Hilang?

Hilang?
BAB 38 (Di Antara 2 Pilihan)


__ADS_3

Meski cuaca tampak cerah, namun terlihat mendung bagi seseorang. Langkahnya begitu berat dan menampakan ketidak nyamanan hingga beberapa kali menghela nafas panjang.


Melangkah demi melangkah menyusuri ruangan dengan ekspresi yang menunjukkan kesedihan juga kebimbangan.


Apa yang harus ku lakukan? Aku hanya ingin dekat dan menyapanya, kenapa bahkan itu sulit ku lakukan. Sebenarnya, kenapa aku begini?...


Rama tak akan pernah membayangkan bahwa akan sesulit ini hanya untuk dekat dengan seseorang. Meski ia cukup ramah dan terkesan lembut, nyatanya hanya pada satu orang yang membuat ia susah untuk mengakrabkan diri dan juga mengekspresikan dirinya.


Apa aku bertahan hanya untuk ini? Sebenarnya, untuk apa aku bertahan selama ini? Dan apa yang ku pertahankan selama ini? Sepertinya ini pertama kalinya aku begini...


"Lho kok, kamu masih disini?" Ujar Johan melihat Rama yang masih berada di rumah sakit ayahnya ketika ia tengah menggandeng mamanya keluar dari rumah sakit.


Rama sedikit terkejut begitu melihat Johan dan mendapati ia yang tengah menggandeng mamanya.


"Lho, tante pulang hari ini?" Sapanya pada Lisa, mama Johan.


"Iya tante pulang hari ini." Balas tante Lisa.


"Apa tante sudah baikan?"


"Sudah, tante gak betah lama-lama di rumah sakit."


Rama mengangguk mengerti dengan senyum tipisnya.

__ADS_1


"Tapi, kamu kok ada disini? apa sekarang kamu pindah kesini?" Tanya tante Lisa kemudian.


"Ah, enggak kok tante. Tadi hanya bantu gantiin ayah sebentar."


"Oh.."


"Ayo bawa mamamu ke mobil." Seru Samuel pada Johan yang terlihat masih khawatir melihat kondisi istrinya. Sepertinya papa Johan tak ingin membuat istrinya berdiri terlalu lama.


"Aku pergi duluan ya." Ucap Johan pada Rama yang mengerti maksud dari papanya.


"Em.. hati-hati ya." Balas Johan.


Ia menatap mereka sejenak sebelum akhirnya berbalik, namun ketika ia membalikkan tubuhnya, ia di buat terkejut dengan tak sengaja menabrak seseorang di depanya.


"Diana" Ucapnya begitu melihat orang yang bertabrakan denganya.


"Iya, aku memang izin cuti. Aku disini di minta ayah untuk bantuin dia. Tapi, kok kamu ada disini?"


"Ah, itu.. aku tadi habis jengukin tante Lisa. Aku tadi ke toilet sebentar dan sekarang aku mau balik ke rumah sakit."


"Aku antar sampai depan."


"Eeiih gak usah, bukanya kamu disini lagi bantuin ayahmu?"

__ADS_1


"Iya sih, tapi kebetulan lagi gak ada pasien. Jadi, aku antar ke depan. Kamu bawa mobil kan?"


"Iya aku bawa mobil."


Keduanya pun melangkah beriringan bersama keluar rumah sakit. Di tengah itu, mereka sedikit berbincang untuk mengurangi kecanggungan.


"Kamu habis cek pasien?" Ujar Diana melihat Rama yang masih memakai seragamnya.


"Iya. Tapi, kamu tau dari mana mama Johan di rawat disini?"


"Ah, sebenarnya aku gak sengaja tau dari Citra. Dia yang cerita sama aku kalau mama Johan lagi di rawat." Jelas Diana.


"Benar juga, Citra kan tetanggaan sama Johan."


...****************...


Di samping itu, di dalam sebuah ruangan. Terlihat seseorang yang tengah berbaring seorang diri di dalam ruanganya. Ia menatap lurus langit-langit di depanya dengan tatapan penuh banyak fikiran.


Melihatnya terdiam dan terkadang menghela nafas kecil, memperlihatkan ia yang tengah di landa bingung.


"Jadi dia satu sekolah denganku?"


"Benar, dari informasi yang saya dapatkan seperti itu. Dia tidak sekelas dengan anda, tapi satu angkatan dengan anda. Dia juga pernah terlibat satu kali dalam kegiatan yang sama dengan anda, yaitu lomba olimpiade IPA."

__ADS_1


Mengingat isi pembicaraannya dengan Lea, lagi-lagi hanya membuatnya menghela nafas.


Tatapanya dingin dengan ekspresi yang terlihat begitu serius. Entah apa yang di fikirkan dari kepalanya yang mungil itu.


__ADS_2