
Pukul 07.00 Pagi, terlihat Anjani yang sudah berpakaian rapi tengah bersiap menuju kantor,setelah kemarin ia tak bisa pergi mengingat kondisinya yang kurang baik. Hari ini merupakan hari pertama baginya yang akan berkantor di sini. Di temani Lea yang sudah ia anggap keluarganya sendiri, ia akan berada di Indonesia hingga beberapa bulan ke depan sebelum akhirnya nanti kembali lagi ke new york.
Selain mendirikan pabrik dan pengenalan peluncuran produk terbarunya, ada alasan lain yang membuatnya memutuskan untuk kembali ke negara ini. Negara yang telah lama ia tinggalkan dalam waktu yang lama.
"Selain ke kantor untuk bertemu para pegawai kantor pusat, hari ini ibu juga ada agenda lain yaitu meninjau pabrik yang ada di kota semarang dan rapat dengan para investor." Jelas Lea pada Anjani yang tengah bersiap menuju kantor.
"Baiklah, kalau begitu kita harus segera pergi karena jalanan akan macet." Ucap Anjani berjalan terlebih dahulu di ikuti oleh Lea di belakangnya.
Berada di satu mobil yang sama dengan terus berkutat pada pekerjaanya di tengah keramaian kota yang tak pernah padam ini, keduanya terlihat tak memperdulikan hal yang berada di sekitarnya. Meski cuaca cukup terik di pagi hari, atau meski jalanan macet yang menghambat perjalanan dan bisingnya suara kendaraan yang memekik telinga tak begitu berpengaruh bagi mereka, yang seolah sudah terbiasa dan bersahabat dengan hal tersebut.
"Apa ibu tidak lupa meminum obatnya, soalnya saya takut kejadian kemarin terulang lagi." Kata Lea di tengah-tengah obrolan mereka.
"Sudah, aku juga sudah membawanya di tasku." Jawab Anjani.
"Maaf.. saya tadi lupa menanyakanya, harusnya saya persiapkan terlebih dulu sebelum kita berangkat, tapi syukurlah kalau ibu sudah meminum dan juga membawanya." Ucap Lea dengan perasaan lega dan sedikit menyesal karena ia lupa untuk menyiapkan obat untuk Anjani.
"Tidak apa, aku juga tadi kebetulan ingat karena obatnya gak sengaja terlihat oleh mataku." Balas Anjani dengan tersenyum pada Lea yang duduk di sampingnya.
"Kamu sudah sarapan kan?, Jangan bilang kamu lupa sama sarapanmu sendiri karena menyiapkan sarapanku sejak pagi."
__ADS_1
"Tidak kok bu, saya sudah sarapan."
"Bagus kalau begitu, tapi lain kali sarapanlah denganku." Pinta Anjani.
"Baik." Jawab Lea dengan perasaan senang.
...****************...
Di salah satu ruangan khusus tempat para dokter bedah untuk istirahat setelah menyelesaikan operasi. Terdapat beberapa dokter yang tampak mengistirahatkan tubuhnya sejenak setelah berhasil melakukan tugasnya.
"Dokter Rama, dokter.." Panggil salah seorang rekan dokter Rama yang terlihat melamun.
"Saya cuma mau memberi ini." Jawab rekanya yang kemudian menyodorkan sebuah kopi padanya.
"Terimakasih." Balas Rama sambil menerima kopi pemberian rekannya.
"Dokter lagi ada masalah?"
"Enggak kok, memangnya kenapa?" Jawab Rama sambil tersenyum ramah seperti biasanya.
__ADS_1
"Enggak, habisnya dari tadi anda melamun terus."
"Oh mungkin karena aku kurang tidur."
"Dokter pasti kecapekan kan? dari subuh sudah berada di sini lalu di suruh langsung operasi. Mana belum sarapan lagi."
Rama hanya tersenyum simpul mendengar perkataan beberapa rekanya.
"Mumpung tugas kita sudah selesai, kita ke kantin yuk, setidaknya isi perut kita."
"Iya bener, dokter gak mau ikut?" Ucap salah seorang rekannya merujuk pada Rama.
"Ah.. kalian duluan aja, nanti aku nyusul."
"Baiklah, tapi dokter harus ke sana ok! Jangan melewatkan sarapan lho soalnya itu penting. Kita duluan ya dok."
"Iya kalian duluan aja, nanti aku akan nyusul kesana." Balas Rama sambil tersenyum pada semua rekan-rekanya.
Setelah hanya ia sendiri yang berada di ruangan tersebut, sejenak menyenderkan kepalanya dan menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Aku gak bisa fokus.." Gumamnya sambil menatap langit-langit dengan tatapan kosong.