Hujan Ditengah Kegersangan

Hujan Ditengah Kegersangan
Risalah Hati Kevin


__ADS_3

Kevin yang berada di kamarnya terlihat sedang duduk didepan meja khusus untuk menyimpan buku,dan biasanya itu tempat ia menulis hal-hal menarik yang ia suka pada laptopnya.Seperti biasa sekarang ia sedang mengetikkan sesuatu pada laptop pribadinya itu.


Untaian kata indah yang terpampang jelas didepan mata


Sekejap pudar di dera waktu dan masa


Aku yang dari dulu mencintai dirinya


Namun hanya dibalaskan dusta dan kecewa


Tapi apakah sang mawar yang baru mekar dapat membuatku terpana akan keindahannya ?


Sosok indah yang selalu berbalut gamis elegan itu sungguh mampu membuatku terpesona


Entah sihir apa yang ia lakukan namun itu nyata membekas di dada


Oh mawar indahku...


Aku menanti dirimu


Namun entah bagaimana denganmu ?


Sebuah puisi indah itu seakan-akan menggambarkan perasaannya.Ia menghentikan tulisan itu dan membacanya dengan penuh arti lalu segera ia menyimpan puisi tersebut dalam folder Wanita Asing.


Ia merasa lelah dan ia beranjak dari tempat menulisnya ke tempat tidur empuk miliknya.Ia merebahkan tubuhnya entah mengapa ia merasa sangat lelah padahal ia tadi hanya sebatas mengunjungi kampus karena ada panggilan penting dan hanya menulis didepan laptop.Tak lama kemudian ia terlelap tidur.


***


"Nona sungguh saya menginginkan cinta Nona,tapi apalah daya saya,saya hanya lelaki biasa tak seperti orang lain yang terbilang tampan dan bermateri" ucap Kevin sembari memegang tangan halus Zahrana


Mata Zahrana lekat memperhatikan mata coklat bening Kevin,Zahrana tak tahu harus menjawab apa dalam hati ia memang sangat mencintai lelaki itu namun ia selalu takut jika suatu saat ia dikecewakan.


"Saya mohon Nona,saya benar-benar mencintai Nona jika perlu setelah saya lulus sarjana saya bisa langsung mengkhitbah Nona itupun jika Nona bersedia menerima saya apa adanya" ucap Kevin dan matanya lekat memperhatikan mata kelabu Zahrana.Mereka saling tatap,sungguh dalam tatapan mereka apalagi mereka yang sedang berada di sebuah taman yang luas dan indah serta angin halus yang menerpa kedua insan itu.


"Tapi saya..." ucap Zahrana dan terhenti karena tak sanggup menatap laki-laki tampan yang ada di hadapannya itu.

__ADS_1


"Tapi apa Nona ?" tanya Kevin penasaran


Zahrana kembali terdiam,ia menunduk karena malu.Kevin mengangkat dagunya dan menatap dalam wajah Zahrana yang sangat jelita itu.


Angin berhembus seakan memberi rasa nyaman pada dua insan itu,kebetulan disana sangat sepi sekali.Malam yang indah untuk orang yang tepat saat mengutarakan isi hatinya.Kevin yang menatap dalam Zahrana membuat si mata kelabu itu merah padam dan memberi satu raut wajah yang indah untuk dipandang.


Perlahan namun pasti Kevin mendekatkan wajahnya ke hadapan wajah Zahrana dan...


"Tuan Kevin,ayo bangun dulu ini waktunya Tuan makan siang" ucap pembantunya yang membangunkan Kevin.


Seketika Kevin terkejut dan langsung bangun,ternyata itu hanya mimpi Kevin merasa kesal sendiri.


"Maaf Tuan Bibi mengganggu,tapi ini waktunya makan siang untuk Tuan,nanti maag-nya kambuh lagi"


"Baik Bi saya mau mandi dulu nanti saya turun" ucap Kevin


Lalu pembantunya meninggalkan majikannya itu dengan sopan.


Kevin memang mempunyai penyakit maag itu karena kesibukannya dan membuat ia lupa waktu makan.


Dalam hatinya ia berkata "Argghhh saya kira tadi nyata ternyata hanya mimpi,namun untuk apa juga saya memimpikan Nona Zahrana,mana mungkin ia menerima saya"


Kevin yang selesai makan siang langsung duduk di ruang TV-nya ia hanya duduk termenung memikirkan Zahrana,sekarang bagaimana keadaan Nona Zahrana itu saja yang ia pikirkan dari tadi apa harus ia pergi lalu mengunjungi rumah Zahrana rasanya ia malu sendiri ia kan hanya sebatas kakak kelas bukan siapa-siapa.


Mau bagaimanapun rasa cinta yang menggebu tak bisa ditepis hanya dengan renungan saja apalagi dengan khayalan yang menjadi-jadi.Suatu saat nanti setelah Kevin benar-benar siap untuk menikah ia ingin mendapatkan wanita seperti Zahrana namun muskil wanita seperti Zahrana hanya ada satu di dunia,lalu bagaimana mungkin ada lagi yang sama persis seperti Zahrana mulai dari segi materi apalagi fisik semua orang sudah ditakdirkan dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing.


Kevin merasa kesepian untuk kesekian kalinya setelah ia putus dengan mantannya yaitu Rara,untuk sekarang ia belum bisa memberikan rasa cinta pada siapapun kecuali Zahrana yang sangat ia dambakan.


Apalagi waktu untuk Kevin lulus dari kampusnya hanya tinggal menghitung hari semua tugas yang harus terkumpul sebelum ia wisuda sudah beres semuanya dan tak ada yang tahu bahwa dia mendapatkan nilai tertinggi dalam fakultas yang ia ikuti dan nilai tertinggi diangkatannya.Sebenarnya Kevin sudah ditunggu oleh beberapa Universitas Terbaik didunia namun ia masih berfikir harus bagaimana sedang sekarang ia juga ingin meningkatkan perusahaannya yang ada di Bandung ini apa bisa ia memberi kepercayaan penuh pada temannya yang bekerja di bidang perusahaan yang ia miliki,bukan ia tak bisa namun jika terlalu percaya pada orang ia takut yang akhirnya malah di bohongi.Tak banyak orang yang tahu tentang latar belakang Kevin hanya teman dekatnya yang tahu bahwa dia memegang Perusahaan sendiri yang ia mulai dari nol.Kevin merupakan seorang pekerja keras dan mandiri,maklum sejak ditinggalkan orang tuanya tak ada kerabat yang menemani dia jika ada itu juga hanya paman dari ibunya.


Kevin merasa pusing harus bagaimana ia bangkit dari tempat duduknya menuju ke gerasi dan mengendarai mobil sportnya ia ingin menenangkan segala pikirannya ia ingin suasana sepi untuk ia renungi.


***


Dalam perjalanan ia tak tahu harus kemana,dalam hatinya ingin sekali ia di temani oleh Zahrana.

__ADS_1


"Ya Rabb mengapa kau biarkan aku jatuh cinta pada sosok indah yang kau ciptakan itu ? Aku ingin memilikinya,aku mohon bantu aku Ya Rabb" Dalam hati ia bergumam sendiri.


Sudah terlalu jauh Kevin mengendarai mobilnya,lalu ia memutuskan pergi ketaman yang ada di Kota Bandung itu,ia tahu taman yang menurutnya pantas untuk ia renungi dalam kegalauan hidupnya ini.


Setelah sampai di tempat yang ia tuju,ia mencari tempat yang agak sepi dari orang yang berpacaran di sana.Ia duduk sendiri dibangku putih yang tersedia matanya menatap kosong pada keadaan di taman itu,entah kemana pikirannya pergi rasanya hanya ada rasa sepi dan sunyi untuk hidupnya saat ini.


Dalam tatapan kosongnya ia malah membayangkan wajah jelita Zahrana yang saat pertama kali bertemu dan memberi senyuman,yang dulu ia anggap wanita itu benar-benar dingin namun setelah ia kenal ternyata Zahrana sosok yang baik,ramah dan sering tersenyum.


Ketika ia sedang sibuk memikirkan hal tentang Zahrana tiba-tiba ada wanita yang menghampirinya,wanita yang berpakaian minim rambut yang dibiarkan tergerai serta make up yang agak mencolok.Ya wanita itu Syella,wanita yang dulu pernah ia suka namun berbalik benci karena sikapnya yang dulu pernah menolaknya dengan ucapan yang menusuk ulu hati Kevin.


"Hai Kevin,sedang apa kamu disini ?" tanya Syella tanpa malu dan langsung duduk disamping Kevin


Kevin hanya diam lalu sebentar melirik pada Syella setelah itu ia langsung memalingkan wajahnya kembali pada posisi semula.


"Kevin kok kamu jadi dingin gini sih ? Kamu tahu kan aku juga suka kok sama kamu,apa tawaran kamu waktu dulu masih bisa ku jawab untuk sekarang ini ?" wajah Syella melirik pada Kevin yang ada di sebelahnya.


Kevin hanya diam ia tak menjawab pertanyaan Syella dalam hati ia merasa kembali sakit hati,entah mengapa dulu ia sangat menginginkan sekali sosok Syella itu,namun untuk sekarang rasanya tak ada sedikitpun rasa cinta pada wanita cantik yang ada disampingnya itu.


Kevin menghembuskan nafas beratnya lalu berkata,


"Maaf Syell saya sudah tidak tertarik dengan anda,anda tahu kan dulu saya pernah berjuang untuk anda ? Namun balasan anda apa ? Bukannya dulu anda tidak ingin menjadi pacar saya karena saya bukan merupakan orang yang kaya,dan masih banyak ucapan anda yang menusuk hati saya" ucap Kevin tenang namun tajam sekali ucapan itu.


Syella hanya diam ia sadar dulu pernah berkata yang tidak pantas pada Kevin hanya karena ia melihat dari segi harta dan materi.Namun dalam diamnya ia juga berfikir apakah Kevin telah jatuh cinta pada si mata kelabu itu ?. Entah mengapa dalam benak Syella muncul pertanyaan seperti itu dan itu membuatnya semakin dendam pada Zahrana.


"Sudah Kevin aku tahu kok sekarang kamu seperti ini karena si mahasiswi baru itu kan ? Yang kalau menurut gue dia tuh banyak caper lah,udah jujur aja " ucap Syella agak sewot.


Kevin balas melirik Syella dengan tatapan sinis ia tak mau wanita pujaannya itu di katai seperti yang tadi Syella ucapkan.


"Cukup Syell,saya tahu anda merasa tersaingi dengan Nona Zahrana tapi bukan berarti anda seenaknya menilai orang seperti itu saya tahu Nona Zahrana tidak seperti yang kamu kira" ucap Kevin lalu bangkit dari tempat duduknya dan segera meninggalkan Syella,ia merasa kesal dengan sikap Syella yang semakin menjadi-jadi.


Lalu Kevin segera pulang kerumah dalam perjalanan ia merasa sangat kesal dengan sikap Syella itu.


***


Setelah sampai dirumah ia langsung duduk di sofa yang tersedia dikamarnya dan menuliskan sebuah E'mail untuk Zahrana.Ingin Kevin mengutarakan isi hati yang sebenarnya namun ia mengurungkan dulu niatnya itu karena ia tahu bagaimana cara mendekati dulu Zahrana yaitu ia akan mengajaknya agar bersahabat dulu.Setelah itu baru ia akan menunjukkan sikap sayang dan perhatian pada si mata kelabu.

__ADS_1


Kevin juga menyelipkan sebuah kata maaf jika suatu saat ia bisa jatuh cinta dalam sebuah persahabatannya itu.Mungkin hanya itu yang dapat Kevin utarakan untuk sekarang ini.


Jika suatu saat Zahrana memang jodohnya pasti Zahrana juga dapat memahami isi hati Kevin yang sebenarnya.


__ADS_2