
Bangun pagi ini, Morgan, Erick dan David beserta nenek Monic yang sedang menikmati sarapan, dikejutkan dengan datangnya beberapa orang yang tidak mereka kenal mengatakan bahwa mereka ditugaskan untuk menjemput Morgan dan dua puteranya, atas perintah nenek buyut untuk hadir di perusahaan.
"Maaf, mungkin kami bertiga tidak akan kesana." Morgan menolak, sebab ia tidak ingin datang tanpa isterinya.
Beberapa hari sebelumnya nenek memang telah mengundangnya secara langsung melalui telepon, dan Morgan sudah menjelaskan bahwa dia dan anak - anaknya tidak bisa hadir dalam urusan perusahaan tanpa ada Megan.
Orang suruhan nenek buyut tidak juga mau pergi dan berkeras menunggu hingga Morgan bersiap bersama kedua anaknya.
Merasa tidak enak membuat nenek menunggu, akhirnya Morgan bersiap juga beserta dua anaknya yang juga tidak kalah menolak keras tak ingin hadir.
Karena hari yang ditunggu - tunggu oleh para cucu cicit dari pemilik Antami Grup sudah tiba, maka tidak heran jika mereka yang tidak pernah terlihat datang ke perusahaan, hari ini turut hadir demi beberapa persen saham.
Gea, Lisa dan Minda, datang secara terpisah bersama suami dan anak mereka masing - masing.
Ruang pertemuan dengan kapasitas puluhan orang itu sudah terisi. Tinggal menunggu hadirnya sang pemilik Antami.
Perasaan berdebar dan tidak sabar menantikan pembagian saham itu tiba, para cucu dan cicit mulai menerka-nerka dalam hati, kira - kira siapa yang akan mendapatkan paling banyak kali ini.
Sepuluh menit kemudian, orang yang ditunggu - tunggu masuk melewati pintu. Tidak sendirian, Wanita tua itu datang bersama Morgan dan kedua anaknya, serta didampingi oleh penasihat hukum andalannya, yang nanti akan membacakan ketetapan pembagian saham. Semua mata melirik ke arah dokumen yang ia pegang.
Waw... makhluk dari planet mana ini? Dia sangat tampan.
Terana, putri dari Gea terpaku dalam pesona Erick Erlangga yang hanya duduk di kursi roda.
Ku kira David adalah manusia tertampan yang pernah ada. Tapi, kenapa yang satu ini luar biasa?
Hidung mancung, alis hitam dan rahang tegas, ditambah lagi dengan kulit putih kemerasan. dan lihatlah sorot matanya yang tajam.
Ya Tuhan, biarlah warisan saham Antami milikkku jadi miliknya saja, dan dia ... jadi punyaku selamanya. Biarlah dia hanya duduk di kursi roda, tidak apa -apa. Rana tersenyum geli memikirkan apa yang sedang hatinya katakan. Dia memang lumpuh, tapi dia adalah putranya tante Megan yang memiliki segalanya.
"Kau sedang lihat apa?" tegur Gea pada putrinya yang tidak berhenti memandang Erick yang duduk berseberangan dengannya.
"Mama, dari pada David, lebih baik aku dekati kakaknya saja."
Ingin rasanya Gea menjewer telinga putrinya, namun ia tahan karena sedang banyak orang. "Jangan gila. Kau kira orang lumpuh tidak merepotkan?"
Dari pada mendengarkan mamanya yang bawel, Rana lebih memilih memangku wajahnya dengan kedua tangan sambil menatap lurus target di depannya.
"Kakak, sepertinya mulai hari ini ayah dan kita berdua akan terlibat dalam pertikaian rumit keluarga ini."
bisik David di telinga kakaknya.
__ADS_1
"Kenapa perempuan itu terus menatapku dengan wajah seperti itu? Apa dia sedang menghinaku karena lumpuh?" bukannya menanggapi yang baru saja dibisikkan David, Erick malah berkomentar tentang gadis di hadapannya.
"Dia sepupu kita. Tapi jangan pedulikan dia. Saat itu dia juga begitu padaku. Dia memang rada gila."
"Sayang sekali, padalah dia cantik."
.
Rapat di mulai dengan pembagian saham yang disaksikan oleh para pemegang saham lainnya.
Semua orang berubah tegang dan memperhatikan dengan jelas nama -nama yang berhak menerima serta jumlah yang akan diterima.
Mimpi apa aku semalam? Tiba-tiba saja aku punya saham di perusahaan sebesar ini. David tak habis pikir.
Lisa tersenyum bangga ketika mendengar jumlah saham yang ia peroleh. Dia bahkan memeluk Robian dan Tino bergantian saking senangnya.
Saham milikku sudah kulepaskan sepenuhnya untuk cucu dan cicitku. Anggap saja aku sudah tidak punya kekuatan apa - apa di Antami mulai sekarang. Selanjutnya, siapa yang memiliki saham dan pendukung terbanyak, dialah yang akan menggantikanku, sesuai dengan kesepakatan para pemegang saham." Semua orang mengangguk setuju. Siapa pun dia, asalkan salah satu dari cucu wanita tua ini, dia akan berjuang untuk membuat Antami berumur panjang. Itulah yang semua orang pikirkan.
Suasana menegangkan kembali berlanjut. Mungkin hanya Morgan dan kedua putranya yang tidak merasa tegang akan situasi ini. Setelah memilih antara Gea, Lisa dan Minda, rupanya Lisa lebih banyak mendapat dukungan dari para pemegang kuasa. Terbanyak kedua adalah Gea dan tentu saja Minda ada di posisi terakhir.
Lisa merasa senang bukan main. Putranya Robian pun ikut bahagia dengan sang ibu. Tapi berbeda dengan Tino, suami Lisa itu nampak biasa - biasa saja.
"Tunggu! Aku keberatan. nenek, bukankah Nenek telah menjanjikan aku? Nek-"
"Aku tidak berjanji. Aku hanya bilang nasibmu bergantung pada siapa yang akan mendukungmu."
Nenek benar, hanya saja Gea tidak pernah mencerna dengan baik apa maksud dari setiap perkataan neneknya itu.
"Kak, Gea, sudahlah ... jangan perlihatkan sikap itu di depan umum." Minda mengingatkan.
Penetapan pemimpin baru sudah berakhir. Semua orang mulai berdiri ditempat, siap untuk bubar.
Sreeet.
Pintu yang sejak awal tertutup, tiba-tiba terbuka.
"Nona Megan?" Semua peserta rapat serempak menoleh ketika seseorang menyebutkan nama Megan.
Morgan tersenyum. Kedua puteranya juga ikut tersenyum, walau tanpa sadar.
Kedua bola mata Lisa membulat tajam.
__ADS_1
Dengan penampilan yang anggun, mini Dress diatas lutut dibalut balzer berwarna putih, Megan begitu mencuri perhatian semua orang.
Istriku benar - benar tidak pernah gagal dalam hal menyedot perhatian orang lain.
"Apa aku sudah terlambat?" Megan melangkah membawa wajah dinginnya mendekat lalu berdiri di belakang Erick.
"Tentu saja terlambat. Aku sudah menetapkan Lisa sebagai penggantiku, atas dukungan para pemegang saham.." jawab sang nenek dengan dingin. belum habis rasa kecewanya pada Megan atas kesalahan yang cucunya itu lakukan baru -baru ini.
"Apa nenek. lupa kalau aku juga pemegang saham disini?"
"Tidak ada dirimu juga tidak apa -apa. Tapi tunggu, kenapa kau bisa kemari? Apa kau melarikan diri?." Lisa mengejek.
"kak Lisa, aku menentang keputusan ini." tegas Megan.
"Apa alasanmu?" Lisa berdiri di tempat.
"Karena Kau tidak pantas."
"Megan, hentikan! Apa kau tidak malu bertengkar di hadapan anak -anak?"
"Kak Lisa yang membuat aku menjadi seorang tahanan. Apa Nenek tetap akan mendukungnya?" tidak takut, Megan terus melancarkan perlawanan. "Tidak apa -apa anak -anak kita menyaksikan ini agar mereka belajar bahwa jangan sampai mengikuti jejak orang tuanya kelak."
"Megan!" Lisa tidak tahan berdiam diri begitu saja. Dia sempat bergeser ingin menyerang megan dengan jambakan, tapi tangannya ditahan oleh Tino. Suaminya itu menggeleng.
"Mundur sekarang juga atau kejahatanmu akan kuperjelas."
"Stop!" Sang nenek kembali bersuara. "Lisa! Apa benar yang Megan katakan?"
Dengan berat hati Lisa mengangguk terpaksa. Akhirnya semua orang setuju untuk membatalkan namanya sebagai pemimpin pengganti. Karena kesal, Lisa bangkit dari duduknya dan membawa pergi suaminya beserta sang anak.
Melihat Lisa pergi, Gea tertawa nyaring dalam hati. Dia sangat puas.
.
.
Oke reader, besok lagi ya,
makasih banyak banyak atas suport kalian.
.
__ADS_1