Hilang?

Hilang?
BAB 20 (Perasaan Dilema)


__ADS_3

Bersandar pada salah satu bangku tempat ia duduk di salah satu bangku yang dekat dengan ruang pasien, Rama terlihat lesu dengan ekspresi tak bersemangat dan beberapa kali menghela nafas.


"Dokter yang selalu tersenyum ramah kok lesu sih?" Ucap seorang rekan dokter menghampiri Rama yang tengah duduk.


Rama melirik ke arah sumber suara dan mendapati Diana yang sudah berada di sampingnya.


"Mungkin ini karena aku kecapean aja." Elak Rama sambil tersenyum.


Diana terdiam sejenak, dan menatap wajah Rama sekilas dengan ekspresi yang agak serius.


"Ada yang kamu pikirin ya?" Tebak Diana lalu menyodorkan sebuah minuman pada Rama.


"Ah terimakasih." Ucap Rama sambil menerima minumannya.


"Aku cuma kurang tidur aja, gak ada yang aku pikirin, apa kelihatan banget ya!" Ucapnya lagi sembari meminum minuman pemberian Diana.


"Banget, sejak di kantin kamu bengong terus, bahkan gak makan banyak, bohong banget kalau gak ada apa-apa. Tapi yaah.. itu sih bukanya aku mau ikut campur hanya khawatir aja melihat ekspresi kamu." Sambung Diana.


"Terimakasih, tapi aku beneran gak ada apa-apa kok." Balas Rama tersenyum menatap Diana.


Diana menatap Rama sejenak, terdiam beberapa detik lalu dengan cepat mengalihkan pandanganya ke depan. Terlihat sorot matanya seakan sedang memikirkan sesuatu dan penuh perkataan yang ingin ia ucapkan.

__ADS_1


"Hari ini kamu gak ada pasien?" Tanya Diana memecah keheningan.


"Kebetulan gak ada pasien yang mau di operasi lagi, hanya jadwal hari ini mengecek pasien di kamar 07 dan 10."


"Ah gitu.. emm.. " Diana menghentikan sejenak kata-katanya dan agak ragu untuk melanjutkan ucapanya.


"Apa hari ini kamu ada agenda lain sepulang dari rumah sakit?" Ucap Diana dengan agak ragu melirik perlahan wajah Rama yang berada tepat di sampingnya.


"Agenda lain?" Kata Rama agak bingung memiringkan kepalanya sambil mengingat jadwalnya hari ini.


"Sepertinya tidak ada, kenapa?" Ucapnya lagi.


"Itu.. sebenarnya aku mau meminta tolong." Kata Diana lagi dengan ekspresi agak malu.


"Tapi kamu jangan marah ya!"


"Ok." Meski agak bingung, Rama mengiyakannya.


"Sebenarnya aku agak malu buat ngomong, tapi.. ini soal mamaku.." Kata Diana lalu menatap Rama.


"Mama kamu pulang? kapan?"

__ADS_1


"Iya dia pulang kemarin dan dia nyuruh aku buat bawa kamu ke rumah. Ah.. tapi kalau kamu gak mau juga gak pa-pa kok." Ucap Diana dengan cepat.


"Emm.. hari ini ya.." Rama berfikir sejenak.


"Ok aku bisa, sampaikan pada mamamu kalau aku bisa datang." Jawab Rama sambil tersenyum ramah pada Diana.


"Jangan memaksakan kalau kamu gak bisa,kamu tau kan kalau kamu gak bakal bisa pulang cepat kalau sudah datang." Tekan Diana.


"Aku gak pa-pa kok, lagian sudah lama juga aku gak ketemu sama mama kamu." Kata Rama tak keberatan.


"Padahal bukan itu yang aku maksud" Gumam Diana dengan suara kecil hinga membuat Rama tak mendengarnya.


"Apa yang kamu gumamkan, kamu gak lagi menggerutu soal aku kan?"


Diana menatap Rama dengan memasang wajah cemberut. "Yah terserahlah, pokoknya kamu sudah janji bisa datang ya! kalau gitu aku mau ke tempat pasienku dulu." Ucap Diana bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menjauh.


"Nanti kita pulangnya bareng aja." Ucap Rama tiba-tiba hingga menghentikan langkah Diana.


"Ok." Balas Diana lalu melanjutkan langkahnya dengan ekspresi agak senang.


Begitu Diana menjauh dari hadapanya, terlihat Rama agak memikirkan sesuatu, seolah merasa dilema akan perasaanya.

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan!" Ucapnya dengan agak bingung.


__ADS_2