Hot Duda Dan Perawan Tua

Hot Duda Dan Perawan Tua
Pamer?


__ADS_3

"Waktunya bangun!"


Pagi-pagi Megan sudah menyapa di kamar si bungsu.


"Sayang, bangun!" Setelah bertemu Morgan, sikap Megan menjadi semakin manis terhada anaknya itu.


Anak itu terlihat merespon dengan gerakan kecil di tangannya.


"Wanita ini, dia bahkan sekarang masuk ke mimpiku seenaknya!" David mengira sedang bermimpi buruk. Dalam setengah sadarnya dia mengoceh.


Apa dia bilang? Wanita ini?


Megan menggeleng. Harus berapa kali dirinya mengingatkan anak ini tentang bagaimana seharusnya dia dianggap.


"Jadi kau tidak mau bangun?"


David mengerjap dengan wajah bingung.


Apakah ini benar? Bunda sudah di depan mata, bukankah sedang berada di Miami?


"Kenapa? Ini bunda. Apa kau tidak senang melihat bunda?


Anak itu mengucek kedua matanya. Rambutnya yang berantakan membuatnya sungguh terlihat seperti seorang bocah. Ia mengubah posisinya, duduk.


Jadi aku tidak sedang bermimpi. Dia benar-benar ada di depan mataku. Waw! Jarak Jakarta - Miami pasti sangat dekat baginya.


"Ini sayang, bunda mengantar sarapanmu ke kamar karena semua orang sudah sarapan."


"Kenapa tante terlihat sangat senang? Memangnya ayah tidak memarahi Tante?"

__ADS_1


"Kenapa dia harus marah? Dengar, bunda sudah menjelaskan perihal masalah dengan tante Gea. Dan ayahmu memakluminya. Oia satu lagi, kau bertanya kenapa bunda terlihat senang. Ayahmu sepertinya sudah melupakan tentang mempertimbangkan kelanjutan rumah tangga ini seperti saranmu. Itu membuat bunda lega."


Kenapa dia menggabungkan kalimat pernyataan dan pertanyaan? Tidak tahu sabar.


"Jadi kalian akan tetap berlanjut? Aku tidak percaya ini."


"Tentu saja, sayang. Jadi mulailah menyukai bunda pelan - pelan. Oia, bunda dengar hari ini final perlombaan caturnya. Boleh kah bunda menyaksikannya?"


"Aku akan memenangkan lomba, jadi tante tidak perlu hadir. Aku bisa terganggu."


"Baiklah, bunda akan menantikan kemenanganmu."


Megan melenggang pergi. David masih tertegun ditempatnya, mengulang kembali kalimat yang baru ia dengar dari wanita itu bahwa mulai sekarang sebaiknya belajar menyukainya pelan-pelan.


Keluar dari kamarnya, David sudah segar, wangi dan rapi.


"Hai David!" seseorang menyapanya dengan ramah seolah telah kenal akrab.


"Hai." hanya itu jawabannya lalu lanjut melangkah.


.


.


Berbeda 24 jam dengan Jakarta, saat ini waktu Miami malam hari. Erick terkejut tidak menyangka bahwa ayahnya ada di villa.


"Ayah sudah balik?" tengok kanan kiri seperti sedang memastikan keberadaan orang lain.


"Kau pasti ingin menanyakan bunda? Dia sudah kembali ke negara kita." Morgan menebak dengan asal.

__ADS_1


"Siapa yang ingin tahu tentang dia? Aku tidak peduli."


"Ini, titipan dari bunda Megan untukmu."


Erick Erlangga membuka paper bag yang katanya titipan bunda untuknya itu. Benda pertama yang ia temui adalah raport. Ia lalu membukanya dan memperhatikan detile nilai yang telah diberikan oleh guru mata pelajaran untuknya.


Kenyataan bahwa pencapaiannya menurun drastis, Erick hanya mampu mengelus dada pelan.


"Apa ini?"


Sepucuk surat kecil terlipat rapi di sana.


SELAMAT YA ANAKKU, MESKIPUN NILAINYA MELUNCUR KE BAWAH, TAPI KAMU TETAP NAIK KELAS. SATU LAGI, KAMU ADALAH JUARA DI HATI BUNDA DAN AYAH. JANGAN SEDIH YA ...


Surat yang bertanda nama bunda Megan itu hampir saja membuat Erick terharu.


"aku bukan anak-anak yang mudah tersentuh dengan kata-kata seperti ini." gumamnya.


Selain daftar nilainya, Erick juga menemukan sebuah bingkisan berbentuk persegi panjang dengan ukuran tidak terlalu besar juga di dalam paper bag itu. lagi-lagi disana ada tulisan yang harus ia baca.


INI HADIAH KARENA KAMU NAIK KELAS, BUKAN KARENA NILAIMU YANG TERJUN BEBAS. SEMOGA KAMU MENYUKAINYA, ANAKKU.


"Anakku, anakku. Sejak kapan dia melahirkan aku?" tidak berhenti mulut remaja itu bergumam, tapi tangannya tidak berhenti membuka lapisan kertas kado yang membungkus kotak itu.


"Ponsel?" sebuah ponsel yang bahkan tidak pernah ia impikan untuk dimiliki, ternyata mampu ia dapatkan secara cuma-cuma dari ibunya itu.  "Wanita ini, apa dia memang murah hati, atau ... sedang pamer padaku?"


.


.

__ADS_1


Tungguin ya double upnya🤭


yuk terus mendukung karya ini guys...


__ADS_2