
Dalam lamunannya ia di kagetkan oleh suara ketukan pintu,Zahrana langsung beranjak dari duduknya dan segera mengusap air matanya agar tidak terlihat.
Ternyata itu Kevin,Zahrana sedikit kesal karena ia kaget. Kevin sengaja membawa tas cangklong hitam milik Zahrana karena saat di mobil Zahrana lupa membawanya sehingga Kevin membantu membawakannya,padahal Zahrana tak sadar bahwa tas nya ketinggalan.
"Ini punya kamu kan ? Tadi ketinggalan di mobil pas kamu turun duluan." ucap Kevin sembari memberikan tas milik Zahrana tersebut.
"Iya terima kasih Kak." ucap Zahrana dengan tersenyum.
"Nona cantik Kakak ingin jalan-jalan di kota kelahiran kamu ini,bolehkan nanti sore temani Kakak keliling di sekitaran sini saja." ujar Kevin dengan wajah yang berharap.
"T-tapi Kak..."
"Tapi kenapa ? Kamu gak bisa ?" tanya Kevin langsung dengan raut wajah kecewa.
"Tadi teman dekatku baru saja mengabariku dan sore nanti kami akan bertemu,jika Kakak mau ikut ayo temani aku ya !" ujar Zahrana agar Kevin tak kecewa padanya.
"Sekalian aku kenalkan Kakak pada teman dekatku dan memberitahunya bahwa Kakak adalah kekasihku." sambung Zahrana dengan tersenyum manis sehingga membuat raut wajah Kevin sedikit berubah dan tersenyum pada Zahrana.
"Baiklah nanti Kakak antar kamu."
"Ya sudah Kakak mau kembali lagi ke kamar Kakak ya." ucap Kevin dengan memberikan senyuman pada Zahrana dan mengedipkan satu matanya.
"Ishhh Kakak ini selalu saja begitu." ujar Zahrana salah tingkah.
"Ya udah sana !! Katanya mau kembali ke kamar Kakak."
Lalu Zahrana menutup pintu kamarnya dan Kevin langsung meninggalkan kamar Zahrana.
Setelah kepergian Kevin Zahrana kembali di selimuti rasa takut di hatinya ia tak mau sosok yang sangat ia cintai tiba-tiba berubah setelah melihat kecantikan Reina,walau menurut penilaian orang yang sering bertemu dengan Zahrana dan Reina mereka sering menilai Zahrana lebih cantik daripada Reina,tapi Zahrana juga sadar bahwa teman baiknya itu sangat cantik.
Daripada memikirkan hal aneh seperti itu Zahrana memilih untuk istirahat dulu agar bisa menenangkan sedikit pikirannya.
***
Sore pukul empat di Kota London Zahrana sudah siap untuk berangkat menemui teman dekatnya itu,Kevin sudah menunggunya di luar kamar Zahrana. Ketika Zahrana keluar kamar ia terkejut karena Kevin sudah berdiri di hadapan pintu kamarnya.
"Kakak sudah lama menunggu ?" tanya Zahrana sambil menutup pintu kamarnya.
"Baru saja kok,ya sudah ayo berangkat sekarang kan ?"
__ADS_1
"Iya sayang,masa iya besok sih !!" ucap Zahrana terkekeh dan ia tak sadar mengucapkan kata sayang pada Kevin alhasil Kevin tersenyum sendiri dan Zahrana yang melihatnya merasa aneh.
"Kakak kenapa ?" tanya Zahrana heran karena tiba-tiba Kevin tersenyum aneh padanya.
"Enggak kok,ya sudah ayo berangkat kasihan nanti teman kamu nungguinnya lama."
Dalam hatinya Kevin merasa bahagia itu pertama kalinya Zahrana memanggil dia dengan ucapan sayang setelah mereka menjalin hubungan kekasih.
***
Caffe yang mereka kunjungi sangat mewah,Reina sudah menunggu di meja yang ia pesan.
Dan tak lama kemudian Zahrana sampai dan mencoba memperhatikan dimana teman dekatnya itu duduk. Beruntung Reina melihat Zahrana segera ia melambaikan tangannya dan Zahrana langsung menghampirinya dengan Kevin yang berada di sampingnya.
"Hai Nona." sapa Reina pada Zahrana lalu di iringi dengan sebuah pelukan rindu antara mereka berdua,Kevin hanya melihatnya saja lalu ia hanya menangkupkan tangannya.
"Ayo silahkan kalian duduk." ucap Reina pada Kevin dan Zahrana.
Tiba-tiba ada seorang waitres cantik menghampiri mereka dan menanyakan apa saja yang akan mereka pesan.
"Kak mau minum apa ?" tanya Zahrana pada Kevin yang berada di sampingnya itu.
Reina hanya bisa melihat kemesraan mereka berdua padahal Reina berharap hanya Zahrana yang datang untuk menemuinya.
"Kamu ?" tanya Zahrana pada Reina.
"Samain aja sama kamu."
Karena pesanan Zahrana juga sama seperti Kevin alhasil ia memesan tiga Green tea latte. Lalu segera waitres itu pergi untuk membawa pesanan mereka.
"Bagaimana kabarmu di Bandung sana Nona ?" tanya Reina membuka pembicaraan.
"Aku baik Nona,sungguh maafkan aku tidak mengabarimu saat mau kesini."
"Tidak apa aku paham kau pasti sibuk,oh iya ini siapa ya ?" tanya Reina penasaran.
"Oh kenalin ini kekasih aku." ucap Zahrana tersenyum lalu sedikit ia melirik Kevin.
"Kevin." ucap Kevin simple dan sedikit memberi senyuman hangat pada Reina yang berada di depannya.
__ADS_1
"Reina." ucap Reina dan tersenyum.
"Kok kamu gak bilang-bilang sama aku Ra,kalau kamu udah punya kekasih lagi sekarang ?!"
"Aku baru saja menjalin hubungannya."
"Oh begitu."
Lalu pesanan mereka datang. Reina yang sedikit melirik Kevin merasa tertarik dengan ketampanan yang Kevin punya.
"Sosok yang tampan,Zahrana bisa saja mendapatkan lelaki seperti Kevin ini." gumam hati Reina yang tak sengaja ia terpesona.
Lalu mereka larut dalam obrolan hangat,di mulai dengan pendidikan Reina yang sekarang sedang mengejar S2 di London,dan Zahrana yang menceritakan tentang dirinya sebagai pemimpin Perusahaan sekarang serta Kevin juga ikut bercerita tapi Kevin agak tertutup karena tak mudah baginya bercerita pada orang yang baru ia kenali yaitu Reina.
Waktu terasa lebih cepat dari biasanya dan sekarang sudah pukul enam sore,sudah waktunya Zahrana pulang kembali ke apartemen.
"Nona sepertinya ini sudah sangat sore,kalau boleh saya mau pamit duluan karena tadi saya bilang sama Mama saya hanya pergi sebentar." ucap Reina menyadari karena pertemuan mereka sudah hampir dua jam.
"Iya boleh sekalian kita juga mau pulang kok,iya kan Kak ?" ucap Zahrana lalu ia melirik Kevin.
Lalu segera Zahrana membayar dulu semua pesanan yang tadi mereka pesan setelah itu mereka langsung pulang.
***
Didalam perjalanan Reina tersenyum sendiri,entah mengapa ia malah terpesona dengan Kevin. Padahal ia sudah menjadi kekasih Leo sampai sekarang.
"Bagaimana mungkin aku terpesona dengan sosok tampan Kevin itu ? Padahal aku sudah mempunyai kekasih yaitu Leo,Arrghhhh bisa-bisanya Zahrana mendapatkan lelaki yang jauh lebih tampan di bandingkan dengan Leo." gumam Reina kesal.
"Tapi kau harus ingat Reina,sekarang kau sudah berubah jangan seperti dulu lagi,ingat Zahrana sudah sangat baik. Walau dulu kau sempat menyakitinya." gumam kembali hati Reina yang sekarang sudah sadar karena perbuatannya dulu.
Reina sekarang sadar bahwa teman dekatnya itu sangat baik padanya,walau di masa lalu ia pernah mengambil kebahagiaan yang di miliki Zahrana tapi Zahrana tak pernah membencinya sampai sekarang.
***
Kevin dan Zahrana baru saja sampai di apartemen yang mereka tempati,ketika hendak membuka pintu mobil tiba-tiba Kevin buka suara.
"Sayang !!" ucap Kevin sambil melirik pada Zahrana.
"Apa ?" tanya Zahrana sambil tersenyum manis.
__ADS_1
"Boleh aku bertanya tentang masa lalu mu ?" Kevin langsung bertanya to the point pada Zahrana.
Zahrana sedikit mengerutkan dahinya karena merasa heran kenapa juga Kevin bertanya seperti itu.