
Pagi hari yang indah sang mentari yang muncul dengan senangnya dan beberapa awan yang mengikutinya sungguh itu menjadi pemandangan yang sangat tenang di pagi hari,apalagi dengan bunga-bunga yang ikut mekar dan menunjukkan kelopaknya yang indah.
Pagi ini Zahrana sedang menyirami tanaman bunganya,kondisinya sudah membaik mungkin hari ini ia akan pergi ke Perusahaan untuk bekerja.Setelah selesai menyirami setiap bunga yang ada segera ia masuk ke rumahnya dan mengganti pakaiannya.Ketika hendak masuk ia bertemu dengan Ayahnya di ambang pintu.
"Sayang,Ayah berangkat dulu ya.Kamu istirahat saja dulu biarkan kondisimu itu pulih" ucap Tuan Leon pada si mata kelabu putri kesayangannya itu.
"Aku sudah membaik kok Yah,dan sekarang aku juga mau ke Perusahaan,aku pakai mobil yang Ferrari ya ? Bolehkan yah ?"
"Ya sudah jika kamu sudah merasa membaik,boleh pakai saja mobil itu" kata Tuan Leon lalu segera Tuan Leon pergi untuk bekerja.
***
Di perjalanan yang sudah mulai ramai Zahrana mengendarai Ferrari milik Ibundanya dulu,sekarang ia bebas memakai mobil itu.
Ketika fokus menyetir tiba-tiba ada telpon masuk dari Kevin,segera Zahrana mengangkatnya.
"Halo,selamat pagi Nona"
"Oh iya Kak,selamat pagi"
"Kamu mau berangkat ke Perusahaan ya ?"
"Loh kok Kakak tau"
"Ya tau lah,kan tadi Ayahmu bicara sama Kakak katanya nyuruh temenin kamu sampai datang ke Perusahaan,takut kamu kenapa-napa katanya"
"Jadi Kakak ada di belakang mobil saya ?" tanya Zahrana.
"Iya kamu lihat saja dari spion mu Nona" ucap Kevin.
Lalu Zahrana melihat dari spionnya ternyata benar ada mobil Ferrari milik Kevin.
Dalam hati Zahrana ia merasa sangat senang atas apa yang Ayahnya lakukan hanya karena ingin melihatnya baik-baik saja.
"Ya sudah Kakak tutup telponnya ya supaya kamu bisa fokus nyetir kembali"
Lalu panggilan itupun di tutup oleh Kevin sepihak.Dalam hati Zahrana ia sangat bahagia bisa kenal dengan Kevin yang sangat baik sekali memperlakukan dirinya selama ini.
Setengah jam kemudian Zahrana sampai di Perusahaan miliknya itu.Ia memberhentikan mobilnya di gerbang utama Perusahaan lalu di susul oleh Kevin.Lalu Kevin turun dari mobilnya untuk menghampiri Zahrana,dan Zahrana pun sengaja turun dari mobilnya.
"Terima kasih ya Kak sudah menemaniku di perjalanan tadi" ucap Zahrana dan tersenyum manis pada Kevin sehingga menunjukkan lesung pipi kirinya.Kevin yang melihatnya sungguh terpana.
"Sama-sama Nona,ya sudah Kakak mau berangkat ke Perusahaan Kakak dulu,kamu jaga diri baik-baik ya Tuan Putri"
Zahrana terkekeh mendengar Kevin menyebutnya dengan panggilan Tuan Putri,Kevin pun menanggapinya dengan tertawa karena raut wajah Zahrana yang menurutnya sangat terlihat lucu ketika tertawa kecil.
__ADS_1
Lalu segera Kevin mengendarai mobilnya dan pergi ke Perusahaan.Zahrana melambaikan tangannya dan dalam hatinya sangat bahagia.
Segera ia masuk lagi ke mobilnya dan penjaga gerbang tersebut segera membukakannya untuk Zahrana.Setelah Zahrana memarkir mobilnya tak lama kemudian Elmyra datang menghampirinya,Elmyra berpakaian sangat rapi memakai gamis warna ungu muda dengan kerudung hitam bisa di katakan di Perusahaan yang sekarang Zahrana pegang hanya dia dan Elmyra saja yang berpakaian gamis semua yang ada di sana rata-rata memakai rok span dan baju kemeja.Memang dulu semasa Nyonya Sari memegang Perusahaan itu ia tidak memaksa semua pegawainya berpakaian tertutup namun Nyonya Sari menyuruh mereka berpakaian yang sopan,rapi dan tidak terlalu ketat.
"Selamat Pagi Nona Zahrana,hari ini ada dokumen-dokumen yang sudah harus Nona tandatangani"
"Pagi El,baik nanti saya segera ke ruangan saya"
Lalu Zahrana segera masuk kedalam Perusahaan dan disana sudah banyak pegawai yang sedang sibuk bekerja.
Ketika ia sudah sampai di ruangannya ternyata benar sudah banyak dokumen yang harus ia tandatangani termasuk dokumen dari Perusahaan cabangnya.
Zahrana ingat hari ini ia harus mengadakan meeting dengan semua karyawannya.Segera ia menelpon Elmyra.
"Maaf El tolong segera anda ke ruangan saya sekarang"
"Baik Nona"
Lima menit kemudian Elmyra datang ke ruangan Zahrana,lalu Zahrana ingin agar Elmyra menyuruh semua karyawan yang ada di Perusahaan agar mengikuti meeting bersama.Lalu segera El memberitahu bahwa hari ini ada meeting.Semua yang sedang bekerja segera beranjak dari tempat duduknya untuk menghadiri meeting yang akan di pimpin Zahrana.
Di ruangan meeting yang sangat besar Zahrana mengadakan meeting dadakan itu agar semua orang tak bisa mengelak dari pertanyaannya.
"Selamat Pagi semuanya,perkenalkan nama saya Zahrana Rainarahma,saya disini akan menggantikan posisi Ibunda saya Nyonya Sari dan sekarang saya yang akan memegang Perusahaan ini.Saya minta partisipasi kalian semua dalam memajukan kembali Perusahaan ini.Dan ada hal yang perlu saya tanyakan dan saya sampaikan pada kalian semua.
"Maaf Nyonya Zahrana jika boleh saya memberi saran bagaimana jika kita tanyakan dulu pada Bagian Keuangan yaitu Tuan Johan"
"Baik saya terima saran anda,ingat disini kita diskusi bukan saling menyalahkan,semua orang berhak memberi saran masing-masing atas pertanyaan yang saya lontarkan tadi" ucap Zahrana lantang dan penuh wibawa.
"Jadi bagaimana Tuan Johan kenapa omset Perusahaan bisa menurun sangat drastis dan tolong jelaskan sedetail-detailnya ?" tanya Zahrana dalam hatinya puas karena ia bisa bertanya seperti itu di hadapan semua orang.Elmyra yang berada di samping Zahrana tersenyum kagum dengan wibawa Zahrana yang sangat patut di acungi jempol.
Tuan Johan yang bingung harus berbicara seperti apa ia menjawab tanpa berfikir dulu.
"Jadi begini Nyonya,omset Perusahaan menurun karena menurunnya orang yang membeli mobil disini"
"Tolong bagian manager yang mengurus tentang jual-beli mobil apakah benar seperti itu ?"
"Maaf Nyonya Zahrana,setahu saya tiap bulannya pemasaran mobil disini pasti meningkat apalagi beberapa bulan ini banyak sekali orang yang membeli mobil disini" ucap seorang manager.
"Lalu semua uang hasil penjualan mobil disini di kemanakan Tuan Johan ?" tanya Zahrana dengan tersenyum puas.
Tuan Johan yang ada disana bungkam tak bisa berbicara apa-apa.Tapi tiba-tiba ada suara pintu di ketuk dan seorang wanita yang sangat Zahrana kenali baru datang ke acara meeting tersebut,ya wanita itu Dewi.
Dewi yang melihat Zahrana ada di kursi tempat pemimpin,ia kaget ia tak menyangka Zahrana adalah Pemilik Perusahaan dimana tempat ia bekerja sekarang.
"Dewi kenapa anda telat ? Tapi tak apa silahkan duduk" ucap Zahrana dengan tersenyum jahat pada Dewi,Zahrana yang dangat sakit hati atas perlakuan Dewi tak mau tinggal diam.
__ADS_1
"Bagaimana Tuan Johan sudah dapatkah jawabannya ?" tanya Zahrana sekali lagi.
Tiba-tiba ruangan itu senyap,Tuan Johan yang membutuhkan bantuan Dewi namun sayang anaknya itu tak bisa membantu sang Ayah.Tuan Johan hanya bisa diam menahan malu karena memang dirinya yang bersalah.
"Cukup jika anda tidak bisa menjawab saya pastikan anda yang bersalah di balik semua ini karena saya sudah tahu semua kebusukan yang anda lakukan Tuan dan juga anak anda yang bernama Dewi". ucap Zahrana lantang dan membuat semua orang yang ada disana dibuat kagum oleh tutur pembicaraan dan wibawa yang ada didalam diri si mata kelabu itu.
Semua pewagai yang ada disana merasa sangat puas atas apa yang dilakukan Zahrana,pegawai disana pun tersenyum kagum pada Zahrana.
"Dengan penuh kerendahan hati, saya akan mengeluarkan anda dan anak anda dari Perusahaan saya,terima kasih setelah sekian lama anda bekerja di sini semua yang baiknya akan saya hargai namun yang buruknya saya akan buang.Maaf saya mengeluarkan anda di depan semua pegawai disini karena mereka merasa sakit hati atas perbuatan yang Tuan Johan lakukan mereka bekerja keras tapi sayang Tuan Johan hanya memanfaatkan mereka sebagai bawahan,silahkan anda bisa keluar lebih dulu Tuan Johan dan anda Dewi"
Setelah Tuan Johan dan Dewi keluar lalu Zahrana berbicara lagi.
"Untuk kalian semua tetap semangat dalam bekerja ingat kalian harus jujur,disiplin,mentaati peraturan yang ada di Perusahaan ini saya tidak mungkin bisa menjadi pemimpin Perusahaan tanpa bantuan kalian,saya yakin kalian adalah pegawai yang hebat tunjukkan kejujuran kalian"
Semua pegawai disana mengucapkan terima kasih pada Zahrana,mereka merasa lega karena orang yang telah menjatuhkan Perusahaan bisa di keluarkan langsung oleh Pemimpim mereka yang baru yaitu Zahrana.
Acara meeting pun di tutup oleh Zahrana,segera mereka keluar dari ruangan tersebut.Tinggal Zahrana dan Elmyra saja yang ada disana.
"Sungguh anda hebat Nona,saya tak menyangka Nona bisa memimpin meeting ini dengan penuh wibawa dan tutur kata yang mudah di pahami" ucap Elmyra dan tersenyum kagum.
"Semua ini saya lakukan karena saya ingin memajukan kembali Perusahaan Bunda saya El,saya sudah berjanji pada Bunda saya agar Perusahaan ini maju kembali" ucap Zahrana pada Elmyra yang ada di sampingnya dan tersenyum.
"Oh iya El semua dokumen sudah saya tandatangani,hari ini saya merasa kurang enak badan lagi mungkin karena kondisi saya belum sepenuhnya pulih,saya akan pulang duluan ya"
"Oh baik Nona"
"Tapi jika ada hal yang sangat penting kamu jangan sungkan kabari saja saya "
"Baik Nona"
***
Zahrana sampai di rumahnya dengan kondisi yang terlihat agak lemas mungkin ia butuh istirahat untuk siang ini.
Ketika ia ke dapur untuk minum air putih ada Bi Vina yang sedang memasak.
"Loh kok Bibi tumben masak siang hari ini,kan kalau Ayah dan Aku kerja nanti makannya sore atau malam" tanya Zahrana setelah ia duduk dan meminum air putih.
"Jadi begini Nona tadi Tuan menelpon katanya Bibi harus buat makan siang untuk Tamu tapi Tuan Leon tidak memberitahu siapa tamunya dan Tuan juga memberitahu hari ini ia akan pulang siang karena tamunya itu"
Zahrana agak heran siapa ya kira-kira tamu yang akan datang sampai Ayahnya rela pulang siang hanya untuk tamunya itu,apakah sepenting itu ?.
"Oh begitu ya Bi,ya sudah aku merasa letih aku mau istirahat dulu"
Lalu segera Zahrana masuk ke kamarnya dan segera merebahkan tubuh indahnya pada kasur empuk miliknya.Hari ini ia merasa lelah padahal pekerjaan hari ini tidak terlalu menguras tenaganya.
__ADS_1