
Sebenarnya Qori mengalami kesepian, kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Membentuk Qori menjadi wanita yang urakan. Bahkan menghabiskan waktunya di klub malam. Apalagi Qori terlahir dari hubungan antara Nyonya lara, dan Tuan Mark.
Yang terlarang membuat dirinya merasa tidak memiliki hak untuk mendapatkan kasih sayang dari tuan Mark Ayah kandungnya sendiri. Hal itulah yang membuat Qori selalu mengambil keputusan yang salah dalam membuat dirinya bahagia, tidur bersama lelaki itu menjadi candu baginya.
Qori menatap langit-langit kamarnya setelah ia kembali ke kamar. Tiba-tiba Ia mendapat sambungan telepon seluler dari salah satu teman tidurnya yang selama ini.
Kring ...
kring ...
kring ...
Suara dering ponsel Qori terdengar jelas di telinganya. ia melihat di layar ponselnya kalau salah satu pria yang selama ini membuat dirinya bahagia, salah satu teman dekatnya menghubungi Qori. Qori mengembangkan senyumnya Menatap layar ponselnya.
lalu menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada pria yang selalu membuatnya bahagia dan menikmati indahnya surga dunia.
" Ada apa kau menghubungiku malam-malam begini.
"Apakah kau tidak membutuhkan kehangatan dariku?" tanya pria itu di dalam sambungan telepon selulernya.
"Aku lagi tidak mood."
"Saat kau sudah mendapatkan belaian dariku Kau pasti membara nantinya. Cepat Aku sudah di bawah menjemputmu." ucap pria itu di dalam sambungan telepon selulernya membuat Qori terhenyak dan beranjak dari tempat tidur melihat keluar dari balkon kamarnya.
Qori mengembangkan senyumnya lalu ia pun menggunakan pakaian yang biasa ia gunakan layaknya kurang bahan, pakaian yang seksi dan terbuka menjadi pakaian favorit Qori. Qori keluar dari kamarnya menemui lelaki yang sudah menunggunya di luar.
"Hallo sayang, selamat malam." sapa pria itu sambil mengembangkan senyumnya berdiri di samping mobil mewah miliknya.
"Sudah dua hari aku tidak mendapatkan kehangatan tubuhmu." ucap pria itu sambil memberikan kecupan hangat di bibir manis Qori.
__ADS_1
Bagi Qori kecupan seperti itu sudah hal biasa baginya. Ia tidak peduli akan hal itu, yang ia inginkan hanyalah kepuasan dan kenikmatan dirinya. Ketika Qori sudah berada di dalam mobil bersama Alex, Ia menatap Alex dengan Tatapan yang sulit diartikan.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang masuk ke area klub malam yang ada di lokasi kota metropolitan yang ada di kota Manila.
"Apa kau sudah mempersiapkan segalanya untukku?" tanya Qori penuh selidik.
"Kau tidak perlu khawatir, aku sudah mempersiapkan segalanya untukmu." ucap Alex sambil menyodorkan minuman itu kepada Qori. Qori tertawa ngakak sambil meneguk minuman wine yang diberikan oleh Alex kepadanya.
Soraya yang melihat Qori sedang tertawa bahagia bersama lelaki pujaan hatinya, membuat Soraya menatap Qori dengan tatapan tajam. Kau bisa tertawa sekarang, aku akan membuatmu merangkak menangis sesungguhkan." gumam Soraya dalam hati sambil tetap memperhatikan interaksi Qori dengan Alex yang sedang menikmati hari mereka malam itu.
Tiba-tiba Soraya datang menghampiri keduanya. "Hai...,apa kalian sudah lama?" tegur Soraya sambil menatap Alex dengan Tatapan yang sulit diartikan. "Kau datang ke sini juga?" sahut Qori sambil menatap Soraya dengan tatapan sinis.
"Jangan mimpi Kau merebut Alex dariku. karena aku lebih pintar dari kau." Bisik Qori tepat di telinga Soraya membuat Soraya semakin emosi.
"kita lihat saja nanti, Alex tidur sama siapa kau atau aku."sahut Soraya yang sambil meneguk minuman yang ia pegang sebelumnya.
Dentuman musik yang ada di klub malam itu, membuat setiap pembicaraan seseorang sulit untuk didengar. Bahkan berbicara dengan lawan bicara kita, harus berteriak-teriak itu pun belum tentu dapat didengar seseorang.
Membuat mereka kehilangan keseimbangan tubuh mereka. Alex yang melihat Qori sudah mulai di bawah pengaruh alkohol, langsung membawa Qori ke dalam kamar hotel yang lokasinya tidak jauh dari klub malam itu.
Seperti biasa, setelah mereka menghabiskan waktu menikmati dentuman musik dan alkohol yang disediakan di klub malam itu, mereka selalu melakukan aktivitas olahraga malam. Kenikmatan yang dirasakan oleh Alex dari Qori dan Soraya memang sangat berbeda.
Qori lebih menguasai dan dapat membuat Alex menikmati kepuasan dirinya. Dibandingkan saat dirinya olahraga malam bersama Soraya. Membuat Alex lebih sering menghabiskan waktu untuk Qori. Bahkan menghabiskan uang yang begitu banyak untuk Qori tidak rugi baginya.
Hal itulah yang membuat kecemburuan di hati Soraya. Ingin rasanya Soraya melenyapkan Qori dari hadapan Alex. pandangan sepele dari Qori menatap Soraya membuat dirinya memiliki dendam tersendiri terhadap Qori.
"Aku akan melakukan apapun untuk meraih Alex dari Kau wanita murahan." gumam Soraya saat melihat Alex dan Qori pergi masuk ke dalam hotel. Karena Soraya selalu mengikuti Qori Dan Alex ke mana pergi malam itu.
Soraya menghubungi seseorang.
__ADS_1
"Lakukan sesuatu, Aku tidak mau tahu, habisi setiap orang yang menghalangi jalanku." teriak Soraya di dalam sambungan telepon selulernya.
"Itu perkara mudah bagiku Nona, tidak perlu khawatir jika memang Nona mau, aku akan menghabisi wanita itu sekarang." sahut pria yang ada di ujung telepon.
Kau Jangan bertindak bodoh, melakukannya kau harus membuat dirinya seolah tidak terbunuh. lalu memberitahu Bagaimana caranya agar kematian Qori tidak dicurigai.
****
Mobil melaju dengan kecepatan sedang. senyuman terpatah begitu indah di wajah cantik Qori. Saat dirinya membayangkan Bagaimana indahnya malam itu bersama Alex.
Qori mengembangkan senyumnya kala melihat notifikasi di layar ponsel yang berbunyi aku mencintaimu. Pesan Whatsapp Itu dari.
Aku juga mencintai mu. gumam Qori. Qori merasakan bunga-bunga di hatinya, tak henti berkembang. Karena memiliki pasangan yang dapat memuaskan dirinya. Apalagi Qori benar-benar membutuhkan itu. kelainan hiperseks yang dimiliki Qori membuat dirinya membutuhkan Alex di kesehariannya.
karena Alex dapat mengimbangi setiap permainan yang dilakukan Qori oleh Alex.
Mobil terus melaju ke arah Dimana tempat Qori berada. Perempatan jalan yang sepi, itu tanpa sadar sebuah truk dan mobil tangki melaju kencang ke arahnya. Meski telah menyesuaikan kecepatan mobilnya. Tiba-tiba ditabrak dengan keras oleh sebuah truk tangki dari belakang. Hingga menghantam kuat pembatas jalan. lalu terguling dan mengeluarkan asap.
Dalam keadaan terjepit Qori merasa panik dan berusaha keluar dari mobil mewah miliknya. Tapi saat dia mendengar langkah kaki seorang mendekati dia berusaha untuk berteriak. Namun suaranya seakan tak bisa keluar. Qori melihat ternyata yang mendekatinya adalah sopir truk tangki tersebut yang malah sibuk menghubungi seseorang di dalam sambungan telepon selulernya yang entah siapa.
Qori berharap pria itu segera memanggil bantuan untuknya. Tapi malah dia mendengar percakapan sopir tersebut.
"Misi berhasil, mobil hancur dan berasap. sebentar lagi sepertinya akan meledak dan target tidak mungkin selamat. Nona Soraya Tenang saja, Aku pastikan Wanita itu sudah tidak selamat lagi." ucap sopir truk tangki itu di dalam sambungan telepon selulernya.
Tangan Qori seketika bergetar hebat, dia terus berusaha mencari celah agar dapat keluar dari mobil yang berbalik itu. Matanya menyaksikan sendiri sopir itu pergi menjauh tanpa mencoba menolongnya.
Tolong saya mohon tolong. keluarkan Saya dari sini." teriak Qori menolak pintu itu. Namun posisinya yang terjepit membuatnya tak mampu melakukan apapun.
Bersambung......
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓