Hujan Ditengah Kegersangan

Hujan Ditengah Kegersangan
Sebuah Perkenalan


__ADS_3

Ruangan mewah bercat putih dan terdapat tempat tidur mewah di lapisi sprei biru navy corak bintang,di samping tempat pembaringan terdapat laci dan diatasnya selalu tersedia air putih.Dinding sebelah kiri terdapat pigura ukuran sedang dengan latar belakang senja dan kalimat indah berupa puisi.


Begitu cepat pedang takdir berbicara


Sekejap mata dan menambah luka


Sebentar meremas waktu dan masa


Aku disini berdiri tak berdaya


Begitu cepat mentari tenggelam


Menikam ulu hati yang lebam


Menambah duka lara yang menghujam


Aku disini terdiam dan merenungi hidupku yang dulu suram


Begitu cepat waktu berputar


Menusuk jiwa yang terkapar


Menambah pikiran yang liar


Lantas apa maksud semua intrik hidupku ?


Ya.Puisi itu karyanya.Sebuah puisi yang mengingatkannya akan getir hidup yang ia alami dulu.


Zahrana Rainarahma gadis cantik blasteran Pakistan-Inggris kehadirannya yang selalu di nantikan bagai hujan ditengah kegersangan.Hobinya menulis telah menjadikannya sebagai penulis internasional dengan bukunya yang bertajuk "Senyuman Ditengah Duka Lara" telah menggemparkan pasaran buku ditengah belahan dunia.


Udara cukup sejuk hujan baru saja reda dan sekarang hanya ada sisa gerimis.Zahrana menarik selimut tebalnya.Dengan posisi duduk dan bersandar pada bantalnya,ia mengambil laptop pribadinya.Halaman baru ia buka,jemari lentiknya lincah mengetikkan sebuah ungkapan hatinya.


Aku hanya ibarat bintang kala malam tiba


Menemani sang purnama untuk menambah cahaya


Benarkah aku ibarat sang mawar yang indah


ataukah sang mawar yang sering menyakiti ?


Bila tertancap duri yang ada dalam diriku ?

__ADS_1


Mata kelabunya lekat memperhatikan tulisan itu,lalu ia menyimpannya kedalam folder "Just Me".Kemudian ia menutup laptopnya kembali.


Ia bangkit dari tempat tidurnya,ia menghampiri jendela besar utama kamarnya dan membuka gorden warna biru langitnya.Terlihat diluar sana banyak kendaraan berlalu lalang dan jauh diujung sana terlihat Menara Jam Big Ben.Tak lama dari itu suara pintu kamarnya diketuk.


"Permisi Nona,kata Ibu Nona ditunggu dibawah"ucap Bi Vina pembantunya dari luar kamar Zahrana.Zahrana berbalik badan dan membuka pintu kamarnya


"Iya Bi sebentar lagi aku turun aku mau mandi dan mengganti pakaianku dulu"


"Baik Nona nanti saya sampaikan pada Ibu" Bi Vina tersenyum lalu meninggalkan putri majikannya itu.


...***...


Setelah selesai mandi ia dengan cepat mengganti pakaiannya dengan gamis indahnya yang berwarna biru navy dan mengenakan kerudung mocca.Kemudian ia turun untuk menemui Ibunya.Di ruang keluarga yang mewah terdapat TV Big-screen dan sofa.Di tiap sudut ruangan terdapat beberapa guci indah yang terpajang.Dan Sari Ibunya zahrana tengah duduk sambil menonton.


Zahrana menghampirinya dan duduk di sebelahnya.


"Ada apa Bunda ? Kata Bi Vina tadi katanya Bunda nyuruh Zahrana untuk menemui Bunda". Nyonya Sari menghadap Zahrana.Zahrana pun mengatur posisi duduknya sehingga mereka saling berhadapan.


"Jadi begini sayang,Bunda memutuskan untuk tinggal di Bandung karena Perusahaan Ayah tidak lagi berpusat di kota London dan Pakistan.Untuk perusahaan yang di London ini sekarang sudah menjadi cabang dari perusahaan Pakistan,lalu setelah itu baru Bunda dan Ayah akan mengurus perusahaan yang ada di Pakistan agar menjadi cabangnya saja seperti yang di London ini.Jadi kemungkinan besar Ayah dan Bunda akan menetap di Bandung,Indonesia sana"


"Oh jadi begitu.Lalu ?"tanya Zahrana


"Jadi apakah kamu mau ikut dengan Ayah dan Bunda untuk menetap di Indonesia tepatnya di Bandung sana,atau mau tetap disini saja ? Bunda gak akan maksa kamu" ucap sari menatap putrinya sambil tersenyum


"Jika keputusanmu sudah begitu,alangkah baiknya kamu mempersiapkan barang yang akan kamu bawa nanti,kita ada waktu seminggu lagi untuk berangkat kesana"


"Baik bunda" Zahrana tersenyum lalu meninggalkan Ibunya.


***


Keluarga Zahrana merupakan keluarga terpandang di bidang bisnis. Kakek Zahrana merupakan mantan pengusaha Pertambangan terbesar di Pakistan yang kemudian di turunkan pada ayahnya Zahrana setelah kakeknya meninggal dunia.Leon ayahnya Zahrana sangat beruntung menikahi Sari ibunya Zahrana yang luas akan wawasan bisnisnya. Sari sendiri sebelum menikah dengan Leon sudah terpandang sebagai pengusaha sukses dalam bisnis sorum mobil. Dan sekarang sudah bercabang di beberapa negara yaitu Prancis dan Bandung,Indonesia.


***


Diruang makan yang mewah Zahrana bersama orang tuanya sedang makan malam.


"Sayang jika kamu ingin pindah ke Bandung bersama Ayah dan Bundamu lalu kuliahmu bagaimana ? Apakah kamu rela pindah dari Universitas London ke Bandung sana ?" tanya ayahnya setelah selesai makan.


"Tidak apa kok Ayah, Zahrana rela pindah dari sana walaupun Universitas itu sangat terbaik. Tapi Zahrana yakin di Bandung sana juga nggak jauh berbeda biarlah ini semua juga takdir dari Allah"ucapnya sambil tersenyum


"Ya sudah kalau begitu besok kita ke kampusmu kita bereskan dulu urusan perpindahan sekolahmu"Ucap ayahnya

__ADS_1


"Iya boleh Ayah"


"Kamu memang putri Ayah yang penurut".


Zahrana hanya tersenyum


"Tentu kan Bunda selalu mengingatkannya Yah" ucap Sari sambil melirik pada zahrana.


Setelah selesai makan Zahrana segera pergi ke kamarnya.Entah mengapa ia jadi kepikiran atas percakapan tadi bersama orang tuanya.Di sisi lain memang jarang orang masuk Universitas terbaik di London itu.Tapi Zahrana dengan ikhlasnya rela pindah dari sana.Sebagai anak yang penurut dan selalu mengikut apa kata orang tuanya mau tidak mau ia harus mengikhlaskan untuk pindah ke Bandung sana.


Ia meminum air putih yang selalu tersedia di samping tempat pembaringannya.Kemudian segera ia tidur.Namun sayang ia tak bisa memicingkan matanya.


Waktu sudah pukul dua dini hari baru ia merasa mengantuk dan tertidur.


***


Pagi hari di rumah Zahrana...


Di depan cermin besar miliknya ia lekat memperhatikan tubuhnya sendiri yang di balut gamis elegan merah marun serta kerudung hitam yang menghiasi wajahnya.


Tak lama dari itu suara pintu kamarnya di ketuk.


"Sayang ini Bunda ayo kita berangkat sekarang"


"Iya bunda".Kemudian ia segera menyambar tas cangklongnya lalu keluar kamar dan menghampiri ibunya.


"Ayo bunda zahrana udah siap"ucapnya sambil tersenyum pada bundanya .


Di luar rumah sudah terdapat mobil sedan mewah warna hitam mengkilat.Leon sudah berada di dalam mobil.Segera Zahrana dan ibunya masuk.


Diperjalanan menuju Universitas, zahrana lekat memperhatikan jalanan yang agak ramai. Hatinya merasa tak kuasa jika harus meninggalkan kota kelahirannya itu.Setetes air mata membasahi pipinya yang putih mulus.Sari melihatnya.


"Sayang jika kamu tidak bisa meninggalkan kota kelahiranmu ini lebih baik kamu disini saja biar nanti Bi Vina yang menemanimu dan Bunda usahakan menengokmu satu bulan sekali"Ucap sari paham keadaan zahrana.Zahrana melirik ibunya dan mengusap air matanya.


"Nggak kok Bun biarlah Zahrana pindah namun jika Zahrana merasa rindu dengan kota kelahiran,Zahrana akan sengaja main kesini,bolehkan Bun ? tanyanya sambil tersenyum dipaksa.


"Ya sudah kamu jangan nangis lagi ya"kata Sari sambil tersenyum.


***


Follow IG : _sitiirna

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir membaca dan jangan lupa like vote dan comment ya !!!


__ADS_2