Hot Duda Dan Perawan Tua

Hot Duda Dan Perawan Tua
Harinya Erick Erlangga


__ADS_3

Makasih dong buat kalian yg udah doain dan ucapin selamat buat Erick😁😁


.


.


Acara ulang tahun si sulung berlangsung heboh hingga malam hari. Kediaman lama yang biasa sunyi sepi itu kini ramai penuh dengan warna seragam putih abu-abu.


Entah siapa yang merancang acara seperti ini, Erick mengakui bahwa ini adalah kejutan ulang tahun terspektakuler pertama untuknya.


Tahun lalu, ia pernah diberi kejutan selamat dari teman-teman sekolahnya berupa sepotong lilin putih yang dinyalakan. Kesederhanaan yang cukup mengharukan.


Seseorang berseragam pelayan kemudian mendekat dengan membawa cake blackforrest di tangannya.


Megan menyambut itu serta tidak lupa mengucapkan terima kasih.


Erick menatap dalam sosok wanita yang sudah berperan sebagai ibunya selama beberapa bulan terakhir ini. Banyak hal yang rasanya ingin ia katakan tapi ia merasa tidak mampu untuk berkata.


Ingin bilang maaf, ingin mengucapkan terima kasih, ingin mengatakan bahwa hatinya sudah menerima keadaan ini, bersedia menganggap Megan sebagai ibunya. Tapi, entah harus bagaimana mengatakannya.


"Sayang, tiup lilinnya."


Nah, kata 'sayang' inilah yang selalu terngingang - ngiang. Erick mengikuti permintaan Megan lalu meniup lilin-lilin kecil yang tertancap diatas cake yang berada di tangan ibunya. Ia belum bisa mengatakan apa-apa.


Tidak hanya Erick, semua teman-temannya beserta seluruh keluarga juga terlihat ikut senang. Entah mereka tulus atau hanya terpaksa, hanya hati merekalah yang menyadarinya.


Oh Tuhan, si tampan ini sudah sembuh.


"Mah, bagaimana ini? Dia sudah sembuh. Lebih baik dia saja dari pada David. Si David itu terlalu kaku dan membosankan." Rana berbisik di telinga ibunya, Gea, yang tampak tidak ingin menanggapi tawar menawar dari putrinya ini.


"Kita lihat dulu siapa yang menjadi kesayangan tante Megan. Mama yakin diantara keduanya ada yang paling diandalkan oleh tantemu." jawab Gea pada akhirnya. Masih mempertimbangkan dengan matang antara David atau Erick, mana yang paling tepat menjadi menantu masa depannya. Jangan sampai gegabah dan salah pilih, pikirnya.


"Trima kasih, sayang. Kamu sudah bisa melangkah tanpa bantuan apapun." rasanya tangis akan benar-bebar pecah, namun Megan menahan itu sebab ini adalah moment bahagia yang seharusnya tidak diwarnai dengan air mata.


"Ya, ya ya... aku tahu. Semua orang yang peduli padaku akan bahagia melihatku sembuh." Erick mengambil satu tangan Megan. Jantungnya berdebar kencang dan rasanya sangat tidak tertolong. "Bunda, aku ... menerimamu menjadi ibuku mulai hari ini." dari sekian rangkaian kata yang ingin ia ungkapkan, kalimat ini menjadi pilihan untuk keluar lebih dulu. Dada yang terasa sesak membuat matanya mengeluarkan tetesan cairan bening.


Semua mata tertuju pada keduanya.


Megan mengusap air mata remaja itu dengan lembut, ia tersenyum dengan bibir bergetar menahan rasa.

__ADS_1


"Meski kau tidak mengatakannya, aku memang ibumu, dan ... akan selalu seperti itu." bahagia. Itulah yang tergambar di wajah Megan berlian. Kebahagiaan tak terkira ini akhirnya mampu membuat ait matanya jatuh walaupun tidak menangis.


Erick memeluknya, wanita kesayangan ayahnya itu. Ia tidak malu lagi jika semua teman tahu bahwa status wanita ini hanyalah ibu tirinya. Ia tepis perasaan malu itu jauh-jauh. "Bunda, tolong sayangi aku dengan tulus."


Megan mengiyakan permintaan itu dalam hati. Bahkan untuk mengangguk saja ia tidak sanggup.


Aku bersedia sayang,


Merasakan pelukannya di balas dengan sangat erat, Erick menyimpulkan itu sebagai jawaban 'iya'.


"Bunda, boleh ajukan permintaan padaku, satu saja. Aku akan memenuhi permintaan Bunda."


Keharuan itu berakhir kala Erick menawarkan satu permintaan bunda Megan yang dia akan turuti. Ia sangat yakin jika wanita ini memiliki banyak permintaan penting untuknya.


Morgan mendekat dengan membawa tepukan tangannya yang membuat semua orang ikut bertepuk tangan. Wajah prianya Megan itu tampak sangat legah dan tenang.


"Sekarang kau mulai melupakan ayah?"


"Sayang, jangan ganggu dulu. Kami belum selesai." sela Megan. Morgan mengacaukan momen manis ini.


"Sayang, tidak bisakah dua permintaan?" Megan mulai bernegosiasi.


Sorry baby M, bunda tidak bisa meminta kakak menerimamu sekarang. Ada hal yang lebih penting untuk saat ini. Megan diam-diam mengelus perutnya yang masih rata.


"Bunda minta ... mulai malam ini, kita akan tinggal di rumah ini." Megan ucapkan permintaan itu dengan sangat hati-hati.


"Apa tidak ada permintaan lain?" Erick meminta bundanya untuk mengganti permintaan lain. Ia tidak pernah mengira ibu sambungnya akan meminta hal ini.


"Kau sudah berjanji sayang, sekarang tepati janjimu." si buyut tidak mau kalah, ia ikut bergabung dengan keluarga kecil cucunya yang sedang harmonis saat ini.


"Baiklah kalau itu yang Bunda inginkan." jawab Erick setelah terdiam beberapa saat.


Sekali lagi terdengar suara tepukan tangan dari semua orang yang mengelilingi keluarga kecil itu.


David mengamati wajah kakaknya itu dari jarak dekat. Ia mencari - cari adakah kepalsuan di wajah sok tampan abangnya ini? David tidak menemukan jawabannya.


Apa yang membuat kakak tiba-tiba begini? Apa kakak sedang meniru aku? Mungkin saja kakak merasa kesal karena bunda terus memberi aku kasih sayang tanpa batas. Hahh! Baby M benlum lahir tapi sudah muncul saingan berat. Astaga...


Megan kembali tersenyum bahagia. "Sayang, bunda punya hadiah untukmu. Berjanjilah untuk senang menerimanya."

__ADS_1


Erick memgangguk tidak sabar. Ia menadah tangan. "Berikan hadiahku, Bunda."


Hanya dengan sekali menjentikkan jari, Megan membuat semua orang terperanga seketika, termasuk Erick.


Semua orang hanya mengira bahwa tirai-tirai yang membentang merupakan bagian dari dokorasi yang memang terlihat seperti itu. Siapa sangka dibaliknnya ada tribun yang memayungi sebuah mobil sport berwarna abu gelap mengkilap.


"Itu hadiahmu sayang.." Megan memberi kode dengan gerakan satu alisnya, meminta anak itu menghampiri mobil baru yang dimaksud.


"Ini tidak lucu, Bunda." Bukan menolak, tapi Erick merasa ini sangat berlebihan. Dia tidak pantas memilikinya.


Benar! Ini sangat berlebihan. Bunda tidak mendiskusikan ini denganku. Belum apa-apa David sudah mensearching harga terbaru mobil di depannya ini melalui google di ponselnya dan menghitung berapa uang yang telah ibunya itu keluarkan hanya untuk sebuah hadiah sweet seventin.


Bunda sungguh pemborosan.


"Kau sudah berjanji untuk senang dan menerimannya." Megan menyerahkan sebuah box kecil berikat pita berwarna putih, persis seperti kotak perhiasan. Erick membukanya dan menemukan kunci mobil disana. Dia tak percaya ini.


Melihat ke sekeliling, tampak teman-temannya masih tercengang. Tentu saja mereka tidak mudah mempercayai ini. Tak sengaja, mata Erick bertemu dengan kedua mata milik sang mantan kekasih hatinya.


"Terima kasih Bunda, aku menerima hadiah ini." ucapnya kemudian, tanpa mengalihkan pandangannya dari beradu tatap dengan gadis yang telah menghinatinya itu.


Dari sisi lain, Gea mengamati. "Fix, Erick adalah kesayangan. Rana, kencangkan tali kasutmu, kejar dia sampai dapat." Tarana si gadis penurut, tersenyum puas.


Yessss. Akhirnya aku berhenti mengejar David yang tak berperasaan. Kak Erick, bersiaplah!


Kemeriahan itu berakhir saat semua tamu puas menikmati berbagai kelezatan dari hidangan yang tersuguhkan.


"Sayang, kurasa kau mulai tidak waras. Untuk apa menghadiahi anak dengan mobil sebagus itu? Apa yang Kau pikirkan?" Morgan tidak lantas diam saja. Ia mulai menginterogasi istrinya setelah kepulangan semua orang.


Zzzeep


Bukannya jawaban, Morgan malah diserang dengan ci*uman bar-bar dari istrinya yang mau tak mau ia balas tentunya.


"Aku sedang bahagia, jadi jangan merusak perasaanku. Simpan pertanyaan itu untuk besok saja Pak Dokterku sayang."


.


.


Semangat bestoy🥰

__ADS_1


__ADS_2