Hujan Ditengah Kegersangan

Hujan Ditengah Kegersangan
Jumpa Pers Tuan Leon.


__ADS_3

Jumpa pers yang di adakan di Perusahaan Cabang milik Tuan Leon sudah mau di mulai,semua persiapan sudah tertata tertib dan rapi dan semua orang yang mengikuti jumpa pers itu hampir satu lersatu berdatangan.Semua tamu di sambut dengan sopan.


Ruangan khusus yang di sediakan Tuan Leon cukup besar dan sudah banyak kursi yang tertata rapi dan ada sebuah podium di paling depan khusus untuk Tuan Leon.


Ruangan itu sudah hampir di penuhi dengan semua orang yang telah Tuan Leon undang,tapi Tuan Leon belum sampai disana.


***


"Zahrana cepat !!! Nanti Ayah bisa terlambat datang kesana." ucap Tuan Leon dari balik pintu apartemen yang Zahrana tempati,Kevin sudah siap siaga berada di samping Tuan Leon.


"Iya Ayah,Zahrana juga sudah siap." ucap Zahrana sembari membuka pintu kamarnya.


Tuan Leon dan Kevin tercengang melihat sosok cantik jelita Zahrana yang dibalut dengan gamis elegan warna merah menyala dengan kerudung hitam yang terhias di kepalanya serta Zahrana menggunakan make up yang sangat natural tapi tetap terlihat sangat cantik.Mata kelabunya terlihat meneduhkan bagi siapa saja yang melihatnya.


"Ayah dan Kak Kevin kenapa melihatku seperti itu ?" tanya Zahrana heran dan sedikit mengerutkan dahinya.


"Enggak,sudah ayo kita berangkat nanti takut telat." ujar Tuan Leon dan segera mengajak Zahrana agar mereka semua tidak telat.


Mobil sedan mewah sudah tersedia di depan apartemen yang mewah itu,segera mereka masuk kedalam mobil.Supir pribadi dari Perusahaan Tuan Leon yang mengemudikannya.


***


Ketika sampai di Perusahaan Cabang Tuan Leon yang sangat besar segera mereka masuk kedalamnya karena memang sudah di tunggu para tamu yang hadir.

__ADS_1


Semua orang yang berada di ruangan tersebut langsung berdiri dan itu mengisyaratkan hormat pada Tuan Leon yang telah mengadakan acara ini.


"Silahkan Tuan untuk menaiki podium kami sudah menyiapkannya." ucap sekretaris yang bekerja di Perusahaan Tuan Leon.


"Baiklah,terima kasih."


Kevin dan Zahrana duduk berdampingan di kursi paling depan yang sudah di sediakan,Kevin yang pertama kalinya ikut jumpa pers di Perusahaan besar seperti milik Tuan Leon ini merasa sangat bangga karena bisa hadir dan di percaya oleh Tuan Leon.


Zahrana yang berada di sampingnya merasa aneh melihat raut wajah Kevin yang tak bisa di tebak tapi Zahrana tak menanyakannya karena Ayahnya sudah memulai pers tersebut.


Tuan Leon yang sudah menaiki podium itu langsung mengutarakan apa tujuan di adakannya pers seperti ini,pertama Tuan Leon membuka acara tersebut lalu ia mengucapkan tujuan utamanya dimana semua orang yang berada disana di beri penghargaan atas kerjasama antar Perusahaan milik Tuan Leon yang berada di London.


Semua orang bertepuk tangan atas penghargaan tersebut karena merasa bangga bisa bekerjasama dengan Perusahaan besar seperti yang Tuan Leon miliki dan mereka sangat berterima kasih atas penghargaan yang mereka dapatkan.


Semua orang yang berada disana langsung menyalami Tuan Leon atas keberhasilan kerjasama antar Perusahaan,mereka juga menyalami Kevin dan sesekali ada yang bertanya apakah Kevin merupakan suami Zahrana tentu saja Tuan Leon mengatakan tidak karena memang bukan tapi lebih tepatnya belum,dan Tuan Leon sendiri berbicara pada setiap orang yang bertanya bahwa Kevin juga ikut bekerjasama antar Perusahaan dan merupakan kekasih putri semata wayangnya itu. Sehingga beberapa lelaki yang masih bujangan merasa iri dengan keberhasilan Kevin meluluhkan sosok si mata kelabu itu. Karena sudah banyak lelaki yang menginginkan Zahrana namun mereka selalu gagal mendapatkannya.


***


Sepulang dari Perusahaan Tuan Leon mereka sengaja mampir ke restoran mewah yang ada di sana,mereka merasa lapar sehingga perlu mengisi perut mereka.


Mereka hanya memesan spageti dan kentang goreng serta minumannya jus jeruk dingin.


Sesekali Kevin melirik Zahrana yang sedang memakan spagetinya,Kevin merasa gemas melihat Zahrana yang lahap makannya.

__ADS_1


Tuan Leon yang melihatnya hanya tersenyum,ia sangat bahagia bisa melihat putrinya mendapatkan sosok lelaki yang baik seperti Kevin.Bukan hanya baik Kevin juga tampan,cerdas dan tentunya ia merupakan orang yang jujur dan ramah.


Tuan Leon berharap cinta Kevin dan Zahrana bisa sampai di jenjang pernikahan.Walau sekilas Tuan Leon kadang merasa sedih karena ia sudah kehilangan istri tercintanya.Tapi itu bukan halangan bagi Tuan Leon,ia harus ikhlas dan ia harus bisa membuat Zahrana bahagia walau sekarang Zahrana tak mendapatkan kasih sayang seorang Ibu.


Seselesainya makan mereka langsung pulang ke apartemen,dan mereka langsung mandi dan beristirahat karena merasa lelah.


***


Zahrana mendapat sebuah pesan dari Reina.


"Sungguh Ra aku merindukanmu dan ternyata kamu sekarang berada di London,tega sekali kamu tidak memberitahuku."


"Maaf Reina,aku sampai lupa karena sibuk membantu pekerjaan Ayahku.Sore nanti kita bertemu di caffe yang biasa kita kunjungi dulu ya."


"Baiklah Nona kita bertemu disana nanti sore,see you Zahrana."


Zahrana sampai lupa mengabari teman dekatnya itu,tapi sebenarnya Zahrana takut kejadian dulu akan menghampirinya lagi,kejadian dimana Reina akan mencintai kekasihnya seperti Leo dulu.Zahrana tak mau Kevin tahu tentang Reina lebih dalam ia ingin menutupnya rapat-rapat karena belum waktunya Kevin tahu tentang masa lalunya.


Entah mengapa Zahrana malah terus kepikiran tentang Kevin,ia takut Kevin akan terpesona oleh kecantikan Reina,karena sore nanti pasti Kevin juga ingin ikut dan ia tidak bisa menolak permintaan Kevin apalagi ini pertama kalinya Kevin menjejakan kaki di tanah kelahirannya.


Luka yang masih membekas di dada Zahrana masih belum hilang,walau sekarang ia tetap berteman baik dengan Reina tapi itu tidak memungkiri atas perlakuan Reina dulu yang telah menyakitinya.


Tapi Zahrana tak mau bermusuhan hanya karena lelaki yang ia cintai,karena baginya teman dekat juga penting di hidupnya.Tapi untuk Kevin ? Zahrana tak mau Reina terpesona dengan ketampanan Kevin,Zahrana tak mau kehilangan Kevin ia sudah benar-benar mencintainya.

__ADS_1


Dalam lamunan masa lalunya Zahrana meneteskan air mata sehingga membasahi pipi mulusnya,ia ingat betul ketika Reina berkencan dengan Leo mantan kekasihnya dulu. Zahrana kembali merasakan sakit hati yang telah lama ia kubur dalam-dalam di hatinya.


__ADS_2