Hilang?

Hilang?
BAB 41 (Tolong, Berikan Aku Kesempatan)


__ADS_3

Apa yang membuatmu begitu tegas menolak, dengan yakin tanpa keraguan menatap diri ini, tak memberiku waktu, alasan, penjelasan bahkan kesempatan untuk menjawabnya.


Mata yang menatap tegas tanpa ada sedikit keraguan, dengan tatapan lurus dan ekspresi yang sangat serius itu kini tengah menatap wajahnya dengan penuh keyakinan.


Seolah menegaskan bahwa ada batas di antara mereka berdua. Meski jarak dia antara mereka yang saat ini cukup dekat, namun terasa sekali bagaimana gap di antara mereka.


Batas yang sangat ingin ia robohkan sejak lama itu, ternyata sangat sulit untuk di lakukan. Rasa penasaran itu muncul dari dirinya, tentangnya yang seolah tak ingin di dekati.


Aku tidak pernah menunggunya, aku hanya sedikit menyesal karena tak pernah berani mendekatinya. Aku juga tak pernah berharap banyak padanya yang hilang dari pandangan ini dalam waktu yang lama. Namun, yang ku inginkan hanya ingin dekat denganya jika di pertemukan kembali denganya.


"Kenapa? apa anda membenci saya?" Kata Rama pada Anjani yang kini tengah menatapnya dengan tegas itu.


"Tidak." Jawab Anjani dengan cepat lalu mengalihkan pandanganya ke depan.


"Jadi, tidak ada alasan buat anda melarang saya untuk dekat dengan anda kan?"Ujar Rama lagi.


Anjani kembali menatap wajah Rama dengan mengeryitkan alisnya.


"Saya memang tidak membenci anda, tapi saya merasa terganggu dengan itu." Jawab Anjani lagi.

__ADS_1


"Ah, maafkan saya, tapi lain kali saya akan lebih hati-hati lagi." Balas Rama tersenyum tipis menatap wajah Anjani.


"Anda tidak perlu hati-hati, hanya.. jangan pernah melakukan hal itu saja." Ucap Anjani, kembali mengalihkan pandanganya ke depan.


"Saya hanya ingin dekat dan akrab dengan anda. Apa itu tidak bo.."


"Aku yang merasa tidak nyaman dengan itu." Jawab Anjani kembali menatap Rama dengan tatapan serius.


"Saya minta maaf, tapi.. yang saya maksud itu hanya ingin sekedar akrab dengan anda." Balas Rama dengan nada rendah.


"Tidak perlu, aku tidak butuh itu, toh kita kan memang tidak sedekat itu, jadi.. lupakan saja dan berpura-pura lah tidak mengenalku." Ucap Anjani.


"Dulu, saya tidak berani melakukanya karena agak malu untuk mendekati anda. Tapi, sekarang saya tidak ingin begitu, karena itu.. saat ini saya mencoba memberanikan diri menyapa dan mendekati anda."


Anjani menatap kesal Rama dan membuang nafasnya kasar.


"Kenapa anda begitu ingin dekat dengan saya? apa itu karena rasa penasaran? rasa iba? ataukah rasa ketertarikan?"


Rama terdiam, mencerna pertanyaan itu sejenak.

__ADS_1


"Anda bahkan tidak tau harus jawab apa kan!, jadi.. lupakan itu dan jangan pernah lakukan apapun."


"Karena itu, tolong beri saya kesempatan! Kesempatan untuk dekat dengan anda, dengan begitu saya akan tau apa yang sebenarnya saya lakukan." Tegas Rama pada Anjani.


Anjani hanya menatap dingin Rama, dan sampai akhir ia tak menjawabnya dan meninggalkan begitu saja Rama seorang diri ketika Lea datang menghampiri dirinya untuk membawanya kembali ke dalam ruanganya.


Di samping itu, keberanian yang di lakukan oleh Rama seolah menjadi sia-sia dan kembali membuatnya berada pada perasaan dilema.


Keberanian yang ia tunjukan dan keyakinan akan keputusanya selama ini, kini seolah runtuh begitu saja, lagi-lagi tak ada perubahan yang berarti dari apa yang di lakukanya.


Keinginan untuk mendekat ke arahnya begitu sulit, melihatnya yang begitu gigih menolak kehadiran dirinya.


Namun, ada satu perubahan di dalam dirinya, keberanian dirinya untuk melaju satu langkah untuk mendekat ke arahnya. Satu perubahan yang pasti bagi dirinya yang sulit untuk sekedar berbicara dengan Anjani.


Kini, Rama memang tak berhasil mendekati Anjani, namun nyatanya itu tetap membuatnya merasa lega, karena baginya itu suatu kemajuan bagi dirinya, mengingat dirinya yang selama ini terlihat kesulitan untuk sekedar menyapanya.


"Hari ini, mungkin aku gagal. Tapi, lain kali aku pasti akan berhasil." Ucap Rama meyakinkan dirinya sendiri dengan senyum tipisnya.


Ia berdiri dari tempat duduknya setelah termenung cukup lama selepas kepergian Anjani dan kembali melanjutkan langkahnya ke ruanganya yang sempat tertunda karena berbincang dengan Anjani.

__ADS_1


__ADS_2