
Di salah satu ruang kelas, menampakkan kebisingan di tengah kosongnya jam pelajaran. Semua murid saling bercanda dan mengobrol di tengah jam kosong tersebut.
Ruang kelas yang bising seperti pasar di tengah murid-murid yang tengah saling bercanda tersebut, nyatanya tak membuat salah satu siswi yang juga berada di dalam ruangan tersebut merasa terganggu.
Ia seolah hanyut dalam kesunyianya sendiri dengan menatap lurus ke arah jendela di samping tempatnya duduk dan diam termenung di tengah keramaian kelasnya.
Gadis itu seolah tak tertarik akan aktivitas yang di lakukan oleh teman-temanya, apalagi niat di dalam dirinya untuk bergabung atau mencoba mendekat ke arah teman-temanya, seolah dirinya mempunyai dunianya sendiri.
Dalam keramaian tersebut, membuat dirinya seolah terasingkan dan terabaikan, padahal itu karena dirinya sendiri yang enggan untuk bergabung dengan teman-temanya dan memilih diam di tempat duduknya.
Meski sikapnya yang enggan untuk berbaur dengan teman-temanya dan juga cuek pada semua temanya, nyatanya tak membuatnya di benci atau di jauhi, mungkin alasan utamanya karena ia yang memiliki wajah yang cantik dan juga merupakan murid terpandai di kelas dan juga sekolahnya.
Ia yang memiliki reputasi baik di sekolah maupun di luar sekolah karena prestasinya tersebut begitu sangat di hormati dan di segani oleh teman-temanya dan juga guru di sekolahnya, terlepas sikapnya yang cuek dan juga dingin.
__ADS_1
...
Krrriiiiinnggg....
Bel berbunyi dengan panjangnya, menunjukan jam istirahat yang di sukai semua murid, anak-anak yang sedari tadi berisik karena jam pelajaran tengah kosong, saling berhamburan keluar dari kelas menuju kantin dan sebagainya asal tidak di dalam kelas.
"Jani, ke kantin yuk?" Ajak seorang siswi dengan akrabnya menghampiri siswi yang sedari tadi diam di tengah keramaian kelas.
Anjani, nama siswi tersebut. Ia menoleh pada teman yang menyapanya dengan akrab dan santainya.
"Ruang kepsek? Ngapain? Ah.. pasti urusan lomba lagi?"
Hanya anggukan kecil dari kepalanya yang mungil untuk menjawab pertanyaan temanya tersebut.
__ADS_1
"Ok lah, semangat ya! Aku ke kantin dulu ya kalau begitu. Bye.. " Ucapnya dengan ceria dan berlalu keluar dari kelas dan hanya meninggalkan Anjani seorang diri di dalam kelas.
Di samping itu, teman yang menyapa Anjani tersebut tengah bersama kedua temanya berjalan ke arah kantin sekolah.
"Kok kamu bisa sih dengan nyamannya bicara sama Anjani?" Teman yang berada di sampingnya merasa heran melihat Siva dengan akrabnya bicara dengan Anjani.
"Kenapa? dia baik kok, cuma agak dingin aja." Jawab Siva yang merasa tak merasa ada yang salah dengan apa yang dia lakukan.
"Aku tau, tapi aneh aja kamu bisa nyaman banget ngajakin dia ngobrol, aku aja kadang masih canggung sama dia."
"Bener, aku juga merasa gitu kalau di dekat dia. Apa ya? Auranya itu lho kaya mengintimidasi bukan sih?" Seru teman lainya.
"Aku juga begitu waktu pertama kali melihatnya, merasa terintimidasi karena pembawaanya yang anggun dan elegan, tapi semakin aku mengenalnya dia anak yang baik meski agak cuek orangnya." Jelas Siva.
__ADS_1
"Salut, rasanya cuma kamu deh yang paling nyaman ngobrol sama Anjani disini."
Siva hanya tersenyum simpul lalu merangkul kedua temannya, menggiring mereka untuk ke kantin dengan segera.