyawan karyawati Yang Melihat kehadiran Bernando di sana, menunduk hormat mempersilakan Bernando untuk lebih dulu masuk ke dalam lift khusus petinggi perusahaan.
Saat Bernando dan Amor sudah berada di dalam lift, Amor memperhatikan penampilan Bernardo saat ini. Terlihat agak berbeda.
tidak biasanya Bernando mengenakan pakaian yang tampak lebih muda. "Ini orang kesambet atau bagaimana, kok pakaiannya ke kantor memakai seperti ini?"gumamnya dalam hati. Tetapi tidak ada ingatan untuk bertanya kepada Bernando mengenai stylish yang ia gunakan.
Kini keduanya sudah memasuki ruang kerja Bernando. Bernando dan Amor terhenyak melihat seseorang sudah lebih dulu tiba di sana."Qori Ngapain Pagi pagi sekali kamu ke sini? tanya Bernando yang melihat Qori sudah duduk santai di sofa. Tepatnya di ruang kerjanya.
"Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepada kamu."
"Apa itu?"
"Apa harus sekarang?
"Iya, Soalnya ini penting banget.
"Apa itu, katakan saja tidak perlu kamu sungkan.
"Tuan Gani menghilang."
"Apa?
"Tuan Gani menghilang?
"Kamu serius?
"Ya aku Seribu kali serius.
"Tapi, Aku curiga kalau pelakunya nyonya Yuan Lie.
"Kenapa kau mengatakan demikian?
"Entahlah, aku juga tidak mengetahui pasti. Tapi Aku curiga, kalau pengalihan nama harta kekayaan Tuan Daniel menjadi milik Yuan lie, selama ini Tuan Gani selalu menolak membantu Nyonya Yuan untuk mengalihkan harta kekayaan milik Tuan Daniel menjadi atas nama mereka.
__ADS_1
Mendengar penuturan dari Qori, Bernando sangat emosi. Ia pun langsung menghubungi salah satu asistennya untuk segera menyelidiki kasus ini. Apalagi ia sudah mengetahui bagaimana Nyonya Yuan menghabisi Tuan Daniel dan juga Nyonya Ellen.
Amor tidak kalah terkejut mendengar apa yang dikatakan Qori di ruang kerja Bernando.
"Amor Langsung menangis sesungguh kan. iya tidak mampu berkata-kata. Bernando meraih tubuh Amor kepelukannya mengurus bundanya mencoba memberikan kekuatan kepada Amor.
Qori melihat perlakuan manis Bernando kepada Amor, yakin kalau Bernando itu benar-benar sayang dan cinta kepada Amor.
"Tidak perlu menangis, kamu tenang saja kami akan membantumu untuk merebut kembali harta kekayaan yang seharusnya menjadi milikmu.
"Terima kasih, Qori. Tetapi yang saya tangisi bukan karena harta kekayaan kedua orang tua saya. Tetapi betapa tiganya Nyonya Yuan membunuh kedua orang tua saya demi harta kekayaan duniawi."sahut Amor sambil terisak.
Qori mengetahui betapa sedihnya hati Amor saat ini, mendengar kenyataan yang sebenarnya. "Kamu tenang saja kita tidak akan membiarkan mereka bebas begitu saja atas apa yang mereka lakukan terhadap kamu.
Qori juga belum mengetahui hubungan dekat antara Nyonya Lara dengan Nyonya Yuan semenjak pertemuan mereka saat berada di mall beberapa minggu yang lalu.
"Aku pulang dulu, aku datang ke sini hanya untuk memberitahu berita itu. Tapi kau jangan lupa selalu mengabariku kabar terbaru perkembangan penyelidikan anak buahmu."ucap Qori sembari langsung berpamitan kepada Bernardo dan juga Amor.
"Aku akan memberitahumu jika sudah ada perkembangan penyelidikan anak buahku."ucap Bernando kepada Qori. Qori meninggalkan ruang kerja Bernando. iya masuk ke dalam lift khusus petinggi perusahaan.Ia tidak menyangka kalau Alex sudah menunggunya di lobby perusahaan milik Bernando.
"Dari mana kau tahu!
"Aku tadi ke apartemenmu mencarimu berniat untuk menjemputmu agar kita sama-sama berangkat ke kantor.
"Apartemenku tidak terlalu jauh dari kantorku. Jadi kau tidak perlu repot-repot untuk, menjemputku dan menghantarkanku ke kantor."ucap Qori sedikit kesal kepada kekasihnya itu.
"Kamu marah padaku?
Qori terdiam lalu tetap berjalan mendahului Alex.
"Kenapa sayang?
"Apa salahku kepadamu?
lagi-lagi Qori tidak menjawab. Alex mencoba mengejar langkah Qori yang terlihat buru-buru.
"Aku sibuk tidak ada waktu untuk membahas itu sekarang. lebih baik kau pulang saja. Banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan hari ini. Jadi tolong jangan mencari masalah saat ini." ucap Qori sambil langsung masuk ke dalam mobil miliknya.
__ADS_1
Alex yang tidak terima ditinggal begitu saja, langsung masuk ke dalam mobil miliknya mengejar mobil Qori. Ia mencoba mengikuti mobil Qori. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit kemudian, mobil Qori memasuki parkiran kantor Mark Company.
Diikuti dengan mobil milik Alex yang juga tiba di sana. Qori melangkah terburu-buru masuk ke ruang kerjanya. Tanpa memperhatikan Alex juga mengikutinya. Saat sudah berada di lantai di mana ruang kerja Qori berada, iya ternyata melihat Tuan Mark sudah berada di ruang kerjanya.
"Papi, sudah sampai? Kenapa tidak mengabari Qori? tanya Qori yang sudah melihat Tuan Mark menunggunya di sana.
"Papi Baru saja sampai di sini. Tapi kamu tidak ada di ruang kerja Sehingga tapi memilih menunggu kamu di sini.
Tiba-tiba saja tanpa mengetuk pintu,Alex masuk juga, membuat Tuan Mark dan juga Qori terhenyak. "Kamu siapa? suara bariton Tuan Mark terdengar jelas di telinga Alex. membuat Alex tidak mampu berkutik biar langsung terdiam.
"Kamu punya sopan santun nggak sih? masuk ke ruang kerja seseorang tanpa menutup pintu." ucap Tuan Mark dengan nada meninggi sambil menatap Alex dengan tatapan tajam.
"Maaf tuan!
Tuan Mark hanya menatap Alex dengan tatapan tajam sembari melirik putrinya. pertanda ingin bertanya kepada Qori siapa lelaki yang tiba-tiba saja masuk ke ruang kerja Qori tanpa mengetuk pintu.
"Sudahlah Pi masalah kecil tidak perlu dibesar-besarkan. Dia teman aku dan aku yang menyuruhnya datang ke sini. Ada sesuatu yang harus kami kerjakan."ucap Qori berbohong kepada Tuan Mark.
Tuan Mark hanya diam. Sedangkan Qori langsung menarik tangan Alex keluar dari ruang kerjanya berpamitan sebentar kepada Tuan Mark.
"Kau ngapain datang ke sini? bisa berabe seperti ini Papi bisa marah besar kepadamu.
"Maaf Sayang tapi aku tidak mengetahui kalau Papi kamu ada di sini.
"Kamu tidak lihat aku buru-buru langsung menuju kantor ini, setelah pulang dari kantor Bernando? Seharusnya kamu paham Mengapa aku buru-buru melangkah pergi meninggalkanmu begitu saja. Itu karena sebelumnya Papi sudah mengabari kalau dia akan datang ke sini. Untung saja aku segera menuju ke sini kalau tidak Papi sudah terlalu lama menungguku. Dan dia tidak akan mempercayakan perusahaan ini lagi aku kelola.
"Sekarang Kau Lebih baik kembali ke kantormu. Jangan menggangguku saat ini karena kami Sekarang lagi ada masalah. Nanti akan aku ceritakan kepadamu. Karena belum saatnya aku memberitahu kamu tentang masalah yang sedang kami hadapi. "ucap Qori mencoba memberikan pengertian kepada Alex kekasihnya.
Alex mengangguk paham lalu meraih tubuh Qori kepelukannya. Maafkan aku sayang Aku tidak mengetahui kalau Papi kamu ada di sini dan aku tidak mengetahui ada masalah yang kau hadapi saat ini. Kamu jangan sungkan-sungkan, jika kau membutuhkanku aku pasti selalu siap membantumu."ucap Alex sambil menakup Wajah Qori dengan Kedua telapak tangannya. Dan memberikan kecupan hangat di kening Qori.
Tanpa mereka sadari Tuan Mark melihat dan mendengar apa yang mereka bicarakan. Tuan Mark melihat ketulusan Alex yang sangat mencintai putrinya. Ia mengembangkan senyumnya. "Ternyata pria itu adalah kekasih putriku. putriku sudah terdewasa, sudah sewajarnya juga dia memiliki kekasih dan memiliki suami."gumam Tuan Mark sambil Langsung kembali duduk di ruang kerja Qori membiarkan Qori berbicara lebih leluasa dengan Alex.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1