
Esok harinya Tuan Leon dan Nyonya Sari sudah siap untuk berangkat ke Bandara,kebetulan mereka tak memakai mobil pribadi karena telah memesan taksi saja,di tambah Zahrana tak bisa ikut karena kondisinya kembali melemah takut dalam perjalanan pingsan.
Pukul setengah enam pagi Tuan Leon dan Nyonya Sari berangkat.Zahrana hanya mengantarkan hingga ke depan rumah saja itupun dibantu dengan Bi Vina.
"Bunda sama Ayah baik-baik ya disana,jangan lupa kabarin Zahrana jika sudah sampai" ucap putri semata wayangnya dengan aliran air mata yang membasahi pipi mulusnya.
"Iya sayang Bunda dan Ayah akan ngabarin kamu jika sudah sampai,ya sudah Bunda dan Ayah berangkat ya" ucap sang Bunda lalu memeluk si mata kelabu itu dan mencium pipi kanan serta kirinya.
Zahrana melihat sang Ayah yang sedang menunggunya untuk dipeluk,lalu setelah melepaskan pelukan sang Bunda segera ia memeluk Ayahnya dengan erat.
"Ayah Zahrana sayang Ayah jangan tinggalkan Zahrana ya" kata Zahrana dan menangis dalam dekapan yang Ayah.
Ayahnya merasa heran kenapa kali ini Zahrana sedemikian rupa berbicara seperti itu.
"Iya Ayah juga sayang kamu,ya sudah Ayah sama Bunda mau berangkat" ucap Ayahnya dan segera melepaskan pelukan hangat yanh ia berikan lalu mengecup kening Zahrana dengan penuh kasih sayang sebagaimana Ayah pada anaknya.
Karena taksi sudah terlihat menunggu lalu segera Tuan Leon dan Nyonya Sari berangkat.
***
Dikamar mewah Kevin...
Ia sedang menghadap keluar jendela besar yang ada di kamarnya ia sedang menikmati suasana pagi yang menurutnya indah,matanya lekat memandang pada gedung-gedung tinggi dan jika melihat ke arah lain ada banyak pepohonan hijau yang membuat siapa saja terpana akan pemandangan pagi itu.
Sebenarnya tatapan itu kosong dan sesekali sosok indah berbalut gamis elegan seringkali menghantui pikirannya,ia terus teringat Zahrana entah mengapa setelah ia menjalin hubungan sahabat ternyata rasa cinta yang malah muncul dan menjadi-jadi.Ingin ia mengutarakan rasa cinta yang mulai tumbuh tapi rasanya jika untuk waktu sekarang belum tepat,biarlah waktu yang akan menjawab semuanya.
Kevin,baru kali ini ia memikirkan tentang wanita sedemikian rupa hingga terbayang sosoknya sampai dalam mimpi pun ia selalu di hantui sosok idamannya itu.
Padahal baru kemarin ia bertemu tapi rasa rindu kian muncul setiap waktu.Ia tak bisa menahan rasa rindu itu,lalu segera ia mengambil Handphone-nya dan mengirimkan e-mail pada Zahrana untuk mengajaknya makan siang nanti.
"Nona maaf mengganggu waktu Nona apakah anda bisa meluangkan waktu sebentar untuk siang nanti ? Saya ingin makan siang bersama Nona itupun jika Nona bersedia menemani saya" tulis Kevin dalam e-mail yang akan ia kirimkan pada Zahrana.
__ADS_1
***
Zahrana sedang sarapan bersama kedua pembantunya itu,sesekali Zahrana merasa sedih karena baru saja ia sembuh orang tuanya langsung pergi lagi untuk masalah pekerjaan.
Sesekali ia melamun sendiri,kedua pembantunya saling lirik dan sesekali menegur Zahrana.
Setelah selesai makan ia pergi ke tempat TV,ia merasa sangat kesepian.Tak lama dari itu e-mail dari Kevin sampai,lalu segera Zahrana membacanya.
Seketika setelah membaca e-mail dari Kevin ia merasa bahagia,benar baru kali ini ia mendapat sahabat lelaki yang seakan-akan paham akan keadaannya untuk sekarang ini,lalu segera ia membalasnya.
"Boleh Kak,nanti jemput Zahrana pukul satu siang saja ya"
Kira-kira hanya sesimple itu Zahrana membalas e-mail dari Kevin.
Tak lama kemudian ada lagi balasan dari Kevin.
"Baik Nona nanti saya jemput"
Dalam hati Zahrana merasa sangat bahagia walaupun orang tuanya sekarang jauh tapi masih ada sahabatnya.Tiba-tiba Zahrana teringat Dewi,kenapa kemarin ia sangat buru-buru ? hanya itu pertanyaan yang muncul,seketika ia takut terjadi sesuatu pada teman barunya itu.Sampai sekarang nomor Dewi masih belum aktif juga.
***
Lima menit kemudian Zahrana menghampiri lelaki tampan itu,Kevin langsung berdiri dan memberi senyuman manis pada Zahrana.
"Sudah siap Nona ?" tanya Kevin lalu di iringi dengan senyuman manis yang membuat Zahrana merah padam.
"Sudah" ucap Zahrana lalu membalas senyuman Kevin.
Lalu segera mereka keluar,ingin Kevin menggandeng Zahrana dan berpegangan tangan namun ia tahu Zahrana sosok yang sangat istimewa ia tak ingin menyentuh sosok yang berbalut gamis elegan itu ia tak ingin mengotori kesucian Zahrana.
Di dalam mobil mereka hanya saling diam,Kevin agak sungkan untuk berbicara entah mengapa ia jadi merasa tak percaya diri seperti ini.Apakah benar dirinya diam-diam mencintai si mata kelabu itu,apakah hanya ***** sesaat karena Zahrana yang sangat cantik ? Namun hatinya membenarkan bahwa ia sangat mencintai sosok yang sekarang ada disampingnya itu.
__ADS_1
Lima belas menit kemudian mereka sampai di tempat tujuan yaitu Rumah Makan Sunda,itu tempat favorit Kevin.Lalu segera mereka memarkir mobilnya dan langsung masuk ke dalam rumah makan tersebut.
Mereka duduk di kursi yang paling ujung yang dimana bila melihat keluar jendela terdapat beberapa tanaman indah yang terpajang.
"Nona mau makan apa ? Lalu minumnya ?" tanya Kevin dan menyodorkan menu makanan
"Saya ingin nasi goreng istimewa dan minumnya air putih saja lalu di tambah jus mangga" ucap Zahrana malu-malu.
Lalu Kevin melambaikan tangan pada sang waitres yang ada disana dan segera memesan pesanan yang akan mereka makan,ternyata menu yang di pilih Kevin sama seperti Zahrana.
"Maaf ya Nona,Kakak pesan sama dengan yang Nona pesan karena itu sudah menjadi makanan favorit Kakak" ucap Kevin
"Oh iya gak papa kok,kan bebas" jawab Zahrana lalu tersenyum manis.
Kevin yang sekarang sering melihat senyuman Zahrana langsung terpaku,apalagi Zahrana memiliki lesung pipi pada bagian kiri pipinya.
Beberapa menit kemudian makanan sampai,tanpa banyak bicara mereka langsung memakannya dengan lahap.
***
Diperjalanan pulang Kevin sempat berbicara pada Zahrana bahwa sebenarnya dia sudah lulus,dan sekarang dia sedang bimbang antara kuliah untuk mengejar S2 atau bekerja lebih keras di perusahaan yang ia sudah rintis dari awal.
Zahrana yang mengetahui sedikit demi sedikit latar belakang Kevin mulai merasa kagum dengan sosok tampan yang sekarang menjadi sahabat baiknya itu,untuk sekarang mereka mulai terbuka satu sama lain walaupun sebenarnya mereka juga mempunyai rasa cinta masing-masing tapi tetap mereka menutupnya dengan rapat.
"Menurut kamu saya harus bagaimana ?" tanya Kevin setelah menjelaskan bahwa dia sedang bimbang menata masa depannya.
"Jika menurut saya keduanya juga penting,namun saya juga tidak bisa membuat keputusan,saya yakin Kakak bisa memilihnya dengan pemikiran yang lebih luas dibanding saya" ucap Zahrana,karena dia juga merasa bingung dengan pertanyaan yang Kevin lontarkan padanya.
Kevin kembali diam ia merasa Zahrana akan memberi jawaban yang sangat puas ternyata ia juga bingung harus memilih yang mana.
Lima belas menit kemudian mereka sampai di rumah mewah Zahrana,Kevin hanya mengantarkan Zahrana sampai depan gerbang utama saja karena ia harus buru-buru untuk ke perusahaannya.
__ADS_1
Zahrana yang sudah turun dari mobil melambaikan tangannya pada Kevin.Kevin membalas lambaian itu dengan senyuman khasnya.
Setelah sampai dirumah Zahrana langsung merebahkan tubuh indahnya entah mengapa ia merasa gelisah dan tiba-tiba ingat pada orang tuanya ingin ia menghubunginya namun takut mengganggu pekerjaan orang tuanya,lalu ia tepis prasangka buruk yang ada di hatinya itu namun ia tetap gelisah entah apa yang terjadi pada orang tuanya di Pakistan sana.