Hasrat Tuan Muda Arogant

Hasrat Tuan Muda Arogant
BAB 53. MERASA TERGANGGU _HTMA


__ADS_3

Nyonya Alena berpamitan kepada Amor agar dirinya segera berangkat ke kantor untuk menangani kantor, selama Bernando dan Amor belum bisa aktif di kantor menjalankan tugas dan tanggung jawabnya selaku CEO perusahaan yang selama ini yang ia kelola.


Saat Nyonya Alena meninggalkan Amor. Di sana sendiri Amor berniat ingin kembali ke kamar melihat sosok suaminya yang masih tertidur. Ia tidak mengetahui kalau suaminya sebenarnya sudah bangun dan berada di dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Bernando keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya. Sehingga terlihat jelas dada miliknya yang membuat Amor langsung berteriak dan menutup matanya ketika dirinya sudah tiba di kamar.


"Aaaaa.... teriak Amor


"Kenapa kamu berteriak seperti itu sayang? tanya Bernando kepada Amor


"Kenapa kamu keluar nggak pakai baju?"ucap Amor karena belum terbiasa melihat suaminya bertelanjang dada.


"Malu, tapi sekilas ia ingin memandang pemandangan yang langka ya lihat.


"Memangnya kenapa sayang? kamu harus terbiasa melihat suamimu berpenampilan seperti ini.


Jangankan seperti ini, semuanya yang ada di tubuhku ini hak kamu sayang. Begitu juga dengan ku. Semua yang ada di tubuhmu sudah menjadi hakku. Karena kita sudah sah menikah di dalam hukum dan agama." Bernando kembali menegaskan kepada Amor kalau mereka sudah sah menjadi suami istri. Mungkin saja Amor belum menyadari akan hal itu.


Hal itu membuat Amor langsung berlari ke kamar mandi,di dalam kamar mandi Amor memegangi dadanya. Jantungnya berdegup kencang akibat memandang indah yang dia lihat. "Aduh nggak kuat ternyata seperti ini rasanya kalau sudah menikah."gumamnya dalam hati.


Walaupun Bernando sudah pernah melakukan hal yang sama sebelum pesta pernikahan mereka berlangsung. Tetapi untuk saat ini kondisinya berbeda. Amor tiba-tiba merasakan getaran yang cukup hebat di tubuhnya. Ketika melihat penampilan bernandu yang begitu langka baginya.


" Entahlah, sudah lumrah atau tidak hubungan suami istri demikian. Yang pasti Amor sama sekali belum mengetahuinya. Amor terus memegangi dadanya membayangkan betapa indahnya ciptaan Tuhan. Ketampanan suaminya membuat jantung Amor terasa deg-degan.


Tidak seperti awal mereka melakukan hubungan suami istri, karena unsur paksaan. Bernando melakukannya karena pengaruh alkohol dan dia melakukannya tanpa sadar.


Amor Kembali keluar dari kamar mandi, setelah memastikan jantungnya sudah mulai normal. Saat ia sudah keluar dari kamar mandi, ia mengira Bernando sudah mengenakan pakaiannya. Tetapi ia terhenyak ketika melihat penampilan Bernando masih sama seperti sebelumnya.

__ADS_1


"loh Sayang, kok belum pakai baju? Bernando sama sekali tidak menjawab istrinya. Tetapi langsung menarik Amor ke pelukannya. Sehingga Amor terjatuh ke pangkuan Bernando yang duduk di tempat tidur yang berukuran King size itu.


Bernando langsung melahap bibir manis Amor perlahan kecupan itu semakin mendalam. Tangannya sudah mulai menjalar ke bagian gunung kembar milik Amor. Amor yang sudah tidak bisa menahan diri mengeluarkan suara merdunya. Sehingga birahi Bernardo semakin memanas. Amor mulai membalas seperti yang dilakukan suaminya. Seolah-olah dirinya meminta lebih dan lebih lagi.


Tiba-tiba, pintu diketuk seseorang dari luar. amar milik Bernando yang ditempati oleh Amor dan Bernando saat ini. "Sayang ada yang mengetuk pintu tuh coba dilihat dulu ucap Amor sehingga Bernando sangat kesal karena ia merasa terganggu.


"Sialan!! Siapa lagi yang mengganggu? ngak bisa lihat orang senang saja." umpat Bernando karena merasa terganggu akan suara ketukan pintu itu. Padahal Ia ingin sekali melahap istri kecilnya itu. Di pagi hari yang indah.


lalu Bernando buru-buru memakai bajunya. dan membukakan pintu. Ternyata yang datang bi Risma. "Ada apa ganggu saja? gerutu Bernando sambil menatap Ibu Risma dengan tatapan tajam.


"Maaf Tuan sarapannya sepertinya sudah dingin apa sarapannya harus Bibi panaskan dulu?" Tanya Bu Risma yang membuat Bernando menggelengkan kepalanya.


"Iya sudah bi, sebentar lagi kami akan turun." jawab Bernando sedikit kesal.


"Siapa sayang?" tanya Amor penuh selidik kepada suaminya sembari memeluk Bernando dari belakang.


"Kalau begitu, kita turun saja pasti kamu sudah lapar, bukan? ucap Bernando


Tapi masih nanggung sayang, sahut Bernando karena Bernardo merasa belum puas bermain-main dengan istrinya. "Sudah sana, pakai saja bajunya. Nanti perut kamu sakit sayang, Amor tidak ingin kamu sakit loh.


"Oh iya, mami tadi memberikan ini kepada Amor. Katanya Mami sudah mempersiapkan paket tour bulan madu, untuk kita ke kota California." ucap Amor yang mampu membuat Bernando terhenyak.


Padahal sebelumnya Bernando juga sudah mengatur jadwal untuk perjalanan bulan madu mereka. Tetapi tidak dalam jangka waktu dekat ini. Ia ingin menyelesaikan permasalahan antara Amor dan nyonya Yuan lie Begitu juga dengan Soraya. Sebelum mereka melakukan perjalanan bulan madu.


Tetapi sepertinya Nyonya Alena tidak sependapat dengan Bernando. Sehingga Nyonya Alena mempersiapkan segalanya tanpa berkoordinasi terlebih dahulu kepada Fernando. Bernando menggelengkan kepalanya, menatap sebuah amplop putih yang diberikan oleh Amor kepadanya.


"Sayang, nanti saja kita lanjutkan bermainnya. lebih baik kita sarapan dulu. Karena tadi Amor juga belum sarapan. Amor hanya menemani Mami di sana.

__ADS_1


"Maaf ya Sayang, sudah membuat kamu menunggu aku sarapan. Maklum aku ketiduran. Soalnya aku tidur dengan nyenyak. karena adanya kamu di sampingku." ucap Bernando sambil tersenyum menatap Amor dengan tatapan penuh cinta.


"Sudah tidak perlu lebay seperti itu. Jangan menggombal. Amor tahu kalau kamu sekarang ini lagi menggombal Amor. Karena ada yang ingin kamu inginkan kan tuduh Amor yang mampu membuat Bernando langsung tertawa cengengesan. lalu meraih tubuh istrinya ke pelukannya.


"Tau aja kamu apa yang ada di dalam isi hatiku." ucap Bernando.


Setelah memastikan penampilan Bernando sudah tidak acak-acakan lagi,begitu juga dengan Amor. Mereka pun akhirnya turun berniat untuk sarapan pagi. Walaupun jam sarapan pagi sudah sedikit lewat. Tapi itu bukan masalah buat Bernando yang penting ia dapat sarapan pagi bersama wanita yang sangat ia cintai.


Saat sudah berada di meja makan, Bernando menarik kursi dan mempersilahkan Amor duduk terlebih dahulu, disusul dengannya duduk tepat di sebelah Amor.


Amor menyendok nasi ke piring Bernando. Ia melakukannya persis seperti Nyonya Ellen memperlakukan Tuan Daniel semasa hidupnya.


"Wah enak banget punya istri ada yang ngambilin makan."ucap Bernando sambil terus menatap Amor dengan telaten melayani suaminya di meja makan.


"Jangan menggombal, lebih baik nikmati sarapan pagi kamu. Aku juga sudah lapar." gerutu Amor sambil memasukkan makanan ke mulutnya lalu mengunyahnya.


Sejujurnya Bernando sangat bersyukur. Ia dapat dipertemukan kembali kepada Amor wanita yang sudah lama ia cintai diam-diam. Walaupun awalnya mereka tidak saling mengenal. Tetapi cinta pada pandangan pertama, membuat Bernando benar-benar bahagia. Akhirnya dia memiliki Amor dengan seutuhnya. insiden yang tidak diinginkan Amor, yang membuat pertemuan keduanya. Hingga keduanya dipersatukan dalam ikatan pernikahan.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya teman emak


__ADS_1


__ADS_2