
Pagi-pagi sekali Zahrana sudah bangun dan segera mandi lalu melaksakan shalat subuh.
Didepan cermin riasnya ia memandangi wajah cantiknya,wajahnya yang putih mulus hidung mancung dan bibirnya yang ranum. Ia mulai memoles wajahnya dengan make up natural style. Setelah selesai ia merapikan barang-barang yang akan dibawa kesekolah ia juga memasukkan laptopnya.
Pukul 06:00 Zahrana sarapan terlebih dahulu di temani Bi Vina dan Bi Lyna.Sengaja Zahrana mengajak mereka berdua makan disana pada mulanya para pembantu itu menolak karena merasa tidak sopan makan bersama dengan anak majikannya itu,namun Zahrana memaksa mereka untuk makan bersama katanya Zahrana rindu pada orang tuanya karena masih tiga hari lagi orang tua Zahrana pulang.
Setelah selesai sarapan segera ia berangkat ke sekolah karena takut terjebak macet.
Jalanan cukup ramai namun lancar seketika udara mulai terasa hangat-hangat kuku dan biasan cahaya mentari menembus mobil yang di bawa Zahrana.
Zahrana menikmati pagi itu sungguh indah udara yang masih segar dan biasan cahaya yang belum terlalu panas.Ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang ia ingin benar-benar menikmati pagi yang sungguh indah itu.
***
Ketika sampai di kampus sudah banyak orang disana mungkin bagian jadwal pagi jadi sengaja berangkat awal.Zahrana memarkir mobilnya di parkiran yang sudah tersedia.Ketika turun dari mobil,entah apa yang teman-teman barunya lihat mata mereka menatap sosok Zahrana dengan mata yang tajam. Baru pertama kalinya mereka melihat dikampus itu wanita cantik jelita dengan sepasang mata kelabu berbalut gamis indah.
Zahrana menghampiri kumpulan yang akan menjadi teman-teman barunya itu,ada lima orang disana. Tiga orang perempuan dan dua orang laki-laki.
"Selamat pagi teman-teman" sapa Zahrana dengan bahasa Indonesia fasih dan tersenyum pada mereka sehingga menunjukkan lesung pipi kirinya.
"Selamat pagi nona"ucap mereka kompak
"Kenalkan nama saya Zahrana,saya pindahan dari sekolah lain"
"Oh iya,nama saya Dewi dan ini teman-teman saya namanya Lina dan Putri" ucap Dewi dengan tersenyum
"Saya Steven dan ini Ryandra"
"Salam kenal ya" ucap Zahrana sambil menangkupkan tangannya di dada.
"Oh iya saya masuk fakultas seni jika boleh tahu dimana ya kelas yang nanti saya masuki ? " tanya Zahrana
"Kita sama dong,tunggu jika tidak salah kemarin Pak Dosen bicara kalau akan ada mahasiswi baru dikelas kita jangan-jangan itu kamu nona" jawab Dewi dengan logat bahasa nya yang agak cerewet.
"Ya sudah terima kasih,namun alangkah baiknya saya pergi dulu ke kantor untuk bertanya terlebih dahulu"
***
Ternyata benar Zahrana sekelas dengan Dewi,Lina,dan Putri.Pertama ia masuk ia langsung memperkenalkan dirinya dan alangkah baiknya ia duduk dekat dengan Dewi.
"Tuh kan bener kata aku juga itu kamu yang kemarin Pak Dosen bilang"celetuk Dewi dengan wajah polosnya pada Zahrana
Zahrana hanya tertawa kecil sembari menyembunyikan barisan gigi bagusnya di belakang telapak tangannya.
Suasana yang Zahrana lalui tidak terlalu sulit dan itu tidak jauh berbeda dengan di kampusnya dulu,maklum sekarang juga kampus yang ia pilih bukan kampus sembarangan. Ia sungguh menikmati suasana di kampus itu.
'Ya Rabb terima kasih atas semuanya jika tanpa adanya bantuanmu aku takan ada di kampus ini' ucap batinnya.
__ADS_1
Tak terasa waktu yang di jalani Zahrana sangat cepat dan sekarang sudah waktunya ia pulang. Zahrana segera merapikan buku-buku yang di bawanya dan keluar dari kelasnya. Namun sungguh tak sengaja seorang lelaki tampan, berkulit putih menabraknya dan menjatuhkan buku yang dibawa Zahrana. Lelaki itu langsung membantu Zahrana mengambil buku-buku yang terjatuh. Namun mata lelaki itu seakan lekat memperhatikan sosok di hadapannya itu.Mereka bangkit bersama dan saling tatap namun segera Zahrana menunduk ia takut melihat tatapan tajam yang di berikan lelaki itu.Namun sebenarnya lelaki itu sungguh kagum melihat sosok cantik dihadapannya itu.
"Maaf nona saya tidak sengaja" ucapnya dan memberikan buku milik Zahrana yang terjatuh tadi.
"Ia tidak apa Tuan" jawabnya agak dingin
"Maaf Nona saya belum pernah melihat Nona apakah Nona mahasiswi baru disini ?"
"Ya saya mahasiswi baru" ucapnya masih dingin
Lelaki itu tersenyum melihat raut wajah Zahrana yang terlihat kikuk.
"Tenang Nona jangan takut saya kan juga sama manusia seperti Nona" ucapnya lelaki itu terkekeh
Zahrana tersenyum menanggapinya
"Oh iya jika boleh saya ingin berkenalan,perkenalkan nama saya Raka saya Fakultas ekonomi" ucapnya tersenyum dan mengulurkan tangannya
"Oh maaf. Saya Zahrana Fakultas Sastra dan Seni" ucapnya sembari menangkupkan tangannya di dada.
Raka merasa malu karena ia merasa Zahrana akan menyalaminya namun tidak.Bukan karena tidak mau tapi Zahrana tahu agama dan dalam agamanya ia tidak boleh bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya.
"Maaf tuan saya mau pulang duluan"
"Oh iya silahkan nona"
***
Baru saja ia dekat dengan mobilnya perempuan itu tiba-tiba mendekati dan menampar pipinya.Zahrana menyentuh pipinya yang putih mulus ia belum pernah di tampar oleh siapa saja apalagi ini perempuan yang belum di kenalnya.
"Heh loe jangan berani deketin Raka ya,dia itu pacar gue tadi gak sengaja gue liat loe dibantu oleh Raka. Dasar mahasiswi baru aja udah caper ke laki orang" ucapnya dengan nada agak tinggi dan menatap dengan sinis
"Maaf nona saya tidak tahu jika itu pacar nona sungguh tadi dia gak sengaja nabrak lalu membantu saya,saya tidak ada niat untuk dekat dengannya nona sungguh" Ucap Zahrana agak takut namun ia berusaha tenang
"Dasar mahasiswi murahan loe" ucapnya ketus dan meninggalkan Zahrana
Zahrana tak menyangka bahwa orang yang baru ia kenal begitu terlihat membencinya dan dengan mudah mengatakan bahwa dia mahasiswi murahan.Sungguh Zahrana merasa sakit hati dengan ucapan perempuan itu dan secara tidak sadar satu tetesan air mata membasahi pipinya yang putih mulus.
Karena memang sudah tidak enak hati segera ia pulang dan dalam perjalanan mata kelabunya berurai air mata yang tak kunjung berhenti.Sungguh baru pertama kali ia merasakan ditampar dan dibentak seperti itu ketika ia kuliah di London belum ada yang bersikap seperti itu padanya.
"Siapa wanita itu ? lalu kenapa dia tak bertanya terlebih dahulu secara baik-baik denganku ? " ucap batinnya.
***
Ketika sampai di rumah, Zahrana tak banyak bicara dan segera masuk ke kamarnya . Bi Vina dengan Bi Lyna pun saat bertanya karena terlihat mata Zahrana sembab,Zahrana hanya menjawab
"Tidak apa-apa ya Bibi,tolong biarkan aku sendiri dulu".
__ADS_1
Zahrana langsung menjatuhkan tubuh pada kasur empuknya ia menangis di bawah bantal. Ia merasa sakit hati.
Bi Vina dan Bi Lyna mendengar suara isakan putri majikannya itu namun untuk menghampirinya mereka tak mampu karena Zahrana sudah berkata" tolong biarkan aku sendiri dulu".
Para pembantu itu kemudian meninggalkan kamar Zahrana.
Karena kecapean menangis kemudian ia tertidur.Dan ketika bangun waktu sudah menunjukkan pukul 17:00.
"Ya Allah aku bangun sore sekali"
Kemudian ia segera ke kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dibawah shower hot water.
Setelah mengganti pakaiannya ia merasa lapar dan segera ke dapur untuk mencari makanan.Disana ada Bi Vina dan Bi Lyna sedang masak.
"Wahh sepertinya enak Bi itu makanan kesukaan aku ya ?"
"Iya non ini makanan kesukaan nona" Ucap Bi Lyna,sekarang Bi Lyna tahu makanan kesukaan Zahrana ia diberitahu oleh Bi Vina.
"Sini non duduk dulu"ucap Bi Vina karena Bi Vina sedang menaruh makanan di atas meja makan.
Setelah semua siap mereka makan bersama.
***
Malam yang mendung di Kota Bandung sepertinya mewakili perasaan Zahrana yang masih sakit hatinya.
Malam itu sungguh sunyi Zahrana sengaja membuka jendela kamar nya yang besar dan ia duduk di sofa yang tersedia. Ia melihat ke atas langit sungguh pilu hatinya selain dari jauh dari orang tuanya ia juga mendapatkan hal yang benar-benar tak pernah terbayangkan oleh dirinya ketika perempuan itu menampar pipi dan membentak dirinya.Air mata mengalir membasahi pipinya dan ia berusaha untuk tetap tersenyum melihat pemandangan diluar sana dimana gedung-gedung tinggi menjulang dan lampu yang memancar memberi keindahan tersendiri untuk dirinya.
Ia merasa ingin mencurahkan isi hatinya pada sang Bunda namun bagaimana lagi sekarang sang Bunda tak ada di sisinya.
Ia mengambil laptopnya dan duduk ditempat semula.Ia menulis sebuah puisi pada halaman baru dilaptopnya.
Deretan kata indah seakan sirna terbakar api membara
Jutaan air mata kian menyeruak dalam diri penuh duka lara
Jika bukan karena sabar,apakah aku akan tetap masuk dalam lembah nestapa ?
Namun aku yakin setelah semua kesedihan ini sirna
Akan ada jutaan kebahagiaan yang menghampiri diriku
dan itu tak terhitung waktu dan masa
Malam ini aku curahkan semua isi hatiku dengan rima yang berbeda
Namun takan menghapus keindahan yang ada didalamnya
__ADS_1
Mata kelabunya lekat memperhatikan tulisan itu,dan segera ia menyimpannya pada folder Just Me .
Ia menutup kembali laptopnya dan kemudian menutup jendela.Karena malam itu sangatlah dingin ia segera merebahkan tubuhnya pada kasur dan menyelimuti dirinya dengan selimut tebal dan tidur.