Hasrat Tuan Muda Arogant

Hasrat Tuan Muda Arogant
BAB 6. KEDATANGAN QORI_ HTMA


__ADS_3

Bernando tidak menjawab dan memilih untuk diam. Menatap Amor dengan tatapan penuh tanya. lalu duduk di kursi besi yang ada di sana. "Sebenarnya apa yang terjadi kepadamu Mengapa malam itu kau jatuh pingsan di trotoar? tanya Bernando sambil menatap Amor dengan tatapan penuh tanya.


Amor tidak langsung menjawab. Ia Malah Diam seribu bahasa. Tidak seperti yang ia lakukan kepada Nyonya Risma. Kalau kepada Nyonya Risma Ia menceritakan segala keluh kisahnya. Bahkan ia juga memberitahu kalau dirinya yang terusir dari rumah kedua orang tuanya. Tapi mengapa ketika Bernando bertanya kepadanya mulutnya salah terkunci untuk tidak memberitahu kepada Bernando masalah yang ia hadapi?


"Kenapa kau diam?


Amor menggelengkan kepalanya saat Bernando mencoba untuk terus bertanya kepada Amor siapa sosok Amor yang sebenarnya Nyonya Risma menghampiri keduanya. "Tuan ada tamu!"


"Memangnya Mami di mana?


"Ada tapi tamunya mencari Tuan muda.


"siapa Bi?


Lebih Baik Tuan muda temui saja langsung." ujar Nyonya Risma dibalas anggu kan dari Bernando. Bernando berlalu ke ruang tamu melihat sosok Siapa yang datang menghampirinya pagi-pagi seperti. Padahal Ia tidak ingin diganggu istirahatnya di hari weekend ini.


"Sayang kau dari mana saja Mengapa kau tidak mengangkat teleponmu." ucap seorang wanita cantik dan seksi menggunakan pakaian kurang bahan ngeledot langsung di tubuh Bernando.


"Kau ngapain ke sini pagi-pagi seperti ini? Apa kau tidak memiliki pekerjaan lain? tanya Bernardo penuh selidik.


"Sayang Aku merindukanmu." ucap Qori kepada Bernando.


"Aku masih capek, baru pulang dari kota Cebu lebih baik kamu pulang dulu Aku ingin istirahat.


"Sayang tapi aku merindukanmu." ucap Qori kepada Bernando.


"Kau bisa paham atau tidak lebih baik kamu pulang aku sangat lelah." teriak bernandu kepada qori yang mampu membuat Qori langsung terdiam. Qori menampar wajah tampan Bernando.


"Berani kau membentakku? kau sudah sangat berubah. Aku membencimu teriak Qori sambil langsung pergi meninggalkan rumah utama keluarga Bernando.


Bernando yang merasa kesal mendapat tamparan dari Qori langsung menarik rambut Qori yang tertata rapi. "Jangan pernah kau menginjakkan kaki di rumah ini. Aku tidak ingin memiliki wanita seperti kamu. Siapa kau berani-berani menamparku tidak ada seorangpun yang berani menamparku." dasar wanita murahan." teriak Bernando sambil mendorong tubuh Qori sampai tubuh Qori tersungkur ke lantai.

__ADS_1


"Kau benar-benar lelaki yang tidak tahu diuntung. lihat saja nanti, kau akan bertekuk lutut kepadaku. Aku akan membuat hidupmu hancur dengan sikap Arogan mu itu. Qori berusaha bangkit lalu pergi meninggalkan Bernardo. Nyonya Alena yang mendengar keributan pun datang menghampiri Bernando.


"Kau ribut lagi dengan Qori? Kenapa kau begini terus,apa yang terjadi kepadamu? memangnya kesalahan apa yang dia lakukan sehingga kau kasar kepadanya. Tak ada seorang wanita yang mau kepadamu jika kau kasar seperti itu. Kau lihat di usiamu yang sudah menginjak 35 tahun tapi kau tak kunjung menikah.


Ingat kau itu Putra tunggal mami. Mami sudah tidak muda lagi, seharusnya kau sudah pantas menikah dan memiliki pendamping hidup. Kalau kau begini terus, sampai kapan kau akan melajang seperti ini." gerutu Nyonya Alena sambil langsung beranjak Pergi meninggalkan putranya.


Nyonya Alena tidak habis pikir dengan sikap Arogan putranya kepada setiap wanita. Entah wanita mana yang mampu menaklukkan hati Bernando. Nyonya Alena juga tidak mengetahuinya sampai sekarang. Bernando sangat emosi mendengar celotehan Nyonya Alena, yang mengatakan kalau dirinya tak kunjung menikah di usianya yang sudah 35 tahun.


"Hei kau kemari! teriak Bernando kepada Amor yang kebetulan lewat di sana.


"Iya Tuan, Ada yang bisa saya bantu? tanya Amor dengan nada lembut


"Buatkan aku kopi latte." perintah Bernando dengan nada suara yang emosi.


"Baik Tuan." sahut Amor sambil langsung berlalu ke dapur meninggalkan Bernando di ruang tamu.


"Bi....,Kenapa Tuan Bernando berteriak-teriak kepada wanita itu? dan sepertinya Tuan Bernando terlibat pertengkaran dengan wanita yang baru datang menghampirinya. Bahkan ia juga emosi kepada Nyonya." ucap Amor sambil membuatkan kopi Latte Untuk Bernando.


Nyonya Risma menempelkan jari telunjuknya di bibirnya. Nanti akan Bibi jelaskan. lebih baik kau hantarkan saja dulu pesanan Tuan muda, daripada kita kena imbasnya." ucap Nyonya Risma kepada Amor dibalas anggukan dari Amor.


Bernando meraih secangkir kopi yang dibuat oleh Amor. "Maaf Tuan kopinya masih panas." ujar Amor dibalas tatapan tajam dari Bernando. Membuat Amor tidak dapat berkutik dan memilih untuk berlalu meninggalkan Bernando di sana.


"Hei....! Kau mau ke mana? teriak Bernando ketika melihat Amor pergi meninggalkannya begitu saja di sana.


"Iya Tuan, ada lagi yang bisa saya bantu?


"Duduk! perintah Bernardo dengan nada suara yang meninggi. Amor duduk


"Apa saya yang meminta kau duduk di situ? ucap Bernando dengan nada meninggi.


Amor Salah tingkah. Dia tidak tahu harus duduk di mana. Jika ia duduk di sofa, bisa saja dia salah lagi dihadapan Bernando

__ADS_1


"Katakan siapa kau sebenarnya kau belum menjawab pertanyaanku tadi.


"Saya Amor Tuan.


"Saya tahu nama kamu Amor, tapi di mana kedua orang tua kamu mengapa kau sampai jatuh pingsan di saat hujan lebat malam itu?


"Maaf Tuan saya tidak memiliki orang tua dan tidak semua hal pribadi kita umbar kepada setiap orang itu, biarkan itu menjadi rahasia saya.


"Rahasia?


"Sebesar Apa rahasia yang kau miliki sehingga kau tidak berani memberitahu kepadaku. Amor memilih untuk tidak menjawab. Ia diam seribu bahasa dan hanya menundukkan kepalanya.


" Pergilah Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi, kau tidak menganggap aku ingin bisa mengetahui apa yang masalah yang kau hadapi. Lebih baik kau enyah dari hadapanku. ucapnya kepada Amor?


lalu Amor bangkit dari tempat duduknya kembali ke dapur. "Cepat atau lambat aku akan mengetahui siapa kau sebenarnya." gumam Bernando dalam hati sembari meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang.


Sebelumnya Bernando sudah meminta kepada salah satu anak buahnya untuk mencari tahu siapa sebenarnya Amor, saat masih berada di rumah sakit. Tetapi orang suruhan Bernardo belum menemukan siapa sebenarnya sosok Amor.


Tiba-tiba saja suara Deringan ponsel Bernando terdengar jelas di telinganya. Ia melihat di layar ponselnya yang menghubungi dirinya adalah anak buahnya yang ia minta mencari tahu siapa sosok Amor yang sebenarnya.


"Katakan, apa kau sudah mengetahui identitas wanita itu? tanya Bernando di dalam sambungan telepon selulernya kepada anak buahnya.


"Tuan Tenang saja, aku sudah mengetahui semuanya.


"Nona Amor merupakan anak pemilik hotel Somerset yang ada di kota Manila. Tetapi Setelah Nona Ellen meninggal ibu kandung dari nona Amor, Tuan Daniel menikah kembali dengan nyonya Yuan lie seorang janda memiliki anak bernama Soraya.


Setelah menikah dengan nyonya Yuan lie dua tahun kemudian Tuan Daniel meninggal dunia. Dan di malam itu, Nyonya Yuan Lie dan Soraya mengusir Amor dari rumah milik kedua orang tua kandung Amor. Hingga saat ini Amor tidak tahu keberadaannya dimana." ucap asisten Bernando di dalam sambungan telepon selulernya.


Dan setelah memberitahu semuanya detail tentang Amor kepada Bernando. Ia langsung memutuskan sambungan telepon selulernya. kepada Bernando.


Bersambung......

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓


__ADS_2