
Cieee, yang pada kepo ama sprite🤭
Oia, tentang sprite, Othor dapet ilmu itu dari atasan t4 kerja othor loh ya.. tp terbukti apa nggak, gak tau deh🤭
Yuk lanjut.👇👇👇👇
...----------------...
"Dok, apa kau yakin dengan minuman ini?" Megan tampak ragu untuk meminum minuman bersoda yang diberikan Morgan padanya.
"Minum saja, tak apa."
"Apa ini termasuk pelajaran medis?" Masih bertanya, Megan lalu meneguk sedikit minuman itu.
"Bukan pelajaran medis. Tapi ... aku pernah tidak sengaja mendengar rekanku mengatakannya. Bukan sebagai penggugur tapi kandungan hawa panasnya mampu membuat ****** yang sudah masuk, kembali keluar."
"Baiklah aku mengerti dan semoga saja begitu."
Megan lalu meneguk minuman kaleng itu dengan penuh semangat.
"Akh! Legah!"
.
"Kakak, kakak, hei bangun sudah sore!" David mendatangi kamar sang kakak.
"Memangnya ada apa? Kenapa kau sangat heboh?" Erick mengucek kedua matanya.
"Kak, kau tahu, ayah tadi memintaku untuk membeli minuman sprite."
"Terus, memangnya kenapa? Tidak ada hubungannya denganku."
"Oh tidak apa, aku hanya basa - basi."
__ADS_1
Suara ketukan pintu membuat keduanya membisu.
Morgan bersama Megan membawa sebuah tab mendatangi kamar Erick.
Dua remaja itu hanya menunggu apa yang akan kedua orang tuanya ini katakan kemudian.
Benarlah, ternyata ada hal yang akan dikatakan oleh pasangan ini. "Kita berencana akan pergi berlibur sebelum kalian berdua masuk sekolah."
"Wah, benarkah ayah?" David terlihat antusias.
"Nah, sekarang silakan pilih kemana kita akan pergi. Megan membawa tabnya mendekat, duduk di samping Erick. David ikut serta mendekat dengan rasa penasaran.
"Aku ingin ke sini!" Seru Erick, dengan tangannya menunjuk layar tab yang dipegang bundanya.
"Bali? Baik, deal kita ke Bali." jawab Megan.
"Tapi aku maunya ke Raja Ampat!" David menimpali, ia begitu penasaran denga berbagai keindahan alam di Raja Ampat.
"Oke, kita juga akan ke Raja Ampat." Megan menanggapi itu dengan tenang seperti biasa.
Melihat interaksi antara Megan dengan kedua remaja itu, perasaan Morgan menghangat seketika. Sekilas dua remaja itu terlihat nyaman seperti telah terbiasa dekat dengan istrinya.
Morgan yakin bahwa tidak lama lagi keduanya akan menerima Megan, sama seperti dirinya yang sudah terjebak dalam dengan pesona istri cantiknya ini.
"Ayah, kenapa hanya berdiri? Apa ayah setuju dengan pilihan kami?" masih dengan semangat yang sama, David bertanya dengan wajah polosnya.
"Terserah kalian bertiga saja. Bunda sudah cukup mewakili ayah." jawab Morgan. Sekali lagi, Megan tersenyum senang dalam hati mendengarnya.
Tidak terasa sore sudah berganti malam. Pasca makan malam, mama Monic menyampaikan keinginanya untuk pulang ke kotanya. Semua orang harus setuju akan hal ini meskipun dengan berat hati berpisah lagi darinya, terutama Erick Erlangga.
...****************...
Hari berangkat ke Bali sudah tiba.
__ADS_1
David telah siap. Anak itu melangkah pasti dari kamar, menyeret keluar kopernya.
"David, kau melupakan kakakmu?"
Suara ayahnya itu menghentikan langkah David. Benar sekali, saking semangatnya, dia lupa bahwa sang kakak harus dituntun dengan kursi roda.
"Hah! Padahal aku ingin pergi berlibur dengan berlenggang, tak kusangka masih harus mengurus beban keluarga itu." Meski menggerutu, David tatap berbelok ke kamar Erick untuk menjemput lelaki yang dengan terang - terangan dia juluki si pemilik kaki rusak itu.
"Kak, ayo jalan," mendorong kursi roda itu.
...****************...
Di dalam pesawat, pramugari menyambut hangat setiap penumpang. David tak habis pikir, apa bagusnya lelaki yang sedang duduk di kursi roda ini, para pramugari cantik bahkan sempat - sempatnya minta foto bersama dengan kakaknya.
Artis bukan, komedian juga bukan, Erick tidak terkenal sama sekali tapi ketika orang baru melihatnya, mereka seolah seperti tenggelam dilautan. David sungguh heran.
"Sayang, ada apa dengan gadis - gadis muda ini?" Morgan tak kalah heran melihat tingkah para pramugari yang sedikit genit terhadap putranya.
"Biarkan saja. Itu karena anak kita kelewat tampan. Asalkan tidak genit pada ayahnya, aku tidak keberatan."
"Pikiranmu sedikit miring rupanya, mana ada gadis muda seperti mereka yang mau dengan orang tua."
"Pak Dokter, kau mungkin mainnya kurang jauh. Kau tahu, aku pernah memecat pilot yang sudah berumur 45 tahun dan seorang pramugari dua tahun lalu karena skandal perselingkuhan. Enak saja mereka jadikan jet pribadiku sebagai tempat mes*um."
Morgan menoleh kesamping. "Kau bahkan punya jet pribadi juga?"
"Pernah, tapi setelah skandal itu, aku menjualnya."
Morgan cukup dengan mengangguk. Terdengar cukup keren dan tidak bisa dibohongi sedikit inscure berada disamping wanita hebat seperti istrinya ini.
.
.
__ADS_1
Sedikit, soalnya emang lg lemot🤣
maksih sudah mendukung sampai sini. ayo semangat cin...