Hasrat Tuan Muda Arogant

Hasrat Tuan Muda Arogant
BAB 28. HAL NEKAD


__ADS_3

Saat petugas keamanan itu berulang kali mendobrak pintu kamar Amor, pintu itu belum terbuka. Bernando kembali menghampiri Nyonya Alena yang sedang berdiri di depan pintu kamar Amor.


"Apa Amor tidak mau membuka pintu kamarnya mom?


"Mami gedor-gedor, tetapi tak kunjung ada jawaban. Mami kuatir dia melakukan hal yang nekat. Sehingga Mami meminta Aprilio untuk mendobrak pintunya. Tetapi sepertinya pintunya terkunci rapat dan sulit untuk didobrak.


Bernando yang sangat mengkhawatirkan kondisi Amor saat ini, ia langsung kembali mendobrak pintu itu. berapa kali Bernardo mendobrak pintu itu akhirnya pintu terbuka lebar. Ia mencari keberadaan Amor di dalam kamar. Tetapi ia sama sekali tidak menemukan Amor Disana.


Bernando melihat ke balkon, di sana juga tidak ada.


"Amor Sayang....!!!Kamu dimana?


" Amor Sayang....!!!kamu di mana Panggil Bernando. Amor sama sekali tidak menjawab rasanya hidupnya sudah hancur berkeping keping saat Bernando sudah mengambil harta yang paling berharga di tubuh Amor.


Terlihat Bernando sangat panik mencari keberadaan Amor. Beberapa kali mencari keberadaan Amor, di kamar yang selama ini ditempati oleh Amor. Membuat setiap orang yang ada di sana menjadi panik. Karena tidak menemukan Amor di kamarnya.


Suara air shower samar-samar terdengar di telinga Bernando. Hingga Ia pun menggedor pintu kamar mandi itu. "Sayang..., Amor kamu di apa di dalam? tanya Bernando. Tetapi tak kunjung mendapat jawaban dari Amor.


Beberapa kali Bernando mengetuk pintu kamar mandi. Tapi sama sekali tidak mendapat respon. Bernardo yang panik langsung mendobrak pintu kamar mandi itu. sekali dobrak pintu itu terbuka lebar. Bernando terhenyak melihat Amor yang terus menangis di bawah guyuran air shower.


Bernando semakin bersalah. Ia langsung memeluk Amor. "Sayang maafkan aku." ucapnya tanpa mendapat jawaban dari Amor. Bernando menggendong tubuh Amor yang sudah terlihat menggigil kedinginan.Bahkan nyaris tak sadarkan diri.


Bernando meminta kepada nyonya Alena untuk membantu dirinya mengganti pakaian Amor. Nyonya Alena mengelus rambut basah milik Amor.


"Sayang, Maafkan Mami, yang tidak dapat mendidik putra Mami untuk lebih menghargai mu. Tapi yakinlah dia akan bertanggung jawab akan apa yang ia lakukan kepadamu.


Percaya sama mami. Mami sendiri yang akan menghukumnya nanti. Amor masih terdiam seribu bahasa. Rasa trauma mendapat pelecehan seksual dari sang majikan, membuat dirinya tak kuasa menahan rasa amarahnya.

__ADS_1


Harta yang paling berharga di tubuhnya, kini sudah direnggut oleh Bernando. Suara tangis Amor kini pecah. Nyonya Alena dan Bernando berusaha meminta maaf. Bernando memeluk Amor saat sudah selesai mengganti pakaiannya.


Aku mencintaimu Amor. Maafkan aku tidak menyadari akan kesalahan yang aku lakukan. Jujur saat itu, aku tidak menyadarinya. Bahkan bayang-bayangmu yang selalu menghantui pikiranku saat itu. Rasa cintaku yang membuat aku sampai tergila gila membuat kamu seperti itu. Tapi percayalah aku melakukan itu semua karena rasa cinta aku dan takut kehilangan kamu.


Amor terhenyak mendengar pengakuan Bernando kalau Bernando menyebut-nyebut namanya malam itu, karena memang benar Bernando mencintai Amor. Tetapi bagaimanapun Amor tidak dapat terima semua ini.


Nyonya Alena kembali memohon maaf kepada Amor. Amor menatap Nyonya Alena dengan tetapan dan seksama. "Untuk apa Nyonya minta maaf kepada saya, Nyonya tidak salah kepada saya. Tetapi lelaki brengsek ini yang melakukan kesalahan kepadaku. Menganggap Ku wanita murahan sehingga ia tega merenggut paksa kesucianku." Ucap Amor sambil memberikan tamparan beberapa kali di wajah tampan Bernando.


Tak ada perlawanan dari Bernando. Ia terima tamparan Amor . "tampar Sepuas mu. Aku akan terima hukuman yang kau berikan kepadaku, atas segala kesalahan yang aku lakukan kepadamu. Asalkan kau jangan pergi meninggalkanku.


Aku tidak ingin kau pergi dari sini, dan aku ingin menjadikan kamu pendamping hidupku untuk selamanya.


"Kau sudah gila!


"Iya aku memang gila, tergila-gila kepadamu.


"Kenapa tidak pantas?


"Apa kau tidak malu berdampingan hanya dengan seorang pembantu?


"Kau tidak membantu. Tapi Nyonya Bernando. ingat itu, kau bukan pembantu di rumah ini, Apa kau tidur di kamar pembantu? tidak bukan. Justru kau tidur di samping kamarku sendiri. Apa kau tidak menyadari, Mengapa aku tiba-tiba langsung meminta kamu menjadi asisten pribadiku?


"Itu karena aku ingin selalu dekat denganmu. karena aku tidak ingin jauh-jauh darimu Dan kau tetap berada dalam pantauanku.


Aku tidak ingin kau menjadi pembantu di rumah ini. Aku ingin kau menjadi pendamping hidupku untuk selamanya. Bernando mengakui segalanya di hadapan Nyonya Alena dan juga Amor.


"Maksud kamu, kamu sudah lama mencintai Amor?

__ADS_1


Bernando menganggukkan kepalanya.


"Sejak kapan?


"Dua tahun yang lalu, aku pernah melihat Amor di sebuah taman bermain sedang memetik gitar bersama dua orang pengamen. ia membantu pengamen itu memainkan gitarnya. Lalu pengamen itu yang meminta sumbangan kepada orang-orang yang ada di taman itu.


Hingga pengamen anak kecil itu, mendapat keuntungan yang besar saat itu. akun terpesona mendengar suara Amor bahkan jiwa sosialnya juga membuatku terpana. kecantikan inner beauty yang dimiliki oleh Amor membuatku tergila-gila kepadanya.


Di samping paras Amor yang cantik walaupun tanpa polesan make up, dan juga sikapnya yang begitu dermawan membuatku sulit untuk melupakannya. Bahkan sejak aku melihat Amor di taman bermain itu, sulit bagi Bernardo menerima wanita manapun yang menjadi kekasih ataupun pendamping hidup Bernando.


Hingga takdir kembali mempertemukan kami, Fauzan tiba-tiba melihat ada seorang pingsan di bawah guyuran hujan di trotoar jalan, yang tidak jauh dari kantor. Aku yang melihat kemiripan wajah wanita yang tergeletak itu mirip dengan wanita yang Aku lihat di taman.


Aku langsung meminta kepada Fauzan untuk memutar balik mobil yang kami tumpangi. saat Fauzan memastikan kalau wanita masih bernyawa, Aku meminta Fauzan untuk segera membawanya ke dalam mobil. dan dilarikan ke rumah sakit agar mendapat perawatan di sana.


Aku sangat gelisah, Bagaimana caranya aku bisa menyelamatkan wanita yang membuatku kesulitan untuk tidur. Dan akhirnya dokter pun mengizinkannya untuk pulang. Ternyata ia sama sekali tidak memiliki tempat tinggal, hingga Fauzan memberikan ide kepada Bernando hal itu yang langsung Bernando setujui. ucap Bernando kepada Nyonya Alena dan Amor.


Membuat Amor langsung terdiam menatap bola mata Bernando, mencoba mencari kebohongan di sana, tetapi saat Amor mencoba mencari kebohongan, Ia sama sekali tidak menemukan kebohongan Fernando di sana. suara tangis Amor pun nyaris sudah tidak terdengar lagi. Saat Bernando mengatakan dia sudah sangat lama mencintai Amor sebenarnya. Walaupun sebelumnya mereka tidak saling mengenal.


"Kalau begitu kamu sudah mengetahui segalanya. Mami ingin kalian segera menikah, Aku tidak ingin nanti jadi bahan omongan di setiap teman-teman sosialita mami. Jika benih yang kau tanamkan di rahim Amor terlihat dan itu membuat keluarga kita malu.


Lebih Baik secepat mungkin kalian menikah, Mami akan mempersiapkan segalanya. Kalian Tenang saja, Mami yang akan mengurus semuanya." ucap Nyonya Alena sambil mengelus pundak Amor. lalu ia pun meninggalkan keduanya disana.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓

__ADS_1


__ADS_2