Hilang?

Hilang?
BAB 22 (Ketidakpastian)


__ADS_3

Jangan berharap dengan begitu kamu tidak akan terluka.


Jangan menunggu dengan begitu kamu tak akan sakit.


Dan jangan bertahan dengan begitu kamu tak akan kecewa.


Begitulah harusnya, namun kita tak pernah bisa mengontrol hati seseorang. Meski mereka tau itu akan sakit, nyatanya masih ada yang bertahan akan perasaan sepihaknya. Itu juga yang di rasakan oleh Rama dan Diana.


Sama-sama menyukai seseorang dalam waktu yang lama membuat hubungan keduanya sedikit rancu karena ketidakpastian. Meski sama-sama tertarik satu sama lain, namun nyatanya tak bisa membuat keduanya menjalin hubungan, karena di antara keduanya masih ada yang menyimpan keraguan. Keraguan akan perasaan mereka sendiri.


Apa yang membuat mereka bertahan? apa yang mereka tunggu? kepastian kah? apa benar begitu? apakah dengan itu akan membuat mereka lega? mungkin hanya keduanya yang tau.


"Bodoh, mau sampai kapan kamu begini? kamu kan tau kalau Diana menyukaimu! dan kamu juga suka sama dia. Buruan buat keputusan sebelum kamu menyesal."


Kata-kata Johan yang seperti itu selalu terngiang di dalam pikiran Rama, ia tau pasti apa yang mau ia lakukan, hanya saja masih ada yang sedikit mengganjal di hatinya dan itu beberapa kali membuatnya ragu untuk melangkah lebih jauh.

__ADS_1


Begitupun bagi Diana yang telah lama memendam rasa sukanya pada Rama sejak bangku kuliah, kini dia di buat bimbang pada perasaanya sendiri. Ia yang saat ini berada pada batas akhirnya, tampaknya sudah membuat keputusan dengan pasti, meski ia tau itu bukanlah hal yang mudah baginya dalam membuat sebuah keputusan tersebut.


Hal yang tak mudah bagi Rama dan Diana. Mereka yang sama-sama telah menunggu dalam ketidakpastian, kini seolah berada dalam kebimbangan untuk memutuskan suatu hal. Meski begitu, mereka tetap memutuskan hal tersebut karena tak ingin terus berada pada rasa penasaran dan perasaaan tak pasti.


...****************...


Flashback kediaman Diana, pukul 08.30 malam.


Duduk bersama di satu ruang makan, Rama dan keluarga Diana tengah berbincang dengan akrab di sela sela makan malam.


"Sudah berapa lama ya kamu tidak datang ke sini?" Tanya mama Diana pada Rama yang duduk tepat di hadapanya.


"Wah sudah lama juga ya, tapi tante senang lho kamu bisa datang kesini." Ucap mama Diana dengan perasaan senang.


"Padahal kata Diana, tante baru datang kemarin, tapi sudah menyiapkan makan sebanyak ini."

__ADS_1


"Ini bukan apa-apa, tante hanya merasa excited karena mau ketemu sama kamu lagi."


Rama hanya tersenyum mendengar keramahan demi keramahan dari orang tua Diana, terutama mama Diana yang terlihat begitu menyukainya.


"Kalian masih belum ada kemajuan?" Di tengah keramahan tersebut, sejenak terasa sunyi ketika papa Diana menanyakan kemajuan perihal hubungan Rama dan Diana.


"Pa, apa sih yang papa ucapkan. Jangan buat Rama gak nyaman dong." Diana dengan segera mencoba menghentikan papanya yang telah membuat suasa tak nyaman dan beberapa kali melirik ke arah Rama dengan perasaan tak enak.


Mendengar ucapan tersebut, ternyata membuat Rama terdiam dengan perasaan serba salah. Bibirnya tertutup rapat tak bisa membalas dengan tegas pertanyaan papa Diana. Ekpresinya juga menyiratkan kebingungan, namun tetap mencoba untuk tersenyum.


"Duh papa, biar mereka yang menentukan hubungan mereka sendiri, kita para orang tua hanya perlu mendukungnya." Di tengah-tengah ketidaknyamanan suasana tersebut, ada mama Diana yang telah menyelamatkan suasana.


"Makan lagi yang banyak." Ucap mama Diana pada Rama yang tampak kesulitan.


Keduanya tersadar baik Rama maupun Diana, pertemuan yang tak di rencanakan tersebut dengan obrolan yang banyak telah memberi sedikit pencerahan bagi keduanya. Dengan harapan yang terbaik bagi mereka masing-masing.

__ADS_1


"Kalau suka coba lebih serius." Begitulah perkataan papa Diana yang tampak cuek namun penuh perhatian pada Diana juga Rama.


Mungkin, karena hal tersebut membuat keduanya yakin mengambil sebuah keputusan yang selama ini tertahan akan keraguan. Bertahan atau Melepaskan, mungkin hanya itu pilihanya bagi mereka yang masih ragu.


__ADS_2