Hot Duda Dan Perawan Tua

Hot Duda Dan Perawan Tua
Mengantar David


__ADS_3

Hari ini adalah hari kompetisi catur yang diikuti oleh David. Remaja itu telah bersiap dengan mantap.


"Selamat pagi ..."


Megan datang menyapanya. Wajah wanita itu telah kembali ke mode biasa.


Megan tidak banyak menjelas tentang situasi kemarin namun berusaha sebaik mungkin agar anak ini tidak merasa takut lagi padanya. seperti yang dikatakan oleh Morgan, jangan membiarkan David berpikir sesukanya.


"Bunda akan menemanimu hari ini."


"Tidak perlu tante, kau pasti punya banyak pekerjaan."


Bukan karena tidak enak untuk menyibukkan ibu tirinya, tapi David sudah memahami banyak hal tentang siapa ibunya ini setelah mendatangi perusahaan kemarin. Wanita yang dinikahi ayahnya ini memiliki segudang kesibukan yang sangat serius.


"lalu siapa yang akan menyemangatimu kalau bunda tidak ada? Ayah juga tidak di sini."


"Tante mungkin lupa, aku punya dua teman baik. Mulai sekarang urus saja urusan masing-masing, anggap saja aku tidak ada."


Apa maksud bocah ini? Ini sungguh tidak bisa dibiarkan. Anggap dia tidak ada? Jangan mimpi!


Sikap acuh David menunjukkan bahwa dirinya tidak ingin peduli dengan Megan. Terlepas dari apa yang wanita itu perbuat kemarin.


Bukan Megan namanya kalau tidak berhasil dalam memaksakan kehendaknya. David, anak itu sedang berada di mobil yang sama dengan Megan saat ini.

__ADS_1


"Tante, jangan buang-buang energi bersikap baik padaku. Aku tidak akan tersentuh."


"David, yang kau lihat kemarin tidak seperti itu. Bunda tidak mungkin membunuh. Bunda hanya menakut-nakuti tante Gea."


"Hah! Mana ada penjahat yang mau mengakui kejahatannya."


"Oke, maaf kalau bunda telah menakutimu. Tapi bunda hanya ingin memberinya pelajaran. Dia mengatakan hal buruk tentang suami dan anak-anak bunda. Apa bunda tidak berhak marah?"


"Apa tante yakin sedang melindungi harga diri kami? Kenapa?" David terdengar sedikit adem. dia mulai melunak.


"Apa kau percaya jika bunda bilang sangat menyayangi kalian?"


David terdiam sejenak..


"Sayang? Hah! Mustahil ada ibu tiri di dunia ini yang sungguh-sunggih menyayangi anak dari suaminya. Yang jelas ayah sedang memikirkan masalah ini. Tante bersiaplah karena rumah tangga kacau ini akan segera berakhir. Memamg ... rumah tanpa pondasi yang kuat tetap akan runtuh pada saatnya."


"David, bunda mengerti kau tidak percaya. Tapi ... bunda sangat bersyukur memiliki kalian berdua. Okey, awalnya bunda sangat tidak ingin menikah apa lagi melahirkan anak. Tapi ... dengan adanya kau dan Erick, bunda sangat senang. Hari-hari terasa lebih berwarna dan rasanya sangat seru."


"Heh! Seru? Memangnya taman bermain? Sudahlah Tante, aku tidak tersentuh sama sekali mendengar isi hatimu yang serba palsu itu."


Mulut bocah ini sungguh pedas. Apa dia kebanyakan makan cabe? Baiklah, akan kutunjukkan ketulusanku secara terang-terangan.


"Nak, itu Roy sama Gio sudah menunggumu." Megan menghentikan mobilnya.

__ADS_1


"Baiklah, terima kasih tumpangannya. Ingat, jangan muncul dipertandinganku dan mengacaukan konsentrasi."


"Gerutumu sungguh menggemaskan sayang. Semoga menang ya ..."


David hanya menggeleng lalu keluar dari mobil tanpa menyalami bundanya. Tangan Megan bahkan sudah menggantung siap untuk disalami.


Pertandingan akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Karena anak itu tidak ingin ditemani, Megan menghargai itu dengan lapang dada.


Mengantar anak di hari pertama kompetisi, sudah. Mengerjakan pekerjaannya juga sudah beres. Satu yang belum, yaitu menyenangkan suami.


Megan menghubungi Morgan melalui panggilan telepon.


[Ya, Nona Megan!]


[Dok, katakan apa yang harus aku bawa? Aku sedang bersiap untuk terbang ke sana menemuimu.]


[Bawa dirimu saja. Yang aku butuhkan hanya ... full service.]


.


.


GASS MEGAN!

__ADS_1


guys... dikit dulu ye...😉


jangan lupa jempol kalian beraksi ya😁


__ADS_2