
Jam sudah menunjukkan pukul 09.00 pagi, Sahila yang sudah bangun kembali tertidur ketika mendapati dirinya yang masih mengantuk.
"Lima menit lagi." Gumamnya, kembali menarik selimut.
Sebuah nada dering ponsel yang berada di samping tempat ia tidur berdering dengan keras membuatnya kembali terbangun.
"Halo." Ucapnya tanpa menoleh ke layar ponsel.
"Sahila dimana kamu?" Dengan nada tingginya ia berbicara, membuat Sahila terlonjat kaget dan seketika membuatnya bangun dari tidurnya, lalu menoleh ke arah layar ponsel dan mendapati nama sang mama.
"Aish.." Rutuknya dengan ekspresi agak malas dan menyesal tidak melihat dulu siapa yang menelfonnya.
"Sahila kamu tidak jawab pertanyaan mama!" Kata mama Farah lagi.
Masih dengan ekspresi malasnya, Sahila terlihat enggan untuk menjawab pertanyaan mamanya yang pasti berujung sebuah omelan.
"Aku.. dirumah temen ma, aku lupa kasih tau mama kemarin. Maaf ya!" Jawab Sahila agak hati-hati dengan ekspresi malas.
"Kamu berani bohong ya sama mama! Tadi kakak kamu bilang sama mama, kalau kamu nginap di apartemen-nya."
Mendengar itu membuat Sahila tak berkutik dan mendengus kesal pada kakaknya yang sudah melapor pada sang mama.
"Iya aku mengaku salah. Kemarin itu aku habis ngerjain tugas, terus gak sengaja arahnya sama dengan tempat tinggal kakak, jadi aku mampir karena penasaran sama tempat tinggal kakak." Jelas Sahila dengan muka malas.
__ADS_1
"Pulang sekarang." Pinta mama dengan tegas dan tak menghiraukan penjelasan Sahila.
"Iish mama, apa salahnya sih nginap disini! kakak sendiri juga." Protes Sahila tak terima di marahi oleh mamanya.
"Mama bilang pu-lang, se-ka-rang." Seru mama Farah dengan penuh penekanan.
"Ok, aku mandi dulu."
Tuut..
Sambungan telfon terputus begitu saja.
"Mama ini masih saja menganggap aku anak kecil. Apa-apa di larang, apa'an coba maksudnya." Gumam Sahila masih dengan perasaan kesal.
"Aish.. aku benci mama." Gerutunya berlalu menuju kamar mandi dengan terus mendumel kesal.
Setelah beberapa saat, Sahila keluar dari kamar dan bergegas keluar dari apartemen kakaknya dengan penampilan yang sudah terlihat rapi.
"Aku laper." Gumamnya memegang perutnya yang keroncongan.
Dengan segera ia melangkah ke arah dapur, mencoba mencari makanan. Dan tepat ia berada disana, Sahila mendapati sebuah makanan yang sudah siap telah tertata rapi di atas meja.
Kakak sudah siapkan makan, makanlah dulu sebelum pergi.
__ADS_1
Begitulah bunyi teks yang di tinggalkan oleh Rama sebelum ia berangkat ke rumah sakit.
Tanpa babibu, Sahila pun langsung memakan makanan yang sudah di siapkan oleh kakaknya dengan lahapnya.
"Enak." Pujinya pada makanan buatan kakaknya tersebut.
Begitu perutnya sudah terisi, dengan berat hati Sahila melangkahkan kakinya yang terlihat enggan untuk pergi dari apartemen kakaknya, ekspresinya terlihat manyun tanda tak mau pergi dari sana, apalagi ke engganya pulang karena malas mendengar omelan mamanya nanti.
Sebelum pergi, ia meninggalkan sepucuk surat pada kakaknya yang ia tempel di pintu kulkas.
'Kak, aku pulang duluan ya! Makanannya enak, aku suka. Kakak emang pantas jadi kakakku, sempurna. Tapi, lain kali jangan lapor sama mama ya! aku di marahi habis-habisan nih sama mama - Dari Sahila yang imut.'
................
"Aku beneran pulang nih?" Gumamnya terlihat enggan untuk pulang.
Sahila yang sudah berada di depan mobilnya terlihat enggan untuk naik, ia berulang kali menghela nafas panjang. Mempersiapkan hatinya yang akan mendapat omelan dari mamanya begitu ia pulang nanti.
"Duh, bakal panjang hari ini! Kenapa hari ini lagi gak ada kelas sih! Aku kan jadi gak bisa buat alasan ke kampus." Gerutunya lagi.
Tiba-tiba arah pandangnya teralihkan ketika melihat seseorang berjalan di depanya yang tak sengaja ia lihat.
"Loh.. tunggu.. kaya kenal! Tapi dimana?" Seru Sahila tiba-tiba, melihat seseorang tersebut yang tengah melangkah di depanya.
__ADS_1
"Aku yakin kenal kok, wajahnya familiar banget. Tapi.. siapa ya?" Sahila memiringkan kepalanya mencoba mengingat sosok tersebut.
"Ah... aku ingat.."