Hujan Ditengah Kegersangan

Hujan Ditengah Kegersangan
Kejadian Tak Terduga


__ADS_3

Pagi yang cerah untuk hari dimana Zahrana kuliah.Hari ini Zahrana sudah siap dengan pakaian gamis ungu muda dan kerudung hitamnya.Ia sedang menatap dirinya didepan kaca besar,dan sesekali tersenyum.


"Udah Ra kamu udah cantik kok,jangan ngaca terus ahh" ledek Reina dan tertawa


Zahrana membalikkan badannya lalu menatap Reina dengan tatapan gemas.Reina yang dengan polosnya malah tertawa melihat mimik wajah Zahrana seperti itu.


"Yaudah aku berangkat sekarang" ucap Zahrana tanpa membalas apa yang Reina tertawakan dari dirinya.


Dengan cepat Zahrana mengambil tas dan laptopnya,lalu menghambur pergi keluar dan memakai mobil Ferrari milik Ibunya.


Perjalanan sudah agak ramai namun lancar,Zahrana menikmati pagi yang indah itu dengan mendengarkan lagu dimobilnya.


Zahrana yang waktu itu merasa takan pernah lagi merasa yang namanya jatuh hati,namun mengapa sekarang-sekarang ini ia sering memikirkan Kevin.Ingin Zahrana bertemu lagi dengan laki-laki tampan dan baik itu,namun dimana ?. Sementara di kampus ia jarang sekali melihat laki-laki itu,Zahrana juga merasa tidak enak hati dengan kakak kelasnya apalagi dengan Syella yang selalu mengatainya wanita murahan.Tanpa sadar Zahrana tersenyum sendiri membayangkan wajah Kevin di balik kemudinya,lalu ia dengan cepat berkata Astagfirullah aku telah berdosa karena memikirkan laki-laki yang jelas bukan siapa-siapa aku.Zahrana kembali menyetir dengan fokus tanpa memikirkan hal-hal aneh.


Tiga puluh menit kemudian ia sampai di kampusnya,diparkiran sudah ada Dewi,Tina dan Putri yang sudah menunggunya.Zahrana segera memarkir mobilnya lalu menemui teman-temannya itu.


"Good Morning Miss Zahrana" ucap teman-temannya


Zahrana tertawa mendengar sapaan dari teman-temannya itu.Ia hanya menganggukkan kepala dan tersenyum manis.


" Oh iya katamu ada acara di kampus emang acara apa jika boleh aku tahu ?"


" Hari ini adalah hari dimana Kak Kevin Ulang Tahun Ra ini khusus loh acaranya dan itu di adakan setelah jam kuliah terakhir ,aku tahu kok jika kamu memiliki hubungan yang lain kan dengan Kak Kevin ?" ucap Dewi dengan polosnya dan memberi mimik jenaka pada Zahrana.


" Ehh kamu sembarangan jika berbicara,enggak lah.Tuan Kevin kan hanya kakak kelasku" Zahrana menjawab dengan tenang.


"Masa sih ?" Ledek Tina dan Putri lalu mereka tertawa


Zahrana merah padam,memang dalam benaknya ia merasa jatuh hati pada Kevin,tapi apalah daya untuknya jika sebenarnya ia tak mempunyai hubungan apa-apa.


"Aku serius tahu,aku memang gak punya hubungan apa-apa"


"Ya sudah lah jangan di bahas lagi" ketus Zahrana.


Teman-temannya tertawa melihat wajah Zahrana yang marah tapi itu membentuk seraut wajah yang indah.


Dalam pikiran Zahrana bertanya-tanya " Sebenarnya apa hak Tuan Kevin di Kampus ini ? Lalu jabatannya apa ? Kenapa ulang tahunnya sengaja di adakan di Kampus ?" tiba-tiba pertanyaan itu muncul dalam pikirannya.


***


Sebenarnya Kevin memiliki hak dikampus itu karena merupakan Ketua Organisasi Seni dan dari pertama ia kuliah ia sudah banyak mendapat banyak penghargaan dari Kampus tersebut,Zahrana yang merupakan mahasiswi baru disana tak tahu apa-apa tentang latar belakang laki-laki tampan itu.Yang Zahrana tahu Kevin adalah laki-laki yang pertama ia temui dan laki-laki yang dapat membuat Zahrana kepikiran disetiap malamnya.


Acara ulang tahun Kevin di adakan di Aula kampus tersebut,Zahrana yang baru masuk merasa tidak enak hati karena tatapan Kevin padanya agak berbeda padahal jaraknya cukup agak jauh,Zahrana berada dekat pintu keluar sedangkan Kevin berada di depan.


Namun tak bisa di bohongi mata mereka saling tatap dari kejauhan dan membuat jantung Kevin berdegup agak kencang karena melihat sosok pujaan hatinya itu.Namun bagaimana dengan Zahrana ? entahlah.


Zahrana yang tiba-tiba merasa sakit perut terpaksa harus ke toilet dulu dan meninggalkan Aula tersebut.


"Ra kamu mau kemana ?" tanya Dewi


"Aku ingin ke toilet dulu Dew,tiba-tiba aku sakit perut nanti aku ke sini lagi kok" ucap Zahrana dan memegang perutnya karena terasa sakit dan dengan cepat meninggalkan Aula tersebut.

__ADS_1


Kevin yang melihat Zahrana seperti kesakitan dan keluar ia memaksa ingin keluar namun teman-temannya melarang dan harus memotong dulu kue-nya.Dan Kevin tak bisa apa-apa selain menuruti keinginan teman-temannya itu.Disana ada Syella yang mendampingi Kevin,sebenarnya Kevin enggan berada didekatnya namun mau apa lagi Syella terus memaksanya,karena Syella sudah putus dengan Raka.Karena rasa gengsi yang tinggi Syella tak ingin dipandang sebagai kembang kampus namun tak mempunyai pacar.


***


Setelah acara selesai Zahrana tak kunjung datang kembali,semua mahasiswa dan mahasiswi sudah banyak yang pulang dan di Aula tersebut hanya tersisa bagian seksi kebersihan yang membersihkan dan membereskan ruangan tersebut,dan tak lupa Dewi,Tina dan Putri masih disana karena menunggu Zahrana namun sayang Zahrana tak kunjung kembali dan itu membuat hati teman-temannya cemas.Tak pikir panjang teman-temannya takut terjadi apa-apa pada Zahrana.Lalu mereka berfikir untuk menyusulnya ke toilet.


Tak lama kemudian Kevin pun menyusul keluar karena harus pulang.Ingin ia menemui Zahrana dan tadinya ia berharap dapat ucapan selamat ulang tahun dari Zahrana namun untuk apa jika tadi saja Zahrana malah keluar.Kevin merasa marah sendiri dalam diamnya wajahnya terlihat sayu.


***


Ketika teman-teman Zahrana melihat kedalam toilet disana tidak ada siap-siapa,lalu kemana Zahrana ? apakah Zahrana pulang duluan ?


Ketika keluar dari toilet dan melewati gudang kampus lalu terdengar suara...


Arrgghhhhhhhh....tolonggggg...


Lalu ada suara rintihan dari gudang tersebut,lalu dengan cepat Dewi membuka pintunya namun sayang pintu tersebut terkunci.Dewi yakin itu adalah Zahrana yang sengaja di kurung di gudang tersebut.


Beruntungnya ketika mereka sedang berusaha membuka pintu dengan segala cara,ada Kevin yang menghampiri mereka bertiga lalu bertanya.


"Kalian sedang apa disini,ayo pulang mahasiswi yang lain sudah pulang dari tadi" ucap Kevin dengan tatapan agak judes karena mood-nya sedang hancur.


"Ehh Kak Kevin,maaf kak tadi kami mendengar suara rintihan dan minta tolong dari dalam,kami takut jika itu teman kami Zahrana.Kami berusaha membuka pintunya namun sayang terkunci" ucap Dewi agak kaku karena merasa takut dengan tatapan Kevin yang agak judes.


"Apa ?" tanpa berfikir panjang Kevin langsung mendobrak pintu gudang tersebut.


Dan ketika pintu tersebut berhasil di dobrak alangkah terkejutnya mereka melihat Zahrana yang diikat pada sebuah kursi dan mulutnya tertutup lakban hitam.Wajahnya ada sedikit lebam pada bagian pipi putihnya.Zahrana tak sadarkan diri,ia pingsan.


"Kak bawa ke mobilnya saja biar nanti aku yang menyetirnya" ucap Dewi


Kevin hanya menganggukkan kepalanya dan menuruti apa yang dikatakan teman Zahrana tersebut.


Namun untuk Tina dan Putri tak bisa mengantar teman baiknya itu karena orang tua mereka sudah menelponnya untuk segera pulang dan mereka tak bisa menolak permintaan orang tuanya.


Terpaksa Dewi dan Kevin saja yang mengantar Zahrana kerumah sakit. Dewi mengemudikan mobil Zahrana dan kebetulan Zahrana memakai mobil Ferrari jadi hanya muat untuk dua orang,lalu setelah Dewi keluar dari parkiran Kevin pun segera menyusul dengan mobil sportnya dan mengikuti kemana arah mobil Zahrana.


***


Dirumah sakit Zahrana sudah terbaring lemah,Dewi langsung meminta pertolongan pada sang suster untuk segera memanggil Dokter agar memeriksa Zahrana dan langsung meminta ruangan VIP.


Tak lama dari itu sang Dokter pun datang dan memeriksa Zahrana,beruntung tak terjadi apa-apa pada bagian organ dalam Zahrana.Namun luka diluarnya terlihat sangat lebam apa lagi pada bagian pipi dan bibirnya.Sang Dokter berbicara pada Dewi agar Zahrana dirawat selama tiga hari saja agar kondisi badannya cepat pulih walaupun tak ada luka dalam namun luka di luarnya lumayan parah.


Setelah Dokter meninggalkan ruangan yang dipakai Zahrana,lalu Kevin masuk.


Dewi langsung melirik pada Kevin dan berkata,


"Kak makasih ya udah mau anterin kesini"


"Iya sama-sama,bagaimana keadaan Nona Zahrana ?" tanya Kevin


"Tadi kata Dokter gak kenapa-napa beruntung tak ada luka dalam namun Zahrana disuruh untuk menginap disini selama tiga hari"

__ADS_1


"Ehh kak tolong jagain dulu Zahrana ya,aku mau telpon dulu ke rumahnya"


Kevin hanya menganggukkan kepalanya.


Diluar Dewi segera menelpon ke nomor telpon rumah Zahrana,dan kebetulan telpon tersebut segera di angkat oleh Bi Vina.Seketika setelah mendengar keadaan anak majikannya Bi Vina langsung merasa lemas dan menjatuhkan telpon rumah tersebut,beruntung ketika Bi Vina duduk di lantai karena tak kuat mendengar putri majikannya di rumah sakit lalu datang Reina dan Julia dan membantu membangunkan Bi Vina dan mengajaknya duduk dikursi yang ada di sebelah telpon rumah tersebut.


"Bi,bibi kenapa ?" tanya Reina cemas


"Itu Non,tadi Bibi menerima telpon dari temannya Nona Zahrana katanya Nona Zahrana dirumah sakit karena ada orang yang sengaja menjebaknya dan menyakiti Nona Zahrana secara fisik" ucap Bi Vina dan meneteskan air matanya,Bi Vina benar-benar menyayangi putri majikannya itu.


Tak berpikir panjang Bi Vina,Reina,Julia segera menyusul kerumah sakit dengan memakai mobil sedan Zahrana,Bi Lyna sengaja tak ikut karena harus menjaga rumah.


***


Dewi yang memperhatikan wajah sayu Kevin dapat menilai bahwa ada rasa kagum bahkan rasa cinta pada sosok Zahrana.Namun Dewi tak berani untuk bertanya ia merasa tidak sopan harus bertanya tentang privasi Kevin.


Setengah jam kemudian Bi Vina,Reina dan Julia sampai dan segera menanyakan dimana ruangan yang Zahrana tempati.Beruntungnya ruangan tersebut segera ketemu dan mereka langsung masuk kedalamnya.


Bi Vina yang langsung melihat putri majikannya seperti itu merasa sangat sedih bagaimana jika Tuan Leon dan Nyonya Sari memecatnya karena tidak bisa menjaga anak mereka.


Zahrana masih belum sadarkan diri,dan itu membuat mereka yang ada disana sangat cemas.


"Bi biarkan aku mengabari orang tua Zahrana ya" ucap Reina dengan wajah yang cemas karena melihat teman baiknya terbaring lemah.


Bi Vina hanya menganggukkan kepalanya.


Beruntung Nyonya Sari langsung mengangkat telpon dari Reina dan segera Reina memberitahu keadaan Zahrana yang sekarang sedang terbaring lemah dirumah sakit, seketika Nyonya sari terdengar histeris...


"Ayahhhhhh putri kitaaa......." terdengar suara Nyonya Sari dari sana lalu telpon terputus sepihak dari Nyonya Sari.


Tak lama dari itu Zahrana sadar dari pingsannya.


"Dimana saya ?" tanya-nya dengan suara yang parau.


"Tenang Nona anda berada dirumah sakit" jawab Kevin yang berada disampingnya dan memberi Zahrana senyuman,lalu Zahrana melihat ke semua arah dan disana sudah ada teman baiknya beserta Bi Vina.


"Lalu orang itu kemana ?" tanya Zahrana,semua orang yang ada diruangan tersebut diam,senyap tak ada yang berkata.


Kevin yang bertanya kembali pada Zahrana.


"Orang ? siapa yang Nona maksud ?"


"Iya orang yang telah membuat saya seperti ini,terakhir setelah saya keluar dari toilet ada 3 perempuan yang menarik saya dari belakang dan mereka memakai masker,saya tidak tahu siapa mereka lalu membawa saya ke gudang sekolah saya sempat berontak namun mereka bertiga saya tak bisa melawan dan mereka dengan berani menjambak kerudung saya dan menampar saya dengan kerasnya.Lalu..." Zahrana seketika berhenti berbicara dan menatap wajah Kevin yang kelihatan cemas.


"Lalu apa Nona ?"


"Mereka menyuruh saya untuk menjauhi Tuan Kevin " sambungnya dengan suara lirih.


Semua orang disana saling tatap,namun mereka tak ingin bertanya lagi mereka sadar kondisi Zahrana sedang lemah biar nanti setelah Zahrana pulih agar meneruskan ceritanya.


Kevin yang hendak bertanya lagi diberi kode oleh Dewi agar tak bertanya lagi.

__ADS_1


__ADS_2