
Megan menghubungi supir dan memintanya untuk mengurus si bungsunya dengan baik.
Mulai dari mengantar pulang perginya anak itu ke tempat turnamen dan pulang lagi tidak boleh terlambat selama beberapa hari berturut-turut.
Megan pulang untuk berpamitan pada sang nenek bahwa dia akan bergeser ke Miami untuk bertemu suaminya.
"Baru pulang tiga hari yang lalu kau sudah mau pergi lagi, sayang?" Nenek mulai curiga. Apa mungkin Megan dan Morgan sedang saling rindu?
"Suami memintaku ke sana. Karena aku istri penurut seperti ajaran Nenek, ya sudah aku pergi."
Cukup lama Megan berbolak balik di kamar untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan perasaan gembira dan tidak sabaran.
FULL SERVICE dari istri untuk suami.
Megan sudah mempelajari semuanya dan merasa tidak sabar untuk segera bertemu Morgan.
Ranjangnya penuh dengan beberapa pasang pakaian tipis menerawang.
"Kira-kira dia menyukai warna apa, ya ..." Megan akhirnya menjatuhkan pilihannya pada lingerie berwarna merah maroon dan satu lagi, hitam.
"Bersiaplah pak dokter, aku akan membuatmu semakin berdebar. Kau akan benar-benar melupakan bahwa aku hanya sebatas istri yang bisa diajak bermain-main di atas ranjang. Akan kubuat kau semakin menginginkan aku lagi dan lagi."
Tunggu! Cairan pelet kesukaan Morgan juga jangan lupa. Megan memilih parfum yang disukai oleh suaminya. Parfum dengan cairan berwarna ungu kombinasi keemasan ini lah yang berhasil membuat Morgan ketagihan untuk selalu memberinya ciuman. Baik saat sedang sayang-sayangan maupun sebelum tidur dan saat bangun.
Koper kecilnya telah siap. Megan melangkah keluar dan berpesan pada pelayan untuk membereskan pakaian di kamarnya yang berantakan.
Tidak lupa juga dia menitip pesan kepada pelayan pribadi puteranya itu untuk beberapa hal. Mulai dari mengingatkan dia untuk makan, mengingatkan dia untuk tidur tepat waktu, mengingatkan anak itu supaya jangan berlama-lama memainkan ponsel.
__ADS_1
.
Tiba di bandara Miami.
Megan menggunakan jasa taxi untuk mengantarnya ke sebuah hotel ternama yang terletak di pusat kota.
Tiba di kamar hotel itu Megan tidak lupa untuk segera mengabari Morgan.
Di posisinya, Morgan yang mendapatkan kabar dari sang istri melalui sebuah pesan teks, segera bergerak untuk bersiap. Hal pertama yang dia lakukan adalah mandi. Karna kalau sudah bersih wangi dan segar maka bisa langsung tancap gas ketika bertemu nanti.
"Erick, Mah, aku mau keluar untuk menemui Mrgan." pamit Morgan kepada sang mama dan putra sulungnya yang sedang menonton televisi.
"dia datang? Lalu kenapa tidak kemari? Hah! Dia pasti hanya mau melihat ayah. Ibu tiri memang begitu."
Erick selalu mengambil kesempatan untuk mengompori Morgan. Namun sayangnya, Morgan tidak ambil pusing karena realita tidak sekejam itu. Demi mendapatkan full service, Morgan sengaja mengabaikan perkataan Erick. Karena jika harus menasihati anak ini terlebih dahulu, Megan bisa kelamaan menunggunya.
Morgan bertolak ke hotel yang dimaksud bersama sang supir.
Baru saja Morgan tiba di depan kamar itu, pintunya terbuka perlahan.
Megan menyambutnya dengan senyum menantang. Seperti seekor mangsa kecil.
Berdebar.
Morgan dapat merasakan irama jantungnya yang sangat jelas, seolah mendorongnya untuk segera melahap mangsanya saat ini juga.
Morgan tergoda melihat tubuh istrinya yang hanya mengenakan kain tipis dan sangat pendek pula.
__ADS_1
Ya iya lah, mana ada biawak menolak bangkai.
Megan mengulurkan tangan putih mulusnya. Pria itu menyambutnya dan Megan perlahan membawanya masuk.
Duduk di tepi ranjang. Megan menuang sedikit minuman berwarna merah kedalam dua gelas kaca kemudian memberi satu kepada suaminya.
CLINK..
Dua gelas kaca itu saling berbentur setelah megan mendudukkan bokongnya ke atas pangkuan Morgan, sengaja.
Cukup berani dan menantang.
"Pak Dokter, ayo minum dulu." bisik Megan. Morgan mengikuti gerakan istrinya untuk meminum itu.
"Minuman apa ini? Rasanya sangat pahit."
"Ini hanya sekedar penghangat, Pak Dokter. Tidak apa. Kau hanya belum terbiasa."
Gelas kembali diletakkan ke tempatnya. Megan menurunkan tali lengan lingerie perlahan, membuat Morgan terasa semakin kepanasan.
Sexy.
Morgan terjerat dalam pesona Megan. Betapa sempurnanya bentuk dan rupa wanita ini baginya.
Megan merasa bangga berhasil membuat suaminya itu tergoda. Kembali ia berbisik nakal di telinga Morgan. "Aku akan memulai. Semoga kau menikmatinya, Pak Dokter."
.
__ADS_1
.
Guys... mohon dukungannya😌