Hujan Ditengah Kegersangan

Hujan Ditengah Kegersangan
Rasa Cemas Part 2


__ADS_3

***


Sesampainya Zahrana di Perusahaan segera ia turun dari mobilnya dan menyuruh agar sopir pribadi Ayahnya itu pulang saja dan tidak menunggunya. Mang Ujang nama sopir itu,ia dulunya penjaga gerbang rumah Zahrana namun sekarang ia juga menjadi sopir pribadi Ayahnya.


Setelah masuk ke Perusahaan,Zahrana di sambut hangat dengan para pegawai yang berada di sana. Para pegawainya sudah sibuk dengan menatap layar komputer masing-masing dan ada juga yang sibuk kesana-kesini.


"Selamat pagi Nona muda " sapa para pegawainya dengan tersenyum hangat.


"Selamat pagi." jawab Zahrana dengan tersenyum hangat kepada para pegawainya itu.


Segera ia memasuki ruangan pribadinya,dan menyuruh satu orang pegawai agar memberitahu kepada Elmyra bahwa dirinya sudah berada di Perusahaan.


Dan beberapa menit kemudian Elmyra mengetuk pintu ruangan kerja Zahrana.


Tok...tok..tok


"Silahkan masuk !" ujar Zahrana.


"Selamat pagi Nona." sapa Elmyra sambil tersenyum.


"Pagi. Oh iya El tolong kamu langsung berikan saya semua dokumen yang perlu di tandatangani. Saya hanya sebentar kesini,saya masih lelah sebenarnya." ucap Zahrana yang secara tidak langsung mengutarakan rasa lelah nya pada Elmyra.


"Loh kenapa Nona memaksakan diri kesini ?"


"Kamu kan yang bilang semuanya sudah menumpuk,saya tidak mau menunda-nunda pekerjaan." ucap Zahrana dengan nada yang agak di tekan pada Elmyra.


Elmyra diam membisu,seharusnya ia tidak dulu memberitahu tentang pekerjaan Perusahaan selama Bos mudanya itu belum mengabarinya terlebih dahulu. Ini pertama kalinya Zahrana berbicara dengan nada yang menekan seperti itu.


Elmyra hanya menunduk,ia mencerna ucapan Zahrana yang tadi.


"Argghh,,maafkan aku El,nada ku sedikit menekan padamu. Sungguh aku merasa sangat lelah dan capek." ujar Zahrana yang menyadari bahwa perkataannya sedikit menekan pada sekretaris pribadinya itu.


"Tidak apa Nona,saya yang harusnya meminta maaf karena sudah berani mengabari dulu Nona lebih dulu seharusnya saya menunggu saja kabar dari Nona." ucap Elmyra dengan kepalanya masih menunduk.


"Sudahlah El,jangan menunduk seperti itu. Sebaiknya ayo kita selesaikan pekerjaan ini. Karena aku tidak bisa berlama-lama disini."


"Baiklah. Ini dokumen yang perlu Nona tandatangani,lalu yang ini beberapa dokumen dari Perusahaan cabang mereka ingin gaji nya di naikkan karena Perusahaan cabang yang mereka pegang berhasil menjual mobil-mobil edisi terbatas yang dimana pembayarannya hanya bisa di lakukan melalui rekening Nona saja."

__ADS_1


"Baiklah,tapi kenapa uang dari penjualan mobil edisi terbatas itu harus masuk kedalam rekening pribadiku ? Harusnya masuk kedalam rekening Perusahaan yang aku pegang."


"Maaf Nona dari dulu juga seperti itu,Nyonya Sari yang menetapkannya."


"Ohh baiklah jika seperti itu. Tapi mulai dari bulan depan semua uang dari penjualan mobil edisi terbatas akan aku tetapkan agar masuk ke dalam rekening Perusahaan ini. Oh iya untuk penaikan gaji mereka biarkan nanti saya yang kesana sendiri."


"Baik Nona."


"Ya sudah kau boleh pergi sekarang,nanti setelah aku selesai dengan ini semua aku akan memanggilmu kembali."


Elmyra hanya menganggukkan kepalanya,lalu segera ia bangkit dari duduknya dan meninggalkan ruangan Bos mudanya itu.


***


Sementara Kevin sedang menuju Perusahaan Zahrana ia sangat cemas,tadinya ia sudah ke rumah Zahrana tapi Bi Vina memberitahukan bahwa Zahrana pergi ke Perusahaan sedangkan Tuan Leon sedang istirahat.


"Sial,bisa-bisanya Rara mengancamku seperti itu. Padahal dia yang salah di masa lalu." gumam Kevin dengan kesal.


Ketika sampai di Perusahaan Zahrana segera ia masuk ke dalamnya dan mencari keberadaan Zahrana.


"Bisakah saya bertemu dengan Nona Zahrana ?" tanya Kevin pada sekretaris pribadi Zahrana.


"Ya saya Kevin yang dulu kesini,dimana saya bisa bertemu dengan Nona Zahrana ?"


"Mari biar saya antar ke ruangan pribadinya."


Elmyra merasa sangat aneh melihat tingkah Kevin yang sepertinya sangat cemas,tapi ia tidak banyak memikirkan hal aneh karena bukan urusannya.


"Silahkan Tuan,disini Nona Zahrana berada. Saya pamit undur diri."


"Baiklah terima kasih."


Tanpa mengetuk pintu segera Kevin masuk kedalam ruangan tersebut,ia segera menghampiri Zahrana dengan tatapan yang kuyu dan wajah yang sangat cemas.


"Kak Kevin !!!" ucap Zahrana yang kaget karena tiba-tiba Kevin datang tanpa sepengetahuannya.


"Kamu baik-baik saja kan sayang ?" tanya Kevin langsung menanyakan keadaan Zahrana.

__ADS_1


"Aku baik,kamu ini kenapa sih Kak ?" tanya Zahrana heran.


"Syukurlah jika begitu." ucap Kevin sambil duduk berhadapan dengan Zahrana.


"Memangnya kenapa sih Kak ? Kok kayak cemas begitu !"


Kevin hanya diam membisu,pikirannya kalut karena ia takut Zahrana kenapa-napa akibat ulah mantannya itu.


"Sebaiknya kita membicarakan ini di luar jam kerjamu saja sayang,nanti Kakak ceritakan semuanya."


"Sebentar lagi selesai Kok,ya sudah Kakak duduk dulu di soffa itu nanti Zahrana ambilkan minum."


"Baiklah."


Kevin langsung beranjak duduk dan segera berpindah tempat,ia benar-benar takut kekasihnya di ganggu oleh Rara. Tapi sampai sekarang dimulai dari tadi ia berangkat tak ada tanda-tanda kehadiran Rara sama sekali. Kevin dan Zahrana sama-sama tidak tahu bahwa sebenarnya Rara bekerja di Perusahaan Zahrana sejak dulu.


Zahrana yang sedang mengambilkan segelas air hanya bisa merasakan keanehan pada Kevin yang tiba-tiba bersikap seperti itu. Tapi Zahrana tidak terlalu memikirkannya.


"Ini Kak,minum dulu."


"Terima kasih sayang. Ya sudah kamu selesaikan dulu pekerjaannya."


Zahrana hanya menganggukkan kepalanya. Lalu segera ia mengerjakan lagi pekerjaannya agar cepat selesai.


"Ternyata Rara telah menipu ku,buktinya kekasihku tak apa-apa. Tapi aku harus tetap berjaga-jaga karena Rara pasti akan meneror ku lagi. Awas saja jika dia berani mengganggu kekasihku." gumam batin Kevin dengan kesal.


Tak lama kemudian Zahrana berhasil membereskan semua pekerjaannya,segera ia mengajak Kevin untuk pulang. Tapi tiba-tiba handphone-nya bergetar dan ada pesan masuk.


"Hai Nona Zahrana,jaga kekasihmu itu karena aku masih mencintainya dan sampai kapanpun aku takan pernah rela kau menjalin hubungan asmara dengannya. Oh iya satu lagi,kau tidak tahu masa lalu Kevin sama sekali. Dia milikku dan selamanya harus menjadi milikku."


^^^"Maaf anda siapa ya ?"^^^


"Kau tidak perlu tahu siapa aku,tapi lihat saja kedepannya jika kekasihmu akan celaka."


Zahrana langsung merasa aneh dan cemas dengan pesan itu. Karena setahu dia Kevin adalah lelaki baik-baik, Kevin tidak akan mencari pasangan baru jika hubungan dengan masa lalu nya belum selesai.


Kevin yang melihat raut wajah Zahrana merasa heran,karena tiba-tiba terlihat cemas. Kevin langsung menghampiri Zahrana dan berdiri di sampingnya.

__ADS_1


"Ada apa sayang ?"


"Oh nggak apa-apa Kak,ya sudah kita pulang sekarang saja ayo !!" ajak Zahrana dan ia berusaha menyembunyikan dulu tentang pesan yang di kirim orang yang sama sekali tak di kenalnya.


__ADS_2