Hasrat Tuan Muda Arogant

Hasrat Tuan Muda Arogant
BAB 54.AMOR DI CULIK_HTMA


__ADS_3

Keesokan harinya Amor bangun dari tidurnya. Ia melihat suaminya masih tertidur pulas di atas tempat tidur yang berukuran King size tepat di sebelahnya. Amor mengembangkan senyumnya sembari mengecup kening suaminya. "Aku mencintaimu suamiku."gumam Amor.


Tiba-tiba Bernando Langsung kembali menarik tangan Amor dan memberikan kecupan hangat di bibir Amor.


"Aku juga sangat mencintaimu istriku, Aku mencintaimu lebih dari mencintai diriku sendiri."ucap Bernando sambil membelai rambut indah milik Amor.


"Loh sayang, kamu sudah bangun? kirain tadi masih tidur. Bagaimana tidak, Amor melihatnya terasa gugup. Kepergok Bernando sedang memandangi wajah suaminya.


"Iya sayang, sebenarnya sudah dari tadi aku sudah bangun. Tapi aku memilih pura-pura tidur.


"Eh, ternyata aku mendapat kecupan hangat darimu di pagi hari ini. Terima kasih sayang sudah menjadi bagian dari hidupku."


"Oh iya sayang, hari ini kita jadi berangkat bulan madu ya? Tanya Bernando kepada Amor untuk memberitahu kalau dirinya sudah bersiap untuk segera berangkat melakukan perjalanan bulan madu. Seperti hal yang diinginkan oleh Nyonya Alena.


"Kalau Amor, terserah kamu saja Bagaimana baiknya mau pergi hari ini atau tidak.


"Iya, kita berangkat hari ini saja." ucap Bernando meminta kepada Amor untuk mempersiapkan diri berangkat bulan madu sesuai dengan paket tour perjalanan bulan madu yang sudah dipesan oleh Nyonya Alena.


Setelah mereka sepakat, Amor masuk ke dalam kamar mandi berniat untuk membersihkan diri. Tiba-tiba Bernando juga ikutan masuk.


"Loh kok kamu ikutan masuk sih sayang, kan Amor mau mandi." gerutu Amor Yang kesel melihat Bernando ikutan masuk kedalam kamar mandi.


"Mandi bareng saja, biar cepat. Aku tidak ingin menunda-nunda keberangkatan kita pergi bulan madu." ucap Bernando sambil langsung membuka seluruh pakaiannya. hingga tidak ada kain yang melekat di tubuhnya. Amor hanya pasrah ia langsung melakukan ritual mandinya, tanpa berkomentar apa-apa lagi. Karena berdebat pun tidak ada gunanya. Suaminya akan tetap melakukan apa yang dia inginkan.


****


"Kalian sudah siap ingin berangkat? tanya Nyonya Alena yang melihat Amor dan Bernando sudah terlihat rapi. Dan supir pribadi yang selalu setia membawa Bernando ke mana saja yang ia inginkan, sudah memasukkan koper milik Bernando dan juga Amor.


"Sudah mom, tetapi mungkin kami tidak bisa lama-lama di sana. Karena ada urusan penting yang harus kami selesaikan secepat mungkin. Tapi karena Mami sudah mengatur perjalanan bulan madu kami, kami harus menghargainya.


"Aku menyayangi Mami." ucap Bernando sambil langsung memeluk Nyonya Alena. Amor mengembangkan senyumnya lalu memberi salam kepada Nyonya Alena memeluk Nyonya Alena sambil berpamitan.


Nyonya Alena menghantarkan Amor sampai ke pintu mobil yang akan membawa Bernardo dan Amor ke bandara Ninoy Aquino Manila.


"Mom pamit ya." ucap Amor sambil melambaikan tangannya kepada Nyonya Alena. Nyonya Alena juga melambaikan tangannya. "Cepat bawa kabar baik untuk mami." teriak Nyonya Alena. Bernando hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Mami ini bisa saja." gumam Bernando yang masih dapat didengar Amor.


"Itu hal yang lumrah. Semua orang tua menginginkan hal yang sama. Jika Putra ataupun Putrinya sudah menikah."sahut Amor sambil menatap lurus ke depan tanpa menoleh ke arah Bernardo.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 40 menit, Mereka pun tiba di bandara Ninoy Aquino Manila. Kita sudah sampai Sayang, lebih baik kita langsung check in saja. Ini sudah pukul 10.30, karena pesawat akan flight sekitar pukul 11.00." ucap Bernando kepada Amor dibalas anggukan dari Amor.


"Sayang aku mau ke toilet, Tunggu sebentar ya." ucap Amor kepada Bernando.


"Aku temanin!


"Tidak perlu, hanya ke kamar mandi saja. lebih baik kamu tunggu saja di sini, jangan khawatir." ucap Amor kepada Bernando.


Tanpa mereka sadari, anak buah Nyonya Yuan lie sudah mengikuti mereka hingga ke bandara Ninoy equino. Yang mana sebelum mereka berangkat ke bandara, anak buah Nyonya Yuan sudah berada di sekitaran rumah milik Bernando. Sehingga mereka mengetahui kalau Bernando dan Amor meninggalkan rumah menuju bandara.


Saat Amor masuk ke dalam kamar mandi, saat itu juga salah satu anak buah Nyonya Yuan langsung membekap mulut Amor, dengan menggunakan sapu tangan yang ada di telapak tangannya. Tidak menunggu lama, kesadaran nomor langsung menghilang. Anak buah Nyonya Yuan membopong tubuh Amor masuk ke dalam mobil yang sudah dipersiapkan sebelumnya.


Amor ditempatkan pada kursi belakang bersama dua orang pria lain di sisi kiri dan kanan. lalu di depannya terdapat dua orang lelaki yang bertindak sebagai sopir dan penjaga. Salah satu dari mereka melapor kepada Nyonya Yuan, misi mereka berhasil dikerjakan dan target dalam perjalanan ke lokasi, di mana Nyonya Yuan meminta mereka membawanya ke sana.


Amor sudah di dalam perjalanan nyonya.


"Taruh di tempat di mana yang sudah kita rencanakan.


Amor masih belum sadar. Saat ia telah dibopong masuk ke ruangan di mana Nyonya Yuan sudah menunggunya di sana. Tubuh yang tidak berdaya, itu diletakkan begitu saja.


"Tinggalkan dia dan aku di sini. Nyonya Yuan memberikan perintah kepada semua anak buahnya. Segera lakukan dokumentasi video Amor yang ada bersama kita. Dengan begini Bernando tidak akan dapat berkutik lagi. dan dia pasti akan melakukan apapun yang kita inginkan demi keselamatan istri yang sangat ia cintai ini." perintah Nyonya Yuan lie kepada para anak buahnya.


Nyonya Yuan telah mengikat tangan Amor ke belakang. Dia tidak peduli akan keselamatan Amor saat ini yang ia inginkan Bernardo bantuan Tuan Gani, segera menyerahkan aset milik keluarga Amor kepadanya..


Kepala tiba-tiba terasa berdenyut. Ketika Amor mulai melihat langit ruangan. Dalam pandangan yang samar, ia mengerjakan beberapa kali Sampai akhirnya bisa melihat jelas lampu yang tergantung disana


Ia melihat seisi ruangan. Ini tempat terasa asing. Amor berusaha mengingat apa yang terjadi terhadapnya. Amor berusaha bangun dengan Cepat ingin memegang kepalanya tapi sayangnya tangannya telah di ikat. Ia ingat peristiwa tadi dan langsung saja ia menyentuh tubuhnya.


Nafas lega terhembus dari bibirnya. Bajunya masih utuh, dan artinya tidak terjadi apa-apa padanya. Namun pertanyaan adalah, di mana dia saat ini? Padahal yang ia ingat mereka akan segera berangkat melakukan perjalanan bulan madu bersama suaminya Bernando.


"Siapa yang menculiknya?

__ADS_1


"Apa dia Nyonya Yuan?" gumamnya dalam hati. Nyonya Yuan yang sudah meninggalkan ruangan itu untuk menemui para anak buahnya, memberikan perintah kepada anak buahnya. Rencana yang akan mereka lakukan.


Amor berusaha bangkit dari tempat duduknya. Tangan yang sudah diikat ke belakang, membuat dirinya kewalahan untuk berdiri. Tetapi ia berusaha untuk bangkit. langkah kaki terseret menuju pintu. Yang sayangnya malah pintu itu terkunci. Dengan menggunakan mulut Amor, ia menekan handle itu berkali-kali. Tetapi tetap tidak bisa menunjukkan hasil yang membuat perasaannya lega.


"Buka pintunya!" teriak Amor menendang pintu itu menggedornya beberapa kali, tapi percuma. Sampai suaranya habis dan air mata mengering pun pintu tidak akan pernah terbuka, kecuali atas perintah dari Nyonya Yuan.


Amor meneliti sekelilingnya, ia mencoba melangkahkan kakinya menuju jendela. sayang sekali jendela dipagari besi yang ditutup mati. Amor berusaha membuka jendela. Angin di siang itu menyentuh pipinya seakan pertanda bahwa ini adalah sesuatu hal yang menakutkan.


"Tolong....


"Tolong.....


teriak Amor. Ia melihat beberapa pria melihat ke atas, tetapi mereka tidak peduli.


"Tolong.....


"Tolong.....


Amor mengguncang pagar besi yang menghalangi. Tapi tak ada seorangpun yang peduli.


Harapan Amor untuk terbebas dari tempat itu pun sirna. Ia menangis sesungguhkan membayangkan betapa khawatirnya Bernando menunggu dirinya berada di bandara.


"Tolong...."


teriaknya kencang, ia meraung dengan lelah air mata yang meluncur begitu saja. Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 siang Bernando semakin khawatir, karena Amor tak kunjung muncul.


Padahal pihak bandara sudah menginformasikan pesawat yang akan mereka tumpangi membawa mereka ke kota California, akan terbang saat itu juga. Membuat Bernando pun panik. Ia berlari ke kamar mandi, tetapi ia tidak menemukan sosok Amor di sana. Bernando berusaha menghubungi nomor ponsel Amor, tetapi sayangnya ponsel Amor tertinggal di dalam tas miliknya yang dipegang oleh Bernando.


"Ya Tuhan, di mana Amor sekarang?" tanya Bernando dalam hati, sambil meraih ponselnya yang ada di saku celananya dan menghubungi Fauzan. Ia juga meminta kepada pihak bandara membuka CCTV yang mengarah ke kamar mandi.


Berharap dia mengetahui titik terang keberadaan Amor saat ini. Kecurigaan Bernando langsung mengarah kepada Nyonya Yuan, sehingga dirinya meminta beberapa anak buahnya untuk tetap berjaga agar Soraya tidak bisa lepas dari tangan mereka. Itu juga menjadi senjata untuk Bernardo, agar Amor dapat bebas dari tangannya, jika benar-benar Nyonya Yuan pelaku penculikan terhadap Amor.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya emak


__ADS_2