Hujan Ditengah Kegersangan

Hujan Ditengah Kegersangan
Kesedihan Zahrana


__ADS_3

Ketika Kevin hendak mengantarkan pulang Zahrana tiba-tiba ada telpon masuk ke ponselnya,ternyata itu telpon dari Perusahaan dan sekarang ia harus segera ke Perusahaannya.


"Siapa Kak ?" tanya Zahrana.


"Enggak tahu nomornya gak di kenal tapi ini dari Perusahaan Kakak katanya hari ini ada meeting" jawab Kevin lalu wajahnya seketika kuyu.


"Kenapa Kak kok wajahnya mendadak berubah ?"


"Enggak kok,Kakak harus kesana sekarang ini juga nggak bisa di tunda,tapi bagaimana Kakak mengantarkan kamu pulang ?"


"Oh begitu,gak papa Kak aku bisa pulang sendiri Kok nanti aku pesan taksi online saja" jawab Zahrana tersenyum.


"Maaf ya Nona anda harus pulang sendiri"


"Iya tidak apa Kak" Zahrana memberi senyuman termanisnya.


Segera Kevin pergi ke Perusahaannya.Dan setelah mobil Kevin pergi tak lama kemudian taksi yang di pesan Zahrana datang.


Ketika di perjalanan Zahrana merasa tak enak hati ia merasa mobil dibelakangnya seperti mengikutinya dari pertama ia masuk ke taksi tersebut.


Lalu dengan cepat mobil yang ada di belakang Zahrana menyalip dan menghadang taksi yang di naiki Zaharana,ia kaget.Siapa sebenarnya yang mengendarai mobil tersebut ?


Ketika supir taksi tersebut akan keluar Zahrana melarangnya dan membiarkan dirinya saja yang keluar.


Ketika Zahrana keluar dan orang yang ada dalam mobil itupun keluar Zahrana merasa heran kenapa tiba-tiba dia menghadang taksi yang di naiki Zahrana.Ternyata itu Dewi.


"Mau apa kamu ?" tanya Zahrana dengan nada tinggi ia merasa kesal pada Dewi karena perbuatan kejam pada dirinya.


Dewi tertawa jahat dan langsung menatap Zahrana dengan sinisnya.

__ADS_1


Lalu Dewi menghampiri dulu sopir taksi dan menyuruhnya pergi karena ia bilang dirinya sahabat Zahrana dan Dewi langsung membayar sopir taksi tersebut sehingga taksi tersebut meninggalkan mereka berdua.


Dalam hati Zahrana ia mulai merasa tak enak hati pasti Dewi sedang merencanakan sesuatu.


"Kasihan yah yang di suruh pulang sendiri karena sahabatnya mau ada urusan ke Perusahaan" ucap Dewi dengan tatapan sinisnya.


Zahrana hanya diam,bagaimana dia tahu Kevin ada urusan Perusahaan.


"Kenapa heran ya ? Jelas aku tahu lah karena yang tadi menelponnya itu aku" ucap Dewi dengan polosnya.


"Oh jadi ini perbuatana kamu Dew ? Aku gak nyangka yah kamu bisa sejahat ini" ucap Zahrana ketus karena ia merasa kesal.


"Kamu bilang jahat ? Apa kamu lupa saat kamu mengajak aku bermain ke taman dulu dan tak sengaja ada Kevin disana dan kamu memberitahuku dia dan kamu menjalin hubungan sahabat aku cemburu berat Ra,makanya dulu aku pulang duluan tuh karena sakit hati karena kamu" ucap Dewi dan mendorong Zahrana hingga terjatuh.Lalu segera Zahrana bangkit lagi dan mata kelabunya tampak menajam melihat Dewi yang telah memperlakukannya seperti itu.


"Akting kamu bagus ya,dari pertama aku masuk kampus ku kira kamu adalah teman yang baik tapi ternyata aku salah besar tentang itu"


Dewi hanya tertawa jahat pada Zahrana ia tak berbicara apa-apa lagi.


Dalam hati Dewi ia bergumam sendiri "Bagaimana Zahrana tahu kalau aku ada di bagian manager dan dia juga tahu kemarin aku gak ikut meeting,lalu bagaimana jika dia tahu kalau aku dan juga ayah yang menggelapkan dana Perusahaan itu" tiba-tiba wajah Dewi sedikit di tekuk jika sudah membahas Perusahaan Dewi tak bisa berkata apa-apa.


"Kenapa tiba-tiba kamu nanya soal itu ? Kamu jangan mengalihkan topik pembicaraan ya Ra,aku ngebahas Kevin bukan masalah Perusahaan"


"Maaf aku gak mau berdebat denganmu hanya karena masalah laki-laki,jika kamu menginginkan Kak Kevin silahkan itu jika Kak Kevin mau sama kamu Dew,aku gak akan pernah kehilangan orang yang gak peduli sama aku" ucap Zahrana dengan nada tinggi ia sangat kesal dan kecewa pada temannya itu.


"Oke kalau kamu mau ngebahas masalah Perusahaan,iya aku bagian manager di sana,kenapa ? Kamu merasa tersaingi ? " ucap Dewi dengan sombongnya.


"Dasar bodoh kamu bisa masuk kesana hanya karena Ayahmu,sekarang kamu bilang aku merasa tersaingi,kamu gak tahu siapa aku Dew ?" tanya Zahrana dengan tatapan mata yang menajam.


Dewi merasa kesal ia menampar Zahrana dengan keras,pipi Zahrana terlihat memerah.Zahrana hanya diam,ia merasakan pusing di kepalanya.

__ADS_1


"Kamu tega ya Dew bersikap keras seperti ini pada saya"


Dewi hanya tertawa jahat karena Dewi merasa cukup puas menyakiti Zahrana untuk hari ini,lalu ia kembali ke mobil dan meninggalkan Zahrana di pinggir jalan yang sepi sendirian.


Ada pohon besar yang rindang disana,Zahrana duduk dulu sebentar dan segera ia memesan lagi taksi lain untuk mengantarkannya pulang,ia merasa pusing.


Namun sayang belum ada respon kembali dari taksi yang ia pesan.Ia berusaha menelpon Ayahnya tapi tidak di angkat.Ia merasa sangat pusing.Tak lama kemudian ada mobil Ferrari merah berhenti di pinggir jalan dan tak lain itu adalah Kevin ia melihat Zahrana yang sedang duduk sendirian lalu segera ia menghampirinya.


"Kak Ke..vin" ucap Zahrana terbata-bata karena merasakan pusing sekali.


"Kenapa Nona sendirian di sini katanya mau pulang naik taksi ?" tanya Kevin lalu ia menyentuh pipi Zahrana yang agak memerah.


"Tidak apa Kak antar aku pulang saja" Zahrana tak banyak berkata-kata dan ketika ia bangkit dari duduknya ia jatuh pingsan segera Kevin menahannya dan membawanya ke dalam mobil.


Kevin merasa panik dengan kondisi Zahrana yang tiba-tiba pingsan,Kevin tak tahu apa-apa penyebab Zahrana pingsan,lalu bagaimana jika nanti di rumah Zahrana Tuan Leon bertanya.


Kevin merasa menyesal karena sudah meninggalkan Zahrana karena urusan Perusahaan padahal nomor yang tadi menelponnya hanyalah nomor Dewi dan ketika Kevin menghubungi sekretaris pribadinya dan bertanya kenapa tidak langsung menghubungi memakai nomor Perusahaan sekretarisnya tak tahu apa-apa karena hari ini tidak ada jadwal meeting apapun.Kevin merasa kesal lalu ia memutar balik lagi mobilnya untuk mengantarkan Zahrana,Kevin berfikir Zahrana masih ada di kampus itu dan taksi yang Zahrana pesan belum sampai.Namun ternyata ia malah bertemu Zahrana di pinggir jalan yang sepi dengan kondisi Zahrana yang melemah.


"Nona ayolah bangun" ucap Kevin panik di balik kemudinya


Kevin merasa panik sendiri kenapa Zahrana tiba-tiba pingsan,kenapa juga Zahrana ada di pinggir jalan yang sepi ?. Kevin ingin bertanya setelah Zahrana bangun dari pingsannya.


***


Didalam mobil Dewi terus berfikir kenapa tiba-tiba Zahrana menanyakan soal meeting kemarin memangnya sebagai apa Zahrana di Perusahaan tempatnya bekerja sekarang.Dewi merasa penasaran dan ia juga merasa menyesal karena kemarin tak ikut meeting.Karena dia lebih mengutamakan bersantai dan beralasan sedang pusing dan pulang.


Dewi tak berfikir bahwa Zahrana adalah pemilik Perusahaan dimana ia bekerja sekarang.Padahal kuliah Dewi belum lulus dan Dewi juga belum tahu jika Zahrana sudah lulus duluan.


Dibalik kemudinya Dewi merasa sangat penasaran dibagian apa Zahrana bekerja ia ingin tahu.

__ADS_1


Lalu Dewi ingat bahwa besok akan ada meeting lagi di Perusahaan ia harus ikut karena ia merasa penasaran pada Zahrana.


__ADS_2