Hujan Ditengah Kegersangan

Hujan Ditengah Kegersangan
Ingatan kata yang terlontar dari Leo


__ADS_3

Kevin yang terus memperhatikan Zahrana yang sedang menangis merasa tidak tega,ingin ia memeluknya namun Zahrana pasti melepaskan pelukan darinya itu.


"Sayang,maafkan Kakak ya !! Kakak gak bermaksud menyakiti hati kamu." ujar Kevin membuka pembicaraan dengan menatap dalam Zahrana yang masih tertunduk.


Lalu Zahrana sedikit mengakat wajahnya dan memperlihatkan mata sembab dan hidungnya yang sedikit merah


"Sudahlah Kakak juga tidak marah padamu,hanya saja Kakak sangat khawatir atas pikiran aneh yang sedang kamu pikirkan sekarang. Kakak yakin kamu mempunyai rasa takut Reina akan menyukai Kakak bukan ?" tanya Kevin dengan menatap dalam mata Zahrana yang sembab itu.


"Kenapa Kakak bisa berfikir seperti itu ?" tanya Zahrana agak terbata-bata.


"Karena dulu Reina juga mengambil kebahagiaanmu dengan Leo bukan ?"


"Sudahlah sedikitnya Kakak tahu tentang masa lalu mu dan itu tidak penting karena Kakak tidak hidup di dalam bayang masa lalu mu sayang,cobalah kamu jangan larut dalam kesedihan yang telah lama terjadi itu."


"Kamu akan mendapatkan kebahagiaan yang sebenarnya,Kakak janji akan hal itu." ujar Kevin meyakinkan Zahrana agar Zahrana tidak berfikiran yang aneh-aneh lagi.


"Terima kasih Kak Kevin." ucap Zahrana lirih lalu sedikit ia menarik bibirnya dan berusaha tersenyum.


"Suatu saat jika kamu mau menceritakannya,Kakak siap mendengarkan sayang. Kamu jangan khawatir Kakak akan selalu menjagamu bagaimanapun keadaannya."


"Oh iya,Kakak hanya ingin tahu satu hal tentang Leo." sambung Kevin dan membuat Zahrana mengerutkan dahinya karena tidak mengerti apa yang di maksud dengan ucapan Kevin.


"Apa ?" tanya Zahrana penasaran.


"Ucapan apa yang telah kamu dapat dari lelaki itu ? Bagaimana bisa kamu larut dalam lautan cinta padanya dulu ?"


"Boleh aku menceritakannya secara singkat ?" tanya Zahrana dengan menatap mata Kevin penuh rasa tulus.


Kevin merasa luluh atas tatapan Zahrana. Ia segera menatap Zahrana dan siap mendengarkan ceritanya.


Mungkin Zahrana sudah bisa bercerita pada Kevin,ia tak mau menunggunya lebih lama lagi. Jika saja mereka sudah menjalin hubungan ke jenjang tunangan pun Zahrana tetap harus menceritakannya. Ia harus berusaha jujur pada kekasihnya itu.

__ADS_1


"Wanita murahan dasar pelacur sok cantik pula,aku hanya ingin menemani malam panas bersama mu saja Nona. Jika tidak !! aku akan memutuskan mu dan menyebarkan isu yang tidak-tidak tentang dirimu."


Kira-kira itu ucapan yang pernah Leo lontarkan pada Zahrana,saat itu pula Zahrana merasa sakit hati karena Reina juga ikut terlibat dalam hubungan mereka.


"Itu ucapan yang aku dengar dan sampai saat ini aku masih mengingatnya Kak,Reina teman dekatku sendiri tega merebut Leo dariku hari itu juga." ucap Zahrana lalu ia kembali menangis.


Kevin yang mendengar apa yang di ceritakan Zahrana merasa ikut bersedih,bagaimana mungkin sosok Zahrana yang sekarang ternyata menyimpan sebuah luka dari laki-laki yang dulu ia cintai dan luka dari teman dekatnya sendiri.


"Beruntungnya aku Kak,walau dulu aku sempat bergaul bebas tapi aku bisa menjaga diriku dan menjaga mahkota berhargaku." ucap Zahrana dengan terisak.


Butuh waktu beberapa menit agar Zahrana tenang dari tangisnya,Kevin berusaha memberi arahan agar Zahrana tidak terlalu memikirkan hal aneh lagi. Walau ini memang salah dirinya karena berani menanyakan hal itu dalam waktu dekat ini.


Namun ini penting karena setelah pulang dari London,Kevin agar segera melamar Zahrana untuk bertunangan dengannya.


"Kak bisa tidak keluar dulu dari sini,aku ingin menenangkan dulu diriku. Dan silahkan jika Kakak merasa menyesal karena telah menjalin hubungan dengan wanita yang mempunyai masa lalu yang kelam." ucap Zahrana.


Tanpa berkata sedikitpun Kevin langsung keluar dari kamar Zahrana,Kevin paham Zahrana membutuhkan ketenangan dulu untuk dirinya sendiri.


Sebenarnya Kevin juga merasa bersalah telah bertanya seperti itu,namun bagaimana pun itu perlu Kevin ketahui.


***


"Ya rabb,aku mohon jangan biarkan Kevin pergi dari hidupku." gumam Zahrana dalam hatinya.


Dalam lamunannya Zahrana dikagetkan dengan bunyi handphonenya. Ternyata itu panggilan dari Reina,Zahrana enggan mengangkatnya ia takut Reina akan menanyakan Kevin sehingga ia membiarkan saja telponnya itu.


Zahrana beranjak dari tempat duduknya,ia merasa gerah walaupun itu sudah hampir mendekati malam. Segera ia mandi dan mengganti pakaiannya.


***


Malam indah di Kota London,Kevin sedang mengerjakan sebuah pekerjaan yang di perintahkan Tuan Leon. Kemungkinan malam ini ia harus begadang sampai pagi karena pekerjaan itu cukup banyak.

__ADS_1


Seiring berjalannya waktu Kevin di kagetkan dengan ketukan pintu kamarnya,padahal itu sudah pukul dua dini hari. Semua orang yang berada di apartemen sudah tertidur lalu itu siapa ?.


Sempat Kevin berfikir itu adalah hantu,tapi ia memberanikan diri untuk membuka pintunya karena ia juga berprasangka itu adalah Tuan Leon yang akan menanyakan pekerjaan.


Tok...tok...tok...


Suara ketukan pintu kembali terdengar,lalu dengan langkah yang sedikit perlahan Kevin membuka pintu itu dan ia sangat kaget ternyata itu adalah Zahrana.


"Kak." lirih Zahrana pada Kevin,dan itu membuat Kevin terpaku di tempatnya karena melihat wajah Zahrana yang agak pucat.


"Sini masuk dulu,kami tenang Kakak gak bakal apa-apain kamu kok." ajak Kevin pada Zahrana.


"Baiklah."


Lalu segera Zahrana masuk,begitu ia melihat laptop Kevin menyala Zahrana sudah menduga pasti Kevin sedang mengerjakan pekerjaan dan harus begadang sampai pagi hari.


"Kamu bisa duduk di soffa sana sayang,atau di kasur Kakak juga nggak papa kok." ujar Kevin tersenyum pada Zahrana karena ia segera duduk di meja kerjanya.


"Aku duduk di soffa saja Kak,maaf mengganggu !" ujar Zahrana sembari berjalan menuju soffa yang ada di dekat jendela kamar itu.


"Tenang saja sebentar lagi beres kok,kamu kenapa tiba-tiba datang kesini ? Bagaimana jika Ayahmu tahu nanti takut menyangka hal yang tidak-tidak pada kita !" ujar Kevin karena merasa cemas takut Tuan Leon marah karena ada Zahrana di kamarnya.


"Kakak tenang saja aku sudah ke kamar Ayah dulu tadi,tapi kata Ayah sebaiknya temani saja Kakak agar tidak ketiduran."


"Oh begitu,ya sudah Kakak melanjutkan kembali pekerjaan ini ya." ucap Kevin lalu ia kembali fokus pada layar laptopnya.


Zahrana yang merasa kasihan karena demi pekerjaan Kevin rela begadang sampai pagi,Zahrana ingin membantunya lalu segera ia beranjak ke tempat kerja Kevin.


"Sini Kak biar Zahrana bantu."


"Tidak apa sayang,Kakak bisa sendiri kok lebih baik kamu istirahat dulu kasihan mata kamu sembab gitu."

__ADS_1


"Tapi Kak ..."


"Sudah jangan memaksa,bukannya Kakak tidak mau di bantu kamu tapi kamu harus istirahat dulu walau sebentar."


__ADS_2