
Bukan hal mudah bagi seorang Anjani, ia yang dulunya sempat pesimis akan masa depanya sendiri karena suatu masalahnya di masa lalu. Kini, ia telah bangkit dari masalah yang selalu menghantui dirinya. Dengan meninggalkan kota dan negara kelahiranya hanya untuk bertahan hidup, sekarang dengan usahanya yang keras dan pantang menyerah, seakan tak sia-sia melihat hasilnya sekarang, meski ia juga harus menunggu dalam waktu yang lama.
"Kita makan siang dulu, baru balik ke kantor." Ucap Anjani pada Lea di sela peninjauanya.
"Baik bu." Balas Lea.
Hampir 10 tahun lebih bagi dirinya meninggalkan kota dan negaranya. Dalam 10 tahun ke belakang tersebut adalah masa-masa tersulit bagi dirinya. Mengingatnya saja membuat hatinya begitu sesak, masa kelam tersebut sangat ingin ia lupakan semuanya, meskipun hal tersebut masih saja terbayang dalam dirinya hingga membuat dirinya menderita insomnia di sepanjang waktunya.
"Aku tidak tau akan selancar ini! aku harap peluncuran kali ini tidak ada hambatan."
"Saya juga sangat berharap seperti itu, kedepanya akan lancar dan tanpa hambatan. Tapi.. apa ibu yakin tidak mau tinggal disini?"
"Tidak ada alasan bagiku untuk tinggal disini, kalau urusanku selesai aku harus kembali ke amerika." Tegas Anjani.
__ADS_1
Lea tak membantahnya, ia hanya mengangguk kecil tanda menyetujui keputusan atasanya, tanpa bisa berkata lagi ataupun mencoba membujuknya, karena ia bisa memahami betapa sulitnya bagi Anjani untuk keluar dari rasa sakit akibat masa lalunya.
......................
"Pergilah, anggap ini penebusan dosa dari Ibu yang tak bisa memberikan hidup yang layak buatmu." Ia tersenyum getir mengatakan pada anaknya yang malang sambil memegang kedua tangan anaknya yang tengah gemetar ketakutan.
"Ibu tak menyalahkanmu..." Menatap nanar anak satu-satunya dengan tubuh lemahnya.
"Mulai sekarang hiduplah demi dirimu sendiri, berbahagialah dan jalani hidupmu dengan bebas." Ucapnya sembari tersenyum kecil dengan air mata yang mulai membasahi pipinya.
"Ibu gak pa-pa?" Tanya Lea melihat Anjani yang terlihat tak baik raut wajahnya.
"Aku tidak pa-pa, hanya merasa lelah." Ucapnya dengan nada sedikit berat. Entah kenapa nafasnya mulai berat dan jantungnya berdetak tak karuan.
__ADS_1
"Kita kembali ke apartemen ya bu?" Kata Lea melihat kondisi Anjani yang semakin tak baik.
"Em.. " Balasnya sambil terus memegang dadanya yang terasa sesak.
...****************...
Di tempat yang berbeda, menampakan wajah Johan yang sedikit menegang. Ia yang tengah beristirahat sejenak dari aktivitasnya, di buat terkejut ketika menatap layar ponselnya. Sebuah berita yang tengah hangat di bicarakan di komunitas online, ternyata membuatnya merasa khawatir juga kaget di saat bersamaan.
"Di luar dugaan! Apa Rama tau soal ini ya?" Gumamnya sambil menghela nafas panjangnya.
"Kenapa harus muncul sekarang sih?" Gerutunya lagi.
Bukan tanpa alasan bagi Johan yang merasa sedikit khawatir setelah melihat sendiri berita seputar Anjani yang tengah berada di indonesia. Ia yang mengetahui kisah sahabatnya pasti akan merasa dilema begitu mengetahuinya.
__ADS_1
Ia tau betapa sulitnya bagi sahabatnya untuk move on, meski ia tau itu bukanlah kesalahan Anjani sepenuhnya. Namun, ia yang mengetahui betapa sulit dan tersiksanya selama ini bagi Rama, membuat dirinya sebagai sahabat merasa ikut prihatin dan juga khawatir di saat bersamaan.