
Malam hari pukul 21.00, terlihat seorang perempuan yang tengah menunggu dengan lelah kedatangan kakaknya. Berdiri di depan ruangan apartemen kakaknya membuatnya terlihat seperti orang yang kehilangan arah.
"Kakak lama banget sih pulangnya." Seru seorang gadis yang menggerutu kesal melihat kakaknya yang tak kunjung datang.
Ketika ia melihat kedatangan kakaknya yang tengah berjalan ke arahnya, ia dengan segera menghampirinya.
Rama yang mendapati adiknya Sahila tengah berdiri di hadapanya terlihat cukup kaget.
"Lho kok kamu disini?" Ucapnya kemudian dengan ekspresi agak kaget.
"Hai kak, aku udah lama nih nungguin kamu." Sapa Sahila dengan cerianya melihat kedatangan Rama.
"Aku mampir nih, boleh kan?." Kata Sahila lagi.
"Kamu udah ijin sama mama dan ayah gak kalau kamu disini?"
"Udah kok." Bohong Sahila.
"Sahila." Seru Rama menatap tak percaya adiknya.
"Aahh.. kakak, aku tuh cuma mau mampir doang, nanti deh aku akan bilang sama ayah dan mama. Jadi.. bukain cepet pintunya, aku udah kesemutan nih dari tadi." Rengek Sahila dengan ekspresi yang tak merasa bersalah sama sekali.
Rama hanya bisa menghela nafas melihat tingkah adiknya sambil melangkah menuju arah pintu apartemen-nya.
__ADS_1
Begitu pintu apartemen di buka, dengan segera Sahila masuk dan langsung membaringkan tubuhnya di sebuah sofa.
"Wah leganya, akhirnya aku bisa membaringkan tubuhku." Ucapnya dengan perasaan senang.
"Kamu udah lama disini?" Tanya Rama.
"Lama banget, hampir satu jam aku nungguin kakak pulang tau, sampe kesemutan kakiku. Mana kakak gak bisa di telfon lagi." Gerutu Sahila.
"Handfon kakak batrainya habis, tapi tumben kamu kesini?"
"Aku kan belum tau apartemen kakak, jadi aku datang kesini. Ternyata besar juga ya! udah gitu luas lagi." Ucapnya memandang kagum apartemen Rama.
"Oh iya kak, aku nginap disini ya! boleh kan? cuma sehari kok. Ya.. ya.. ya.." Pintanya sembari memohon.
Rama tersenyum simpul melihat tingkah adiknya.
"Yeah.." Teriaknya dengan gembira.
"Aku sayang kakak." Ucapnya lagi sambil berjingkrak dan membentuk sebuah hati untuk kakaknya hingga membuat Rama menggelengkan kepalanya karena lucu melihat tingkah adiknya.
Siapa sangka ia akan bertingkah kekanakan seperti ini, mengingat ia juga bukan lagi di usia remaja. Yang melihatnya pasti merasa ia masih remaja padahal dia sudah berusia 20 tahun. Meski usia mereka terpaut 12 tahun, namun hubungan keduanya tampak tak canggung dan terkesan dekat.
......................
__ADS_1
Hari semakin malam dan memasuki jam tidur, Rama yang beberapa hari selalu pulang malam cukup di buat kelelahan.
"Kakak selalu pulang jam segini?" Tanya Sahila melihat kakaknya yang pulang agak larut dengan raut wajah kelelahan.
"Gak juga, cuma kebetulan beberapa hari ini kakak selalu pulang agak telat karena terlalu banyak pasien."
"Dan sekarang wajah kakak terlihat lelah, pasti kakak bekerja tanpa istirahan deh." Ucap Sahila melihat wajah kakaknya yang menampakkan kelelahan.
Rama hanya tersenyum mendengarnya.
"Kamu udah makan belum? kakak udah pesen makanan nih."
"Belum, emang kakak pesen apa?"
"Em apa tadi ya! nasi goreng kayanya."
"Ok, mantap." Seru Sahila setuju dengan pilihan kakaknya.
......................
Hingga makanan keduanya sampai dan mereka menghabiskan makanannya. Dua kakak beradik itu terlihat mengobrol sejenak. Meski sudah memasuki usia dewasa yang terkadang membuat hubungan agak canggung dan merasa ada jarak untuk sekedar dekat atau bicara santai, nyatanya tidak untuk Sahila. Ia tetap dengan santai dan tenangnya bicara pada kakak yang terpaut jauh darinya tersebut. Sebuah hubungan yang harmonis antara keduanya.
Hingga tiba dimana keduanya akan tidur karena hari sudah terlalu larut dan membuat ngantuk. Karena kamar apartemen-nya haya satu, Rama terpaksa harus mengalah untuk sang adik. Ia membiarkan Sahila tidur di kamarnya dan ia memilih tidur di sofa panjang dekat ruang santainya.
__ADS_1
Berulang kali ia mencoba menutup matanya, ia terlihat kesusahan dan berkali-kali menghela nafas. Dalam keadaan yang gelap tersebut ia menatap lurus dengan tatapan kosong.
Ia menarik kembali selimutnya lalu menuju dapur mencari minum. Di sela minumnya tersebut, ia teringat kembali dengan kejadian di rumah sakit. Kejadian yang banyak membuatnya sangat kelelahan baik secara fisik maupun hatinya.