Hujan Ditengah Kegersangan

Hujan Ditengah Kegersangan
Siasat Dari Kevin ?!


__ADS_3

"Kamu kok keliatannya bahagia banget sayang,ada apa ?" tanya Tuan Leon pada Zahrana karena terlihat wajah Zahrana yang sepertinya sangat bahagia.


"Nggak papa Ayah,nanti besok Zahrana ceritakan semuanya sama Ayah,sekarang Zahrana cape mau istirahat." lalu segera Zahrana menaiki tangga untuk pergi ke kamarnya.


Setelah di kamarnya seperti biasa ia membuka jendela kamarnya dan melihat pemandangan Kota Bandung pada malam hari yang sangat indah menawan dengan langit dihiasi bintang kerlap kerlip serta rembulan yang bersinar dan memberikan nuansa tenang pada malam itu.Itu sudah menjadi kebiasaan Zahrana karena sebelum tidur ia suka melihat pemandangan malam.


Dalam hatinya ia bergumam sendiri.


"Kevin aku mencintaimu,semoga suatu saat kau akan menjadi imam terbaik untuk diriku dan aku sangat berharap semoga kau orang yang tepat untuk hidup selamanya denganku."


***


Ketika sampai dirumahnya segera Kevin masuk ke kamarnya lalu sebelum ia kekamar ia menyuruh pembantunya untuk membuatkan teh manis hangat.


Seperti halnya Zahrana,Kevin juga sama-sama penikmat malam hari,menurutnya nuansa pada malam sangat indah sehingga mampu membuat pikirannya jernih dalam berpikir.Sejak kecil Kevin suka di ceritakan hal indah tentang malam oleh almarhum ibunya mungkin karena itu juga menjadi alasan tersendiri untuk Kevin menikmati suasana malam.


Kevin sangat bahagia untuk malam ini karena perasaan yang telah lama ia pendam akhirnya bisa tersampaikan dan menuai hasil yang sangat baik,karena Zahrana juga sama mencintai dirinya.


Dalam lamunannya tiba-tiba ada suara pintu di ketuk.


Tok...tok...tok...


"Masuk Bi pintunya tidak di kunci kok."


Lalu segera pembantunya membawakan teh hangat manis kepada Kevin yang sedang duduk di kursi tempat kerjanya.


"Ini Tuan teh nya." ujar pembantunya itu.


"Oh iya terima kasih ya Bi, tadi saya lupa mengunci gerbang nanti tolong kunci dulu ya sebelum Bibi tidur." sahut Kevin sebelum pembantunya keluar dari kamarnya itu.


"Baik Tuan."


Kevin meneguk teh hangatnya sedikit lalu ia kembali melamunkan sosok jelita Zahrana,entah kenapa ia sangat suka sekali saat tadi melihat Zahrana tertidur dengan wajah polosnya.


Malam semakin larut Zahrana maupun Kevin sudah merasa kedinginan,Zahrana segera menutup jendelanya dan ia langsung merebahkan tubuh indahnya di atas kasur empuk miliknya.Begitupun Kevin segera ia menutup jendela kamarnya yang masih terbuka lalu ia beranjak ke tempat tidurnya untuk beristirahat.


***


Mentari pagi yang mulai menyinari sebagian Kota Bandung sungguh terlihat indah bagi siapa saja yang melihatnya,Zahrana sedang berhias di depan cerminnya ia sedang bersiap-siap untuk pergi ke Perusahaannya.

__ADS_1


Tapi sebelum itu ia segera menghubungi dulu Elmyra untuk menanyakan jadwalnya.Setelah selesai berhias lalu ia mengambil Handphone-nya dan segera menelpon Elmyra.


"Halo Nona Zahrana,apa yang dapat saya bantu ?" terdengar suara Elmyra dari ujung telpon sana.


"Saya mau menanyakan apakah jadwal hari ini banyak apa tidak ?"


"Hari ini Nona ada meeting dengan Perusahaan Adiputra Group lalu sudah banyak dokumen untuk di tanda tangani,tapi waktu itu katanya Nona mau pergi ke London tapi saya lupa belum memberitahukannya pada Perusahaan Adiputra Group,maaf Nona !"


"Oh baiklah atur jadwal meeting menjadi pagi ini ya,karena saya tidak jadi ke London,karena acaranya di undur."


"Oh baik Nona nanti segera saya sampaikan."


"Ya sudah terima kasih ya."


"Iya sama-sama Nona."


Lalu Zahrana mengakhiri telpon itu sepihak.Segera ia mengambil tas cangklong warna putih miliknya yang serasi dengan kerudung yang ia pakai.


Ia sarapan dulu bersama Ayahnya,Ayahnya bertanya tentang wajah Zahrana yang sangat bahagia tadi malam.Tapi Zahrana dengan halus mengatakan bahwa bukan sekarang waktunya karena ada pekerjaan yang lebih penting di Perusahaan yang sekarang ia pegang.


"Ya sudah Ayah paham kok karena sepertinya kamu sangat sibuk untuk sekarang ini."


"Oh ya ? Baguslah berarti Perusahaan sorum mobil itu berkembang sangat pesat belum lagi cabang-cabangnya." ujar Tuan Leon.


"Harusnya sekarang Zahrana pergi ke London,tapi jadwal pertemuannya di undur menjadi minggu depan."


"Kok Ayah gak tahu kamu mau pergi ke London ?" tanya Tuan Leon dengan raut wajah yang susah di tebak.


"Zahrana lupa memberitahu Ayah,kebetulan kan gak jadi sekarang." ucap Zahrana tersenyum manis pada Sang Ayah.


"Kamu memang pelupa yah,ya sudah ini sudah jam tujuh ayo kita berangkat !!"


"Katanya ada jadwal meeting kasihan loh kalau orang dari Perusahaan itu menunggu lama." sambung Tuan Leon lalu segera beranjak untuk pergi ke Perusahaan.


"Zahrana pakai mobil sendiri ya Ayah." pinta Zahrana pada Ayahnya.


"Ya sudah boleh,nanti beres kerja jangan main dulu langsung pulang yah." ujar Tuan Leon sebelum ia mengendarai mobilnya.


***

__ADS_1


Pukul setengah delapan Zahrana sudah sampai di Perusahaannya,ia segera masuk ke ruang kerja pribadi miliknya di susul oleh Elmyra yang masuk ke ruang kerjanya untuk memberitahu bahwa meeting akan di laksanakan pukul delapan beruntung Zahrana tidak terlambat.


"Baik El,semuanya sudah siap kan ? Nanti kamu ikut meeting bersama saya." ucap Zahrana pada Elmyra.


"Baik Nona."


"Ya sudah saya pamit undur diri ya Nona."


"Tunggu untuk hari ini saya meminta waktu full bersama kamu,saya ingin bercerita sedikit hal yang saya tidak ketahui sebelumnya."


"Tentang apa Nona ?"


"Nanti setelah selesai meeting kita bincangkan ini di caffe yang dekat Perusahaan ini." ucap Zahrana dengan serius,entah hal apa yang ingin Zahrana ketahui.


"Baik Nona,lalu sekarang saya harus tetap disini untuk menemani Nona ?"


"Iya kamu tetap di sini,dan ini tolong bantu susun dokumen-dokumen ini sesuai urutan nama."


Lalu Elmyra segera mengerjakan apa yang di perintahkan atasannya itu,Elmyra jadi penasaran memangnya hal apa yang ingin Zahrana tanyakan pada dirinya.Tapi itu tidak terlalu di pikirkan oleh Elmyra karena ia berfikir pasti hanya tentang Perusahaan saja.


Tak terasa sesudah semua dokumen yang harus di tanda tangani Zahrana selesai waktu pun sudah menunjukkan pukul delapan.Segera Zahrana dan Elmyra memasuki ruangan meetingnya.


Ternyata Perusahaan yang akan bekerjasama dengan Perusahaan Zahrana belum datanf juga setelah sepuluh menit menunggu.


"Katanya jam delapan El,kenapa mereka belum juga sampai." tanya Zahrana.


Tapi tak lama kemudian seorang lelaki yang akan bekerjasama dengan Zahrana tiba dan mengucapkan minta maaf karena telat.


"Tidak apa,ya sudah bisa sekarang kita mulai meetingnya."


"Tunggu Nona saya hanya tangan kanan dari Bos saya,katanya Bos saya mau pergi ke toilet dulu sebentar."


"Ini sudah lewat loh Tuan,saya tidak punya waktu banyak soalnya masih ada hal yang perlu saya kerjakan."


Lalu datang seorang lelaki tampan berpakaian sangat rapi memakai jas dengan rambutnya yang rapi.Zahrana terpaku melihatnya ia bungkam seketika dan ada rasa terkejut dalam benaknya.


"Maaf Nona saya terlambat." ucap lelaki itu sembari di iringi senyuman khasnya yang mampu membuat siapa saja terpaku melihatnya.


"Tuan..." Zahrana memberhentikan ucapannya ia merasa sangat terkejut.

__ADS_1


Lalu lelaki itu langsung duduk di kursi yang sudah tersedia dan memberi senyuman pada Zahrana.


__ADS_2