
Malam ini di kamar Kevin...
Kevin tengah duduk di sofanya ia tak berhenti memikirkan Zahrana,demamnya sudah turun walau kondisinya belum pulih total.Ingin ia menelpon gadis jelita itu tapi takut mengganggu waktu istirahatnya karena malam semakin larut Kevin mengurungkan niatnya untuk menelpon dan memilih untuk tidur saja dan berharap esok pagi kondisinya kembali baikan agar ia tak membuat Zahrana cemas lagi.
Ketika hendak tidur pikiran Kevin masih melayang memikirkan Zahrana dan alhasil ia tak bisa tidur nyenyak,hingga setetes air mata kembali membasahi pipinya entah mengapa ketika memikirkan Zahrana ia menjadi lelaki yang cengeng padahal ia sosok lelaki yang kuat.Seistimewa itukah sosok Zahrana dimata Kevin ? Hingga ia bisa meneteskan air matanya ? entahlah.
***
Pagi hari yang cerah udara mulai hangat-hangat kuku dan biasan cahaya menerobos kamar Zahrana yang mewah,Zahrana sedang bersiap-siap untuk berangkat ke Perusahaannya ia sudah mengenakan gamis ungu muda dengan kerudung hitamnya serta tas cangklong yang sewarna dengan kerudungnya.
Hari ini ia sarapan sendiri Ayahnya sudah pergi ke Perusahaan dan katanya hari ini Tuan Leon tak akan pulang karena sangat sibuk.Zahrana merasa aneh dengan tingkah Ayahnya sekarang karena sering pulang terlambat dan berangkat pagi sekali padahal biasanya Tuan Leon hanya sekedar mengecek ada dokumen penting yang harus di tandatangani atau tidak itupun berangkatnya pasti bersama Zahrana.
Lalu segera ia pergi ke gerasi untuk mengendarai mobil sedannya,tapi setelah ia menyalakan mesin mobil entah mengapa tiba-tiba pikirannya jatuh pada Sang Ayah,Zahrana berusaha menahan air mata yang sudah ada di ujung matanya tapi tetap saja terjatuh.Ada apa sebenarnya ? Entahlah ia juga tidak tahu.
Tapi ia menguatkan dirinya untuk tidak banyak berfikir hal yang aneh-aneh tentang perasaannya.
Ketika hendak pergi ke Perusahaannya ia sengaja pergi dulu ke Perusahaan Sang Ayah karena merasa tak enak hati ia takut Ayahnya kenapa-napa.Dan kenapa juga hari ini Ayahnya berangkat lebih awal memangnya ada apa ?.
Ketika sudah memasuki kawasan Perusahaan Ayahnya,Zahrana memarkir mobilnya tepat di samping mobil sang Ayah,beruntung penjaga gerbang Perusahaan mengenal Zahrana bahwa dirinya merupakan putri Tuan Leon.
Suasana kantor sudah cukup ramai,lalu Zahrana menananyakan kepada manager dimana ruangan sang Ayah.Dan langsung di antar oleh sang manager tersebut.
__ADS_1
"Terima kasih sudah mengantarkan saya" ucap Zahrana pada manager wanita.
"Iya sama-sama Nona,saya tinggal ya" jawab sang manager wanita dengan tersenyum.
Zahrana menganggukkan kepalanya.
Ketika hendak mengetuk pintu,tapi tiba-tiba ada suara perempuan di ruangan Tuan Leon dan Zahrana mendengarnya dengan jelas.
"Sayang kamu jangan kayak gitu dong,kenapa kok pagi-pagi sudah keliatan lesu begitu ?"
"Entahlah saya juga tak tahu,saya merasa gelisah bagaimana jika putriku tahu kalau saya mempunyai hubungan denganmu ? Apakah ia bisa menerimanya ?"
Zahrana yang berada di luar ruangan Tuan Leon menangis,ia tak menyangka ternyata Ayahnya mempunyai hubungan dengan wanita yang bekerja di Perusahaannya sendiri.Tanpa mengetuk pintu Zahrana langsung membukanya dan menghampiri sang Ayah yang sedang di dampingi oleh wanita yang sama sekali Zahrana tak tahu itu siapa,tapi siapa sangka setelah wanita itu berbalik badan dan melihat dirinya ternyata itu adalah Syella kakak kelasnya waktu di kampus dulu.
Tuan Leon kaget ketika melihat Zahrana datang dengan sebuah tangisan yang membanjiri pipinya.Segera Tuan Leon berdiri dan menghindari Syella lalu menghampiri Zahrana yang berada tak jauh dari tempat duduknya.
"Sayang kenapa kamu kesini ?" tanya Tuan Leon lembut dan mengusap kepala Zahrana.Zahrana mengibaskan tangan Tuan Leon dengan kasar,hatinya begitu sakit karena melihat Ayahnya dekat dengan wanita yang ia benci dulu dan selalu menyakiti dirinya.
"Cukup Ayah,Ayah jangan berani menyentuh diriku aku tak menyangka Ayah dekat wanita itu" ucap Zahrana dengan nada tinggi dan menunjuk pada Syella yang berada di dekat tempat duduk Tuan Leon.
"Kamu jangan salah paham sayang,dengerin dulu penjelasan Ayah" ucap Ayahnya.
__ADS_1
"Enggak,aku kecewa sama Ayah aku gak mau ketemu Ayah" ucapnya sambil menangis dan segera lari dari ruangan tersebut.
"Sudahlah sayang nanti juga dia akan paham dengan hubungan kita" ucap Syella dengan mesra.Syella yang berpakaian minim sekali dekat Tuan Leon membuat Tuan Leon tergoda entah mengapa Tuan Leon bisa melakukan hal seperti itu.
Tapi sekarang pikiran Tuan Leon berubah ketika melihat Zahrana menangis sedemikian rupa dan merasa kecewa atas dirinya.
"Sudahlah kamu pergi dari ruangan saya" ucap Tuan Leon menyuruh agar Syella pergi dari ruangannya.
Lalu Syella keluar dari ruangan Tuan Leon dan tak menyangka bahwa pemilik Perusahaan yang dimana dia bekerja sekarang adalah Ayah dari Zahrana yang dulu ia sering sakiti.Tapi bukannya merasa kasihan Syella malah merasa senang karena bisa menyakiti Zahrana kembali.
***
Zahrana pergi dari Perusahaan Tuan Leon dengan berurai air mata,di perjalanan ia tak tahu harus pergi kemana.Ingin ia pergi ke Perusahaannya tapi ia tak sanggup menahan tangis dan rasa sesak di dadanya.
Lalu ia menelpon Elmyra dan memberitahu bahwa dirinya tak bisa masuk ke Perusahaan.Padahal sudah banyak dokumen penting yang harus ia tandatangani tapi mau bagaimanapun ia tak bisa pergi ke Perusahaan dengan kondisinya yang seperti ini,ia tak mau di tanya oleh para bawahannya,ia ingin memendamnya sendiri.
Lalu segera Zahrana memutar balik mobilnya dan pergi ke Taman yang biasa ia kunjungi.Ia ingin menenangkan dulu pikirannya.Mungkin di tempat yang biasa ia kunjungi sedang sepi ia sangat berharap sekali karena benar-benar tak ingin di ganggu oleh siapapun.
Lalu setengah jam kemudian Zahrana sampai di Taman itu dan segera mencari tempat yang menurutnya sepi,lalu ia melihat di ujung sebelah kiri Taman tersebut sangat sepi tanpa melihat kemanapun lagi segera ia berlari ke tempat itu.Tapi sayang disana tak ada kursi untuk duduk tanpa berfikir lagi Zahrana memilih duduk di rumput-rumput yang hijau dan banyak di kelilingi bunga.Ia membiarkan dirinya larut dalam kesedihan,ia menangis sampai tersedu-sedu.
"Kenapa Ayah bisa berbuat seperti itu ? Aku tahu Ayah adalah lelaki yang baik dan tak pernah tergoda oleh wanita yang berpakaian sangat minim,Ayah lebih suka wanita yang selalu berbalut baju tertutup dan kerudung tapi sekarang kenapa Ayah bisa seperti itu,aku kecewa Ya Rabb" batinnya berkata.
__ADS_1
Sungguh itu merupakan hal paling menyakitkan bagi Zahrana,belum juga lama ia di tinggalkan oleh sang Bunda dan masih menyisakan rasa sedih di hatinya.Dan sekarang ? Ayahnya menambah lagi rasa sedih bercampur sakit di hatinya,hari itu Zahrana merasa menjadi wanita paling terpuruk dengan kesedihan yang melanda dirinya.