Hujan Ditengah Kegersangan

Hujan Ditengah Kegersangan
Sebuah Rasa Cemburu


__ADS_3

Ketika hampir sampai di rumah Zahrana,Zahrana bangun dari pingsannya ia merasa sangat pusing.


"Kak Kevin" ucap Zahrana dengan suara lirih


Kevin yang berada di sampingnya merasa lega karena sudah melihat Zahrana sadar dari pingsannya.Kevin tersenyum bahagia.


"Iya Nona,sebentar lagi kita sampai kok di rumah Nona" ucap Kevin


"Makasih ya Kak sudah mengantarkan saya" ucap Zahrana tersenyum di paksa.


Sepuluh menit kemudian mereka sampai di rumah Zahrana,tapi ada sesuatu yang mengganjal pada hati Kevin karena di pelataran rumah Zahrana ada mobil Ferrari hitam yang terparkir,ia sudah merasa tak enak hati.


"Nona anda kuat jika berjalan ?" tanya Kevin karena takut Zahrana masih sangat lemas.


"Saya kuat Kak" ucap Zahrana.


Segera Kevin keluar dari mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk Zahrana.


"Mari Nona biar saya bantu".


Lalu Kevin menggandeng Zahrana ia tak mau perempuan yang sangat ia cintai akan terjatuh lagi karena masih lemas.


Ketika membuka pintu besar rumah Zahrana dan mengucapkan salam Kevin terkejut karena di ruang tamu ia mendapati Tuan Leon dan seorang laki-laki yang sedang berbincang dengan Tuan Leon begitupun Zahrana yang sangat terkejut melihat lelaki itu karena Zahrana sangat mengenalnya.


Tuan Leon kaget melihat Zahrana yang sangat pucat.Segera ia bangkit dari duduknya.


"Kevin ada apa dengan putri saya ini ?" ucap Tuan Leon agak panik.


Ketika Kevin hendak menjawab tiba-tiba Zahrana yang menjawab duluan pertanyaan Ayahnya itu.


"Zahrana hanya kecapean saja kok Yah,Ayah jangan khawatir" Zahrana berusaha memberi senyuman pada Ayahnya.


"Ya sudah Kevin kamu tolong antarkan Zahrana ke kamarnya ya nanti suruh Bi Vina untuk memberi obat padanya"


"Baik Tuan" ucap Kevin lalu segera membawa Zahrana ke kamarnya.


Tak lama kemudian ada Bi Vina yang menghampiri kamar Zahrana ia sudah membawa makanan dan obat untuk putri majikannya itu,pintu kamar Zahrana terbuka lebar sehingga Bi Vina langsung masuk saja.

__ADS_1


"Nona ayo makan dulu nanti minum obatnya" ucap Bi Vina.


Kevin yang berada di samping Zahrana merasa bersalah karena sudah meninggalkan Zahrana karena tipu daya dari Dewi yang sudah membohonginya.


"Tuan Kevin kenapa Nona bisa seperti ini ?" tanya Bi Vina sambil menyuapi Zahrana makan.


"Saya juga tidak tahu Bi,tadi setelah saya mengantar Zahrana untuk sidang kelulusannya saya tiba-tiba di telpon oleh nomor tak dikenal yang mengaku atas nama Perusahaan saya,tapi setelah saya tahu bahwa itu hanyalah nomor palsu yang membohongi saya segera saya memutar balik lagi mobil saya untuk kembali mengantarkan Nona Zahrana tetapi ketika saya dalam perjalanan tiba-tiba saya melihat Nona sedang berada di pinggir jalan yang sepi lalu segera saya membawanya pulang,tadi juga Nona Zahrana mengalami pingsan Bi" jawab Kevin dengan raut wajah agak sedih karena melihat kondisi Zahrana yang melemah.


"Saya juga merasa kesal sendiri pada diri saya Bi kenapa saya langsung pergi saja tanpa menelpon dulu sekretaris pribadi saya waktu saya di telpon oleh nomor tak dikenal itu" Kevin mengacak rambutnya ia merasa kesal sendiri dan sedih.


"Sudahlah Kak saya tidak apa-apa kok,Kakak jangan khawatir besok juga sembuh,dan maaf ya sudah merepotkan Kakak" ucap Zahrana.


Kevin hanya menganggukkan kepalanya,sebenarnya ia ingin bertanya kenapa Zahrana bisa di pinggir jalan yang sepi tapi Kevin tahu Zahrana masih lemah ia tak ingin menambah pikiran Zahrana,dan satu lagi Kevin ingin mengetahui siapa laki-laki yang sedang berbincang dengan Tuan Leon.


"Ya sudah saya keluar ya Nona saya akan menghampiri dulu Ayah Nona setelah itu saya pamit pulang besok saya kesini lagi ya"


"Iya Kak silahkan" ucap Zahrana dan berusaha tersenyum manis pada Kevin.


"Titip Nona Zahrana ya Bi aku menyayanginya" ucap Kevin pada Bi Vina yang sedang menyuapi Zahrana.


"Siap Tuan" ucap Bi Vina peka karena Bi Vina tahu Kevin mempunyai perasaan cinta pada Zahrana.


"Saya pamit ya Tuan" ucap Kevin pada Tuan Leon dengan sopan.


"Tunggu dulu kamu duduk dulu disini saya akan memperkenalkan Raditya pada kamu" ucap Tuan Leon.


Lalu Raditya segera menyalami Kevin.


"Raditya saya teman kuliah Zahrana waktu di London"


"Saya Kevin sahabat dari Nona Zahrana"


Lalu Tuan Leon yang menceritakan latar belakang Raditya pada Kevin dan sebaliknya Tuan Leon juga menceritakan latar belakang Kevin kepada Raditya.Raditya yang dibuat kagum karena Kevin ia merasa sangat senang jika bisa dekat dengan Kevin yang sangat cerdas dan berwibawa.


Kevin juga merasa kagum pada teman Zahrana itu karena Raditya juga merupakan anak orang ternama di Inggris sana.Namun siapa tahu bahwa dalam hati kecil Kevin ia takut Zahrana dimiliki oleh teman semasa kuliah Zahrana dulu secara Raditya juga tampan.


Ternyata Raditya akan bekerja di Perusahaan Tuan Leon,dan Raditya merupakan blasteran Inggris-Bandung tapi Kevin tak mengenalnya karena sejak kecil Raditya sudah dibawa ketempat Ayahnya di Inggris.

__ADS_1


Karena sudah agak sore lalu Kevin pamit duluan pada Tuan Leon untuk pulang dan di susul oleh Raditya yang juga akan pulang.


***


Ketika Kevin dan Raditya pulang segera Tuan Leon pergi ke kamar Zahrana.


Zahrana yang terbaring di kasurnya terlihat agak pucat.Namun sekarang sudah agak membaik.


Tuan Leon duduk di samping Zahrana,segera Tuan Leon bertanya apa yang terjadi sehingga kondisi Zahrana bisa turun drastis,seperti biasa Zahrana hanya berkata hanya kesalah pahaman biasa dengan teman kuliahnya.Zahrana tak ingin memperpanjang masalahnya cukup ia yang tahu dan mungkin ia akan bercerita pada Kevin.


Ayah Zahrana sangat khawatir setelah kepergian Nyonya Sari Zahrana jadi sering sakit,Tuan Leon takut Zahrana akan terus di hampiri rasa sedih yang mendalam.


Tuan Leon berusaha menasehati putrinya itu,Zahrana yang penurut kepada orang tua hanya mengiyakan apa yang Ayahnya ucapkan.


"Ayah kenapa ada Raditya kesini ?" tanya Zahrana karena ja tahu lelaki itu adalah temannya.


"Oh Raditya akan bekerja di Perusahaan Ayah,dia sudah lulus sama seperti kamu diakan juga cerdas sama seperti kamu,yaudah kamu istirahat lagi ya" ucap Ayahnya lalu mencium kening Zahraan dan segera keluar dari kamar Zahrana.


Tak lama kemudian Zahrana di kagetkan oleh bunyi handphone miliknya ternyata ada e-mail masuk dari Kevin.


"Maaf Nona jika saya mengganggu Nona,tadi sebelum saya pulang Ayah Nona memperkenalkan dulu saya dengan teman Nona yang berasal dari Inggris,jujur saya takut Nona terpana oleh lelaki itu secara lelaki itu juga tampan dan penuh wibawa katanya dia teman dekat Nona semasa di London sana,maaf Nona saya mengganggu istirahat Nona.Semoga Nona memahami perasaan saya"


Kira-kira begitu yang Kevin tuliskan di e-mailnya.Tak bisa di bohongi Kevin memang seorang pencemburu apalagi pada orang yang sangat ia sayangi seperti Zahrana walau status mereka hanya sahabat tapi keduanya mempunyai rasa cinta yang begitu besar.Zahrana sangat memahami Kevin tentang perasaannya begitupun Kevin.Namun setelah kedatangan teman Zahrana kenapa Kevin merasa cemburu padahal itu hanya seorang teman bukan siapa-siapa Zahrana.


Segera Zahrana membalas e-mail yang di kirim Kevin.


"Kakak jangan berfikir yang aneh-aneh ya,aku paham kok perasaan Kakak bagaimana,Raditya hanya temanku saja tidak lebih dan tadi juga ia tidak menghampiriku kok"


***


Dikamar yang mewah Kevin sedang memikirkan hal yang sebenarnya tak perlu ia pikirkan,karena Zahrana tak mungkin berpaling pada laki-laki lain selain dirinya.Tapi tetap saja pikiran aneh muncul dalam diri Kevin ia takut wanita yang di cintainya tiba-tiba pergi karena alasan ada laki-laki lain yang datang menghampiri hidupnya.


Tiba-tiba Kevin di kagetkan oleh ponselnya ternyata itu balasan dari Zahrana,setelah ia membaca apa yang di tulis Zahrana ia merasa agak tenang.Semoga saja apa yang di ucapkan Zahrana benar.


Malam yang indah,rembulan bersinar menerangi semesta dan kilauan bintang yang berkelip dan menambah suasana tenang di malam hari,Kevin melihat itu semua dari kamarnya,sengaja ia duduk di sofa yang dekat ke jendela besar kamarnya.


Kevin menikmati setiap intrik yang terjadi hari itu walaupun hatinya tetap dipenuhi rasa cemburu.

__ADS_1


Kevin hanya takut Zahrana bisa lebih akrab dengan Raditya secara waktu di London mereka berteman baik dan dekat.Tapi Kevin lebih dewasa ia harus bisa berfikir lebih positif tentang orang lain ia tidak boleh menghakimi diri orang lain tanpa tahu latar belakang mereka yang sebenarnya.


__ADS_2