
Universitas London...
Setelah sampai di kampus Zahrana.Segera Tuan leon memarkir mobil di parkiran yang tersedia.Lalu mereka bertiga segera keluar dan menuju ruangan Rektor Universitas London,dan menjelaskan apa yang akan mereka bicarakan yaitu tentang pindahnya Zahrana.
"Jika itu yang terbaik untuk Nona Zahrana saya sebagai rektor disini membolehkan jika Nona Zahrana ingin pindah"ucap Prof. John setelah tahu apa alasan Zahrana pindah .
"Terima kasih Tuan sungguh jika bukan karena saya mungkin Zahrana tidak akan pindah namun sayang takdir berkata lain,sekali lagi terima kasih sudah membolehkan Zahrana pindah.Oh ya jika sudah selesai saya izin undur diri bersama istri dan anak saya ini" ucap Tuan Leon pada sang rektor dengan bahasa yang santun dan sopan.
"Iya silahkan,dan untuk kamu Nona Zahrana terima kasih sudah pernah memberi kesan terbaik di Universitas ini" ucap Prof. John sambil tersenyum
Zahrana tersenyum lalu berkata.
"Iya Prof sama-sama"
Kemudian mereka bertiga segera menuju parkiran dan pulang kembali ke rumah
***
Di pelataran rumah besar dua lantai dengan gaya art deco dan modern itu ada sebuah mobil yang tak asing bagi Zahrana.Ya itu mobil temannya yang bernama Reina.
Setelah Tuan Leon selesai memasukkan kembali mobilnya ke garasi segera Zahrana menghampiri temannya itu.Ia tersenyum menghampiri Reina.Reina pun tersenyum menanggapinya.
"Nona Zahrana kau yakin akan pindah dari sini tadi aku lihat di akun sosial mediamu bahwa kau akan meninggalkan kota kelahiranmu ini ?" tanya Reina dengan mata yang agak berkaca-kaca
"Iya aku akan pindah ke Bandung nona Reina,tapi sungguh aku tak akan melupakanmu kau teman terbaikku disini"ucap Zahrana dan terasa satu tetesan air mata mengalir di pipinya,sungguh ia merasa tak sanggup jika Reina ia tinggalkan sudah beberapa tahun mereka menjalin hubungan teman yang baik.Dan sekarang hanya karena alasan orang tuanya pindah Zahrana pun harus ikut karena keinginannya menjadi penurut sebagai anak kepada orang tuanya.
"Ra sungguh disini aku juga tak akan melupakanmu sebagai teman,jika ada waktu aku pasti terbang kesana hanya untuk sekedar liburan dan melepas rindu padamu,kau memang teman terbaikku Ra" ucap Reina sambil menahan luapan tangisnya,namun sayang ia tak bisa menahannya dan menangis juga.
Zahrana memeluk teman baiknya itu.Mereka seakan-akan menikmati masa yang akan datang karena tak lagi bisa bertemu setiap hari.
"Sudah Rei kau jangan terlalu bersedih nanti kita bisa Video Call setelah aku sampai di Bandung sana"Zahrana menatap sendu teman baiknya itu.
Reina balas menatapnya dengan kuyu namun berusaha tersenyum.
Tak lama dari itu Nyonya Sari menghampiri mereka.Ibunya Zahrana sudah kenal dekat dengan Reina karena Reina sering main kerumahnya.
"Reina aya masuk dulu kok malah disini ? kenapa matamu kok agak sembab gitu ? " tanya nyonya Sari
"Tidak usah tante saya kesini hanya ingin bertemu dulu Zahrana sebelum pergi ke Bandung" ucap Reina tersenyum pada Nyonya Sari.
"Ya sudah silahkan kalian melepas dulu rindu untuk nanti ya,tante duluan masuk"
__ADS_1
"Iya tante"
Kemudian Zahrana menjelaskan semuanya dan alhasil Reina pun mengerti dan paham bagaimana tugas menjadi seorang anak yang baik dan penurut.Kemudian setelah selesai mereka mengobrol Reina langsung pamit pada Zahrana dan meminta maaf tidak bisa mengatarkannya ke Bandara nanti.
***
Hari ini adalah hari dimana Zahrana bersama keluarganya pindah ke Bandung.Terlihat Zahrana yang sedang memasukkan barang-barangnya kedalam koper dan di bantu langsung oleh Bi Vina.Satu jam lagi mereka berangkat ke bandara.Setelah selesai membereskan semua barang yang akan di bawa segera ia mandi karena merasa gerah.
Seselesainya mandi segera ia mengganti pakaiannya dengan gamis ungu muda dan kerudung hitam.Lalu turun untuk menemui orang tuanya yang sudah menunggu di pelataran rumahnya.
Mereka sedang menunggu mobil yang akan menjemput mereka menuju Bandara nanti.sepuluh menit kemudian mobil itu sampai.Segera Pak supir memasukkan barang-barang yang akan di bawa keluarga Zahrana.
Tiga puluh menit kemudian mereka sampai dan segera menuju ruang untuk menunggu pesawat tiba.Tak lama dari itu pesawat tiba dan satu persatu orang di panggil untuk menaiki pesawat.Sampai akhirnya keluarga Leon pun di panggil Bi Vina juga ikut.
Di pesawat Zahrana lekat memperhatikan keluar."Sungguh indah sekali ciptaanmu Ya Rabb" batinnya berkata.Perjalanan pesawat terasa lebih cepat dari biasanya mata kelabu Zahrana menajam melihat ke bawah karena sebentar lagi pesawat akan lepas landas.
***
Bandung...
Di perjalanan menuju kota Bandung keluarga Leon memakai mobil alpard yang telah di sediakan supir barunya di Bandung karena beberapa bulan sebelum rencana mereka pindah Tuan Leon membeli dulu rumah 2 lantai yang bentuknya memanjang bercat putih campur gold dan beberapa mobil yang di perlukan serta memperkerjakan supir serta pembantu yang mengurus rumah tersebut.
Perjalanan hanya di tempuh waktu tiga puluh menit.Mereka sampai di daerah Ciwidey,karena rumah yang Tuan Leon beli berada di daerah Ciwidey.
"Sayang ayo kita masuk"Ajak Nyonya Sari pada Zahrana .
"Iya Bunda "ia tersenyum bahagia pada sang Bunda
"Bagaimana menurutmu sayang rumah kita yang sekarang ?"Tanya Tuan Leon pada putri semata wayangnya
"Bagus ayah Zahrana suka " ucapnya
"Kamar kamu di lantai 2 silahkan kamu lihat dulu sayang"Ucap Tuan Leon
"Baik Ayah terima kasih ya"ucapnya tersenyum
"Zahrana duluan ke kamar yah"sambungnya.
***
Di kamar yang mewah nan elegan berukuran 5×6 m² sudah terdapat ranjang mewah dan di sebelah pembaringan terdapat laci berukuran sedang untuk menyimpam barang-barang seperti dokumen dan hal penting lainnya.
__ADS_1
Di sebelah sudut kiri kamar terdapat lemari kaca tempat menyimpan buku dan tas,dan sebelahnya ada juga lemari tempat menyimpan pakaian. Tak lupa di sebelah sudut kanan kamar terdapat kamar mandi.
Zahrana melihat suasana luar dari jendela utama kamarnya suasana sungguh indah ia menatap lekat pada pemandangan yang jauh di ujung sana.Mata kelabunya terlihat berbinar melihat pemandangan indah itu.Memang ketika di Inggris ia belum pernah melihat pemandangan yang suasananya masih segar seperti di Bandung ini.
Ia berbalik dan merebahkan tubuhnya pada kasur empuk yang telah di lapisi sprei warna coklat motif bintang.
Ia menatap langit-langit kamarnya yang terdapat 4 lampu utama.
Tak lama dari itu terdengar suara pintu di ketuk.Segera ia bangkit dan membukakannya.Terlihat di depannya pembantu baru yang ayahnya dari dulu pekerjakan setelah membeli rumah yang sekarang di tempatinya itu.
"Maaf nona tuan dan nyonya menyuruh saya membereskan barang-barang nona"ucap sang pembantu yang bernama Bi Lyna.
"Oh silahkan masuk Bi . Maaf saya malah merepotkan bibi padahal saya bisa mengerjakannya sendiri"ucapnya tersenyum.Bi Lyna pun membalas senyuman dari putri majikannya itu.
"Sungguh Nona sangat baik dan mandiri yah ?"
"Nggak lah bi saya kan belajar agar nanti jika Ayah dan Bunda sudah tiada saya tidak lagi manja"
"Oh iya jika Bibi ingin membereskan kamar saya tolong untuk pakaian gamis nanti di gantung saja yah jangan di lipat"
"Baik nona"
"Ya sudah Zahrana ingin mandi dulu,oh iya handuknya dimana ya Bibi ?"
"Handuknya ada didalam sudah bibi siapkan kok nona"
Segera ia masuk ke kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengar shower cool water.
Lima belas kemudian ia baru keluar dan meminta baju yang akan di pakainya pada Bi Lyna.Segera ia memakai gamis berwarna peach yang di mintanya pada Bi Lyna.
Setelah selesai mengganti pakaiannya ia segera keluar dari kamar mandi.Lalu berdandan di depan tempat rias yang sudah terdapat di kamarnya.Bi Lyna masih sibuk membereskan barang-barang si mata kelabu itu.
Setelah selesai berdandan, dengan cepat ia memakai kerudung warna coklat polos.Lalu menghambur pergi keluar dan menghampiri Ayah dan Bundanya yang sedang berada di ruang tv.
Ia duduk di samping mereka dan meminta izin untuk keluar rumah.
"Ayah Bunda Zahrana ingin pergi keluar ya,Zahrana ingin melihat-lihat di luar sana.Dan Zahrana membutuhkan mobil"ucapnya dengan wajah yang sangat berharap.
"Memangnya kamu tidak lelah sayang ? Kan kita baru sampai " ucap Nyonya Sari.
"Nggak kok Bun,itu juga jika ayah dan bunda mengizinkan Zahrana pergi keluar,jika tidak ya sudah".
__ADS_1
"Ya sudah jika kamu tidak merasa lelah,mobilmu ada di gerasi ada mobil sedan warna hitam disana.Itu mobil milikmu"Ucap Ayahnya