Hujan Ditengah Kegersangan

Hujan Ditengah Kegersangan
Masa Lalu Zahrana


__ADS_3

Angin kencang seakan ingin menyentuh indahnya sosok Zahrana yang cantik jelita,sikapnya yang selalu ramah dan banyak digemari banyak orang membuat siapa saja terpana dengan kecantikan Zahrana.


Dulu sebelum Zahrana berhijab...


Didepan rumahnya Zahrana sedang duduk santai dan ia hanya memakai celana bahan pendek warna cream dan baju kaos polos warna peach,rambut hitam sedikit pirangnya ia biarkan tergerai dan di belai sang angin.


Waktu itu Zahrana hanya berdua di rumah dengan Bi Vina karena orang tuanya tinggal di Pakistan,pergaulan Zahrana waktu itu sangat nakal dan selalu memakai pakaian yang minim seperti teman-temannya.


Hingga suatu saat ia merasakan adanya getaran cinta dari teman laki-lakinya yang bernama Leo.


Leo adalah masa lalu Zahrana ia sempat dekat dengan lelaki berketurunan Jepang-Prancis itu.Tanpa di sadari ia jatuh cinta padanya,namun sayang Leo hanyalah ingin kesucian Zahrana dan tak mementingkan bagaimana untuk kedepannya dan perasaannya.Ia adalah laki-laki yang tak bertanggung jawab dan sering di sebut sebagai bajingan.


Namun apalah daya untuk sosok Zahrana yang waktu itu sangat nakal.Namun dibalik kenakalannya ia mampu menjaga kesucian dirinya dari lelaki bajingan seperti Leo.Sebelum ia bermain dengan lelaki itu,ia sudah tahu dari teman-temannya bahwa Leo adalah laki-laki tidak baik.


Karena waktu itu Zahrana banyak teman laki-laki dan beruntungnya teman laki-lakinya begitu baik menjaga Zahrana dari laki-laki bajingan seperti Leo.


Zahrana yang merupakan kembang kampus sejak ia bersekolah di Universitas London itu memang berbakat dalam segala bidang,namun yang lebih menonjol yaitu bidang Seni.


***


Kebiasaan Zahrana pada saat itu sering main malam bersama teman-temannya.Namun sayang sang Ayah tahu kebiasaan itu dan segera pulang dari Pakistan ke London,sang Ayah berniat menghukum putri semata wayangnya itu agar menjaga pergaulannya.


Zahrana yang memang sangat nakal waktu itu namun jika Orang Tuanya bertindak ia tak pernah melawan,ia lebih memilih diam dan mencerna setiap nasihat yang Orang Tuanya berikan.


Sungguh wanita yang sangat cerdas dalam memilih dan menanggapi segala hal baik itu secara individu maupun tidak.


Suasana rumah Tuan Leon pada saat itu sangat senyap hanya ada amarahnya pada Zahrana yang sedang duduk di depannya,Tuan Leon memarahi Zahrana karena pergaulannya.Sang Ibu yang senantiasa di samping Zahrana hanya memeluknya dengan berurai air mata dan berusaha menenangkan Zahrana agar tidak menangis.Namun tetap saja cairan bening tersebut membasahi pipi mulus Zahrana.

__ADS_1


"Zahrana Ayah tahu kamu bergaul seperti ini karena merasa kurang kasih sayang dari Ayah dan Bunda kan ? Jawab !!!" demikian tegasnya Tuan Leon dalam mendidik seorang anak.


Zahrana yang tak dapat berkata-kata hanya menganggukkan kepala.


"Ingat pergaulan kamu itu salah,Ayah dan Bunda-mu sadar jika kamu memang kurang kasih sayang dari kita,tapi tidak seharusnya kamu bersikap seperti ini,kamu sudah kuliah dan seharusnya kamu menata masa depanmu dengan baik bukan dengan pergaulan yang mencoreng nama baik Keluarga Besar kita.Ingat kita merupakan keturunan terhormat atas Kakek-mu,sedangkan Ayah dan Bunda kan dekat dengan orang-orang penting jadi kamu sebagai anak harus nurut dan jaga prilaku-mu untuk kedepannya" ucap Tuan Leon tegas.


"Zah..ra..na min...ta maaf Ayah,Bun..da " ucap Zahrana terbata-bata karena ia tetap terisak karena menangis.


"Ayah sudah cukup kasihan Zahrana" bujuk Nyonya Sari.


Karena memang Tuan Leon merasa kecewa karena prilaku Zahrana yang sangat berbeda untuk sekarang ini,ia tak berbicara apa-apa lagi dan meninggalkan putri semata wayangnya itu bersama sang istri,Tuan Leon memilih untuk ke ruang kerjanya karena memang waktu itu sedang sibuk-sibuknya,seharusnya Tuan Leon bersama Nyonya Sari tetap di Pakistan namun sayang ada berita dari Bi Vina jika Zahrana berubah drastis. Maka dari itu mau tidak mau Tuan Leon dan sang istri harus pulang untuk memberi nasihat pada si mata kelabu itu.


Dalam pangkuan Sang Bunda Zahrana menangis sejadi-jadinya ia juga merasa sangat bersalah atas prilakunya untuk sekarang ini dan membuat Sang Ayah marah dan kecewa.Sang Bunda berusaha memberi nasihat yang lembut untuk si mata kelabu itu.


"Sayang kamu harus kuat yah,sudah jangan terlalu di pikirkan Bunda tahu pasti kamu memikirkan Ayah kan ? Ayah tidak akan seperti itu jika kamu tidak berbuat yang aneh-aneh seperti sekarang ini,jujur Bunda juga merasa kecewa namun mau bagaimana lagi ini juga salah Bunda yang kurang memberimu kasih sayang karena lebih mementingkan pekerjaan dulu.Sudah jangan nangis lagi ya,kamu bisa meminta maaf secara baik-baik pada Ayahmu.Tapi jangan sekarang biar besok saja,biarkan Ayahmu tenang dulu" ucap Nyonya Sari pada Zahrana dengan lembut sekali dan mengusap kepala Zahrana.


***


Keesokan harinya...


Didepan cermin besar miliknya Zahrana sedang memandang tubuh idealnya,ia memakai celana jeans panjang warna hitam serta baju kemeja warna peach polos dan rambutnya ia semati penjepit rambut.


Rencana-nya hari ini ia ingin meminta maaf kepada sang Ayah karena prilakunya.Namun ia harus berangkat kuliah karena ada kelas pagi untuknya hari ini.


Zahrana tidak sarapan dan segera berangkat,ia hanya menyalami Ayah dan Ibunya yang sedang sarapan.Sang Bunda menawarkan dulu untuk sarapan namun Zahrana menolaknya dengan lembut karena ia tahu Ayahnya masih marah.Ia tidak ingin mengurangi nafsu makan sang Ayah hanya karena dirinya.Dengan tergesa Zahrana pamit dan segera membawa mobil Ferrari hitamnya untuk pergi kuliah.


Di kampus Zahrana tidak bisa fokus belajar karena masih teringat kejadian tadi malam saat Ayahnya marah.

__ADS_1


Beruntungnya hari ini ia hanya ada jadwal dua pelajaran dan itu bisa mempersingkat waktunya agar cepat pulang.


Setelah selesai kuliah segera ia pulang dan ingin segera meminta maaf atas prilakunya yang membuat sang Ayah marah.


***


Sesampainya di rumah Zahrana segera menemui sang Ayah yang sedang berada di ruangan khusus untuk bekerja,sengaja Tuan Leon membuat ruangan seperti itu agar tak ada yang mengganggunya ketika bekerja.


Zahrana mengetuk pintu ruangan sang Ayah. Dan dari dalam terdengar suara Ayahnya "Masuk aja Bun" Ayah Zahrana mengira itu istrinya karena biasanya hanya istrinya yang selalu mengetuk pintu ketika ia sedang bekerja.


Perlahan Zahrana membuka pintu dan memeluk sang Ayah dari belakang.Ayahnya terkejut ternyata itu putri semata wayangnya,Zahrana langsung menangis ketika itu.Lalu Ayahnya menyuruh untuk duduk di sofa dan Zahrana tetap tidak mau melepaskan pelukannya ia sangat era memeluk sang Ayah.


Dengan lembut Tuan Leon mengajak Zahrana agar duduk saja di sofa bersamanya.Sebenarnya Tuan Leon juga merasa menyesal telah memarahi Zahrana tadi malam.


Di sofa mereka duduk,Zahrana terus memeluk sang Ayah begitupun Tuan Leon kembali memeluk putrinya itu dan mengusap ubun-ubunnya.Zahrana masih tetap menangis ia tidak tahu harus memulai pembicaraan bagaimana ia takut Ayahnya marah kembali.


"Ayah Zah..ra..na min..ta maaf yah,Zahrana benar-benar me..nyesal te..lah ber..prilaku seperti itu dan membuat Ayah ke..cewa" ucapnya terbata-bata dan air mata terus membanjiri pipi putihnya.


Dengan rasa kasih sayang Sang Ayah terus mengusap ubun-ubunnya,Tuan Leon pun mau tidak mau meneteskan air mata atas putri semata wayangnya itu.Tuan Leon merasa terharu karena baru pertama kalinya Zahrana sampai menangis seperti itu sampai tak mau melepaskan pelukannya.


Zahrana merasa nyaman dalam dekapan sang Ayah ia tak mau Ayah-nya marah karena prilakunya.


"Sudah-sudah kamu jangan nangis,Ayah memaafkan kamu kok,makanya Zahrana jangan berprilaku yang tidak baik untuk kedepannya,Ayah tahu kamu bisa mengubah prilaku kamu menjadi lebih baik untuk kedepannya" begitu ucapan Tuan Leon pada Zahrana.


Seketika muncul dalam benak Zahrana untuk berhijrah menjadi wanita yang ingin menutup auratnya dengan pakaian gamis elegan yang selalu Bundanya pakai dan dalam hatinya ia benar-benar ingin menjadi wanita muslim yang bisa menutup auratnya.


Maka dari hari itu Zahrana mulai membiasakan memakai pakaian panjang dan belajar memakai hijab.

__ADS_1


Sampai pada akhirnya ia memilih menjadi perempuan yang kemana saja ia pergi,ia selalu memakai gamis indah dan kerudungnya.


__ADS_2