Hujan Ditengah Kegersangan

Hujan Ditengah Kegersangan
Siapa sebenarnya Raditya ?


__ADS_3

Malam hari di rumah Zahrana ia beranjak dari tempat tidurnya hanya karena ingin melihat sang rembulan yang bersinar dan ribuan bintang yang berkerlip.Ia sangat menyayangi Kevin,ingin rasanya ia duduk bersama di bangku taman yang indah dan saling bertukar cerita kembali sambil merasakan dinginnya angin malam.Zahrana yang membayangkan hal indah bersama Kevin tak sadar cairan bening jatuh dari matanya yang indah.Ia sangat mencintainya,Zahrana membiarkan dirinya larut dalam harapan dimana suatu saat nanti ia akan bersama dengan Kevin untuk selamanya.Namun apakah cinta Zahrana dan Kevin bisa tertaut satu sama lain ? entahlah mereka hanya menunggu waktu dan berharap pada yang Maha Kuasa agar cinta mereka bisa bersatu.


Zahrana takut Kevin meninggalkannya suatu saat nanti ia tak mau jika harus jauh dengan sosok lelaki tampan dan baik yang telah membuat dirinya jatuh dalam lautan cinta yang sampai kapan mungkin takan surut dari hati Zahrana.


Dalam diamnya Zahrana berharap Kevin takan pernah meninggalkannya sampai kapan pun.Dan cairan bening yang membasahi pipinya semakin deras,ia merasakan cinta yang sangat dalam.


Begitupun Kevin di malam hari ini ia merasakan getaran cinta yang muncul secara tiba-tiba dan ia juga berharap cintanya akan terbalas oleh Zahrana.Kevin tak ingin cintanya bertepuk sebelah tangan,dan sama seperti Zahrana Kevin tak sadar cairan bening jatuh dari matanya.Ia sangat mencintai wanita itu,wanita yang membuatnya terjun dalam lautan rindu setiap waktu.


Malam sudah semakin larut keduanya merasakan rasa dingin yang mencucuk tulang,Kevin dikamarnya segera menutup jendelanya yang terbuka lebar dan ia memilih untuk tidur.Begitupun Zahrana segera ia menutup jendela kamarnya dan beranjak ke tempat tidur,namun ketika ia hendak tidur tiba-tiba ada suara Ayahnya dari luar kamar sepertinya Tuan Leon akan membangunkan Zahrana.Pintu kamar Zahrana di kunci dan tak lama kemudian Ayahnya mengetuk pintu itu.


"Sebentar Ayah" segera Zahrana beranjak dari tempat tidurnya untuk membuka pintu.


"Ada apa Ayah ?" tanya Zahrana dengan wajah yang masih agak pucat tapi kondisinya sudah kembali membaik.


"Kamu turun dulu itu ada Raditya,Ayah gak enak kalau langsung membawanya ke kamarmu Ayah tahu kamu paling enggak suka kalau ada orang lain masuk ke kamarmu tanpa izin dulu" ucap Ayahnya karena tahu sifat putrinya itu.Tuan Leon sangat memahami Zahrana.


"Baik Ayah aku akan turun sebentar aku akan memakai kerudung dulu" ucap Zahrana.


"Ya sudah kamu cepat ya memakai kerudungnya Ayah tunggu di bawah"


Segera Zahrana memakai kerudung blus-nya agar tidak ribet,ia menggunakan pakaian tidur panjang.


Di ruang tamu yang sangat mewah Tuan Leon dan Raditya sedang berbincang,lalu tak lama kemudian Zahrana menghampirinya dan ia duduk di dekat sang Ayah.

__ADS_1


"Hai Ra bagaimana kabarmu ? maaf tadi siang tidak sempat menanyakan kabar karena sepertinya kamu sedang lemas" ucap Raditya dan tersenyum.


"Alhamdulillah aku baik Dit" ucap Zahrana dan sedikit memberi senyuman pada Raditya,Zahrana sudah biasa memanggil Raditya dengan panggilan Dit katanya itu lebih simple.


"Oh iya Ayah tinggal kalian berdua ya,Ayah mau ke kamar kerja Ayah dulu" ucap Tuan Leon dan bangkit dari duduknya.


"Tapi Yah" ucap Zahrana karena ia merasa tak enak hati.


"Sudah silahkan kalian melepas rindu" jawab Tuan Leon dan meninggalkan mereka berdua.


Beberapa menit mereka hanya saling diam,Raditya merasa ada yang berbeda dengan Zahrana mungkin karena Zahrana memakai pakaian tidur dan kerudung blus sehingga terlihat agak berbeda dari biasanya.Namun tetap Zahrana terlihat cantik.


Setelah lama saling diam kemudian Raditya memulai pembicaraan.


"Tidak apa Dit,aku juga belum tidur" jawab Zahrana,sebenarnya ia malas jika harus mengobrol dengan teman lelakinya itu.Zahrana tahu betul jika Raditya senang sekali main malam dan menenggak minuman beralkohol.


Sebelum Zahrana berpakaian tertutup ia dulu sangat dekat dengan Raditya namun setelah memutuskan berpakaian tertutup dengan memakai gamis dan kerudung ia agak menjauh dari pergaulannya dengan Raditya.


"Oh iya Dit kamu ke Bandung untuk apa ya ?" tanya Zahrana.


"Oh aku mau bekerja di Perusahaan Ayahmu Ra,aku sudah lulus sama seperti dirimu dan mungkin aku akan menetap disini dirumah Nenek ku" ucap Kevin dan tersenyum nakal pada Zahrana,dan itu membuat Zahrana agak kesal dengan tingkah yang di berikan Raditya.


Dalam hati Zahrana ia membenarkan bahwa sebenarnya Raditya juga cerdas namun hanya salah dalam bergaul saja entahlah sekarang ia masih senang menenggak minuman beralkohol atau tidak, Zahrana tidak tahu.

__ADS_1


"Ra bagaimana jika besok kamu menemani aku untuk jalan-jalan mengelilingi Bandung sudah lama aku tak kesini" ucap Raditya dengan penuh harap agar Zahrana mau menemaninya.


"Besok aku ada acara Dit,lain kali saja ya" tolak Zahrana.


Entah apa yang ada dalam pikiran Raditya tiba-tiba ia merasa ingin duduk di samping Zahrana dan bisa memeluknya dengan erat karena ia ingin melepas rindu pada temannya semasa di London sana.Lalu ia beranjak dari tempat duduknya dan duduk di samping Zahrana.Zahrana mulai merasakan tidak nyaman dengan tingkah Raditya.


"Aku rindu padamu Ra,sudah lama kita tak bertemu" ucap Raditya mendekat dan tangannya mulai memegang jari tangan Zahrana yang halus.Segera Zahrana mengibaskan tangan Raditya dengan kasar.


"Maaf Dit kamu jangan asal memegang tanganku" Zahrana menjawab dengan tatapan mata tajam pada Raditya.


"Kamu kenapa Ra waktu di London kamu biasa saja jika tanganmu di pegang oleh aku"


"Itu dulu sekarang berbeda"


Memang dulu Zahrana juga pernah bermain dengan Raditya dan Raditya yang selalu membuatnya tertawa dan tempatnya bercerita.Namun semenjak Zahrana berpakaian tertutup Raditya sering menceritakan keburukan Zahrana pada teman-temannya sehingga beberapa teman Zahrana dulu merasa risih jika melihat Zahrana berpakaian tertutup,dan secara tidak langsung Zahrana merasa sakit hati dan sampai sekarang ia tak mau bertemu dengan Raditya tapi siapa sangka ternyata temannya itu akan bekerja di Perusahaan Ayahnya.


"Dit ini sudah mau larut malam sebaiknya kamu pulang aku mau istirahat" ucap Zahrana karena ia tak mau banyak berbicara dengan temannya itu.


Raditya yang agak kecewa dengan sikap Zahrana dan sekarang ia terpaksa pulang ia tak mau mengganggu Zahrana,dari ucapan dan tatapan Zahrana Raditya tahu bahwa Zahrana masih memendam rasa kecewa pada dirinya.


"Ya sudah sampai nanti ya,aku pulang dulu"


Raditya pulang dengan rasa kecewa karena Zahrana bersikap agak dingin,Raditya sadar dulu pernah menyakiti Zahrana tapi ia berfikir untuk sekarang mungkin Zahrana sudah melupakannya namun sepertinya pikiran itu salah besar karena Zahrana masih kecewa pada dirinya.

__ADS_1


__ADS_2