
Apa kamu tahu, seluruh aset milik Ayah dan ibu ku sudah jatuh ke tanganku. Seluruh aset milik Ayah dan Ibu sudah menjadi atas namaku. Jadi kamu tidak bisa macam-macam lagi. ucap Amor yang mampu membuat Nyonya Yuan terkejut sambil menatap Amor dengan tatapan tajam.
"Tidak mungkin harta kekayaan milik suamiku jatuh keseluruhan ke tanganmu. Dan Lagian, aku tahu ayah kamu belum mengalihkan kepemilikan aset miliknya, menjadi atas nama kamu.
"Salah kamu sendiri tidak percaya. Apa kau mau lihat yang sebenarnya? tanya Amor sambil langsung mengeluarkan berkas yang ada di dalam map besar yang dipegang oleh salah satu anak buah Bernando.
"Kamu mau tahu kan, hal yang sebenarnya? Inilah yang terjadi. Kepemilikan aset milik Ayah dan ibuku sudah sah menjadi milikku. Jadi kalian berdua tidak ada hak lagi untuk tinggal di rumah itu, dan enyah dari perusahaan milik Ayah dan Ibuku.
Aku tidak Sudi melihat wajah wanita iblis seperti kalian berada di perusahaan milik ayah dan ibuku. Semua bukti-bukti sudah terkumpul. Kalian jangan khawatir, aku
akan menjebloskan ke dalam penjara.
Dan seluruh rekaman video pembicaraan kalian dengan Tuan Gani, sudah aku pegang dan saya sudan laporkan ke kantor polisi. Mau nyogok pihak kepolisian? so pasti kau tidak memiliki uang lagi karena Kartu kredit dan fasilitas lainya, yang kamu pegang keseluruhan sudah aku blok semua.
Karena itu masih di bawah naungan dari ayahku Tuan Daniel. Kau tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Selain kau menuruti apa yang aku inginkan. Kalau kamu tidak ingin masuk penjara. Jadi lebih baik kamu berpikir terlebih dahulu, sebelum melakukan tindakan.
Silahkan kamu sogok pihak kepolisian. Apa masih bisa atau tidak. Seperti hal yang kamu lakukan di masa lalu. Dengan menyatakan kalau kecelakaan yang menimpa Ibu ku murni karena kecelakaan. Bukan karena sabotase olehmu.
Tapi Tuan maha melihat. Ia akan mengungkap tabir kematian ayah dan ibuku, sehingga ia mengirimkan Bernando, Qori dan teman-teman lainnya, untuk mengungkap hal yang sebenarnya tentang kematian Ayah dan ibuku. Jadi bersiaplah kalian akan segera mendapat ganjarannya. Dan kalian akan merasakan bagaimana dinginnya Di balik jeruji besi." ucap Amor sambil menatap Nyonya Yuan dan Soraya secara bergantian.
__ADS_1
Terlihat soraya menundukkan kepalanya. lalu untuk kali ini, Qori yang angkat bicara. "Dan untuk kamu Soraya, kau telah berencana ingin membunuhku. Tapi Tuhan mengirimkan malaikat penolong untukku, agar aku selamat dari kecelakaan yang kau ciptakan itu.
"Ada Amor yang menyelamatkan nyawaku pada saat itu. Hingga kami pun dipertemukan menjadi seorang sahabat. Kau tidak mengerti dan paham apa itu artinya sahabat. Jadi kau mampu melakukan tindakan kriminal ini, terhadapku.
Padahal kita sudah lama saling kenal. Walaupun kau sudah lama mencintai Alex, tetapi apa bisa rasa cinta yang dimiliki Alex kamu paksakan, agar jatuh cinta kepadamu. Oh itu, tidak bisa. Karena rasa cinta yang kita miliki, tumbuh dengan sendirinya yang diberikan oleh Tuhan kepada kita, itu salah satu anugerah yang diberikan Tuhan.
Jadi kau Jangan berpikir, kamu bisa mengatur segalanya yang ada di dunia ini. Untuk menggapai segala apa yang kau inginkan Kau rela melakukan apapun, walaupun itu merugikan orang lain. Termasuk menghilangkan nyawa orang lain.
Bagaimana jika sebaliknya itu terjadi kepadamu? aku berencana untuk membunuhmu, apa yang harus kau lakukan? Apakah kau tidak ingin membalaskan dendam kepadaku? tapi apapun yang terjadi, aku tidak melakukan itu. Aku hanya memberikan pelajaran yang cukup berarti bagimu. Agar kau mengetahui mana yang benar dan mana yang yang salah.
Kalian berdua memang wanita yang sangat luar biasa. Seharusnya seorang ibu mengajarkan yang baik kepada putrinya. bukan mengajarkan untuk melakukan tindakan kriminal. Sungguh luar biasa, Baru kali ini aku bertemu dengan seorang ibu sepertimu, semasa hidupku tinggal di kota Manila ini. Baru kalian yang mampu melakukan tindakan kejahatan seperti ini ibu dan anak, sama saja. Sama-sama kriminal.
Sejahat jahatnya ibuku, kalau untuk melakukan tindakan kriminal, seperti yang kalian lakukan. Sepertinya ibuku tidak pernah melakukan hal seburuk itu. Walaupun dia kurang perhatian terhadapku. Tapi bukan malah aku ikuti apa yang menjadi, jejak buruk ibuku.
Bukan seperti itu merencanakan membunuh ayahku walaupun ayahku memiliki wanita lain selain ibuku. Justru ibuku hanya menuntut ayahku untuk adil memberikan kasih sayangnya kepadaku, dan juga anak dari istri pertama Ayahku. Bukan Malah memintaku membenci ayahku.
Aku justru sangat berterima kasih kepada ibuku. Walaupun dia jarang sekali mengungkapkan kasih sayangnya kepadaku. Tapi aku tahu, di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, dia pasti sangat menyayangiku. menurutku sudah sebaiknya kalian berubah Jangan merencanakan rencana kejahatan lagi.
"Tidak usah sok-sok menggurui ku. Aku tahu siapa Lara ibumu. Kau tidak perlu menasehati ku. Karena kau belum tahu apa-apa. Kau masih anak ingusan sok mau ngajarin aku pula. Jangan pernah ikut campur dalam urusanku dengan wanita pembawa sial ini.
__ADS_1
"Mengapa aku tidak bisa ikut campur?
Aku pasti ikut campur. Karena kalian juga sudah mengusik kehidupanku dan kehidupan sahabatku Amor. Walaupun kamu seorang orang tua, kalau kamu salah patut diingatkan. justru seharusnya Anda berterima kasih, ada yang mengingatkan anda untuk jalan. Di jalan yang benar.
Ingat Nyonya, karma dibayar tunai oleh Tuhan. Jadi jangan pernah melakukan tindakan yang bisa merugikan anda sendiri. Jika Tuhan berkehendak nyawa Nyonya bisa melayang saat ini juga tanpa ikut campur tangan kami."ucap Qori kepada Nyonya Iwan dan juga Soraya. Sementara Bernando masih diam saja mendengar unek-unek dari Qori Dan juga Amor, orang yang disakiti oleh Nyonya Yuan dan juga Soraya.
Sementara di tempat lain, Nyonya Alena tampak gelisah. Karena Putra dan menantunya tak kunjung pulang ke rumah. Apalagi setelah ia ketahui apa yang terjadi terhadap Amor. Nyonya Alena mencoba menghubungi nomor ponsel milik Bernando.
Tapi sepertinya Bernando tidak mendengar suara deringan ponselnya. Membuat Nyonya Alena semakin khawatir. Ia pun akhirnya menghubungi nomor ponsel Qori. Qori yang mendengar suara deringan ponselnya pun langsung meraih ponsel miliknya, dari tas sandang miliknya.
Ia Menatap layar ponselnya, kalau yang menghubungi dirinya merupakan Nyonya Alena. Ia langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Nyonya Alena. Berharap Nyonya Alena tidak terlalu mengkhawatirkan Putra dan menantunya.
"Hallo selamat sore Tante." jawab Qori di dalam sambungan telepon selulernya. "Selamat sore. Bagaimana apa Amor sudah kalian temukan?" tanya Nyonya Alena penuh selidik.
"Tante tidak perlu khawatir. Amor sudah ada bersama kita. Dan saat ini, nyonya Yuan dan putrinya Soraya sudah di tangan kami tante. Tante tidak perlu khawatir. ucap Qori di dalam sambungan telepon selulernya. mendengar jawaban dari Qori, akhirnya Nyonya Alena bernafas lega. Ia pun mematikan sambungan telepon selulernya setelah selesai berbicara dengan Qori.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya emak yang berjudul Antara Kutub Utara dan Selatan