Hilang?

Hilang?
BAB 5 (Pertemuan Pertama)


__ADS_3

"Halo, aku Rama salam kenal." Sapa Rama dengan senyum ramahnya mengulurkan tanganya pada Anjani begitu keluar dari ruang kepala sekolah.


Anjani tak menjabat langsung uluran tanganya, ia memandang sejenak tangan yang di depanya.


"Anjani." Jawabnya kemudian dan membalas uluran tangan tersebut.


Rama tersenyum melihat uluran tanganya di sambut meski sempat sanksi karena melihat Anjani yang tak langsung menyambut uluran tanganya.


"Senang bertemu denganmu, semoga kita bisa bekerja sama dalam olimpiade kali ini." Ujar Rama lagi.


Namun, Anjani hanya diam tak membalas ucapan tersebut dan hanya memandang datar wajah Rama hingga membuat Rama merasa canggung dan malu sendiri.


"Ehem, kalau gitu sampai bertemu di perpustakaan ya!" Ucap Rama sambil memegangi tengkuk kepalanya untuk menyembunyikan rasa canggungnya.


"Aku pergi dulu." Ucapnya lagi dengan ekspresi bingung harus berkata apa lagi, ia pun perlahan pergi dari hadapan Anjani sambil tersenyum pada Anjani dengan canggungnya meski tak satupun mendapat respon darinya.


Selepas kepergian Rama, Anjani sedikit menghela nafasnya dan perlahan melangkahkan kakinya menjauh dari ruang kepala sekolah dan berjalan tepat di belakang punggung Rama.


Sebuah perkenalan yang agak canggung bagi mereka dalam pertemuan pertama secara langsung.

__ADS_1


......................


Sebuah ruangan yang paling sunyi dan tenang di sekolah, yaitu perpustakaan. Ruangan yang mengharuskan siapapun untuk tenang dan sunyi, karena merupakan sebuah ruangan yang biasa di gunakan para murid untuk membaca ataupun belajar.


Disinilah Anjani dan Rama biasa menghabiskan waktunya dalam belajar untuk persiapan lomba.


Kecanggungan terkadang menyelimuti aktivitas mereka. Karakter yang berbeda ini di satukan dalam lomba adalah hal di luar dugaan, meski penyatuan mereka karena alasan keduanya yang merupakan murid terpandai di sekolah dan juga angkatannya.


Jika biasanya keduanya melakukan individu dalam lomba-lomba yang biasa mereka ikuti, namun lomba kali ini keduanya di pasangkan.


"Apa kamu merasa tidak nyaman kita belajar di perpustakaan sekolah?" Dalam suasana canggung itu Rama sedikit membuka obrolan di tengah aktivitas belajar mereka.


Anjani menghentikan aktivitasnya yang nampak sedang menulis, dan mengarahkan pandanganya pada Rama yang tepat berada di depanya.


Namun, tiba-tiba Anjani menutup semua buku-bukunya dan sekilas melihat jam di tanganya dengan ekspresi yang nampak terburu-buru.


"Aku sudah menyalin dan menulis sebagian, pembahasanya di lain waktu. Hari ini aku hanya bisa sampai sini." Ucap Anjani pada Rama lalu bergegas pergi sambil memandang jam di tanganya, yang bahkan ia tak memberi Rama kesempatan untuk membalas ucapannya.


"Yah.. mau di apakan kalau dia terlihat buru-buru." Gumam Rama melihat kepergian Anjani meski sebenarnya ia juga merasa kaget dengan kepergianya yang tiba-tiba.

__ADS_1


Karena sepertinya sudah hampir sore, ia juga memutuskan untuk menyudahi dan menutup kembali bukunya.


"Sudah selesai, aku jamuran nungguin kamu. Katanya cuma satu jam!" Ucapan Johan mengagetkan Rama yang keluar dari perpustakaan.


"Aku juga gak tau jadi lama, lagian aku gak nyuruh kamu buat nungguin aku deh."


"Sengaja, habis aku bosan dan lagi malas pulang ke rumah."


"Kenapa lagi!, pasti ribut sama keponakanmu deh."


"Itu juga sih, tapi emang lagi gak mau pulang aja. Aku main ke rumahmu ya?"


"Cih, yasudah."


...****************...


Waktu berlalu begitu cepat, dan telah menunjukkan pukul 16.00, dengan langkah berat dan engganya ia melangkahkan kakinya untuk pulang ke tempat yang sangat ingin ia hindari, tempat yang nampak bagai neraka baginya.


Ia duduk sejenak di sebuah halte bus sambil memandang lurus pemandangan di depanya yang menampakkan aktivitas kendaraan yang tengah berlalu lalang.

__ADS_1


Menghirup udara kebebasan sejenak sebelum masuk ke dalam tempat yang akan mencekik lehernya itu.


Anjani, bagai boneka hidup dalam kehidupanya sendiri.


__ADS_2