
Malam itu Zahrana ditemani oleh Bi Vina,Reina dan Julia.Dewi dan Kevin sudah pulang karena tidak bisa menginap disana.Mungkin besoknya mereka datang lagi untuk menjenguk.
Malam yang terasa mencekam bagi si mata kelabu itu,ia ingat sekali saat ia di tampar dan di jambak dengan kasarnya,dalam pikirannya ia selalu ingin ada orang yang selalu menemaninya kala ia seperti ini yaitu Ayah dan Ibunya.Butiran-butiran bening kian membasahi pipi mulusnya ia benar-benar rindu pada Sang Ayah dan Bundanya,Bi Vina yang tertidur tidak tahu jika Zahrana menangis.
Dalam lamunannya Zahrana membayangkan saat ia masih agak kecil karena waktu itu Ayah dan Ibunya belum sesibuk seperti sekarang ini,ia membayangkan saat ia digendong dan ditemani oleh kedua orang tuanya.
Malam semakin larut dan tangisan Zahrana telah membuat dirinya mengantuk dan tertidur.
***
Malam itu di Pakistan Nyonya Sari sedang membereskan semua barang yang akan dibawa ke Bandung semua aset Perusahaan dibawa karena selama di Pakistan mereka mengurus Perusahaannya agar berpusat di Kota Bandung.Dan sampai akhirnya semua sudah beres tapi masih banyak dokumen yang belum di tanda tangani oleh Tuan Leon.
Karena mereka sangat cemas dengan keadaan Zahrana mau tidak mau mereka harus menunda pekerjaan mereka dulu karena harus menemui putri semata wayangnya.
Perjalanan yang cukup melelahkan bagi Tuan Leon dan Nyonya Sari tapi mereka sangat ingin cepat-cepat bertemu dengan si mata kelabu yang jelita.
***
Pagi yang cerah,mentari mulai menerobos kamar mewah Kevin ia terbangun dari tidurnya.Dengan cepat segera ia mandi dan mengganti pakaiannya dan siap-siap untuk menemui Zahrana yang berada dirumah sakit.
Hari ini ia memakai celana jeans hitam dan kaos hitam pendek ia sengaja tampil sederhana.
Lalu ada suara ketukan pintu ke kamarnya.
"Tuan Kevin,ini bibi"
"Oh iya,ada apa Bi silahkan masuk dulu ?" tanya Kevin yang sedang merapikan rambutnya didepan cermin
"Bibi sudah siapkan sarapan untuk Tuan,dan sekarang bibi mau pergi kepasar dulu" ucap pembantunya.
"Oh iya Bi terima kasih sudah menyiapkan,uang untuk belanjanya masih ada ?"
"Masih kok Tuan dan cukup untuk semingguan lagi" ucapnya.
"Ya sudah Bibi pergi dulu ya" sambungnya dan meninggalkan kamar majikannya itu.
Setelah semua siap dan rapi Kevin langsung menuju ke lantai bawah untuk sarapan dulu,setelah itu ia akan langsung pergi ke rumah sakit.
***
Bi Vina sedang sarapan dulu keluar dan Zahrana ditemani oleh teman baiknya yaitu Reina dan Julia,namun teman baiknya masih tertidur dikursi yang tersedia mungkin karena lelah semalaman tidak tidur karena sedih melihat Zahrana menangis terus.Sebenarnya Zahrana juga merasa bersalah karena tak menanggapi perhatian temannya pada waktu malam itu.Beruntung teman baiknya paham akan sikap yang diberikan Zahrana.
Ketika Bi Vina akan masuk ke kamar rumah sakit yang ditempati Zahrana tiba-tiba ada Nyonya Sari lari menghampirinya dan diikuti Tuan Leon.
"Nyonya !" kata Bi Vina agak kaget.
"Bi mana putri saya ? saya ingin melihatnya" ucap Nyonya Sari dan meneteskan air matanya
__ADS_1
"Mari Bu,Nona Zahrana baik-baik saja kok jadi Nyonya jangan khawatir sekarang kondisinya juga sudah agak membaik" ucap pembantunya itu.
Lalu mereka menuju kamar yang ditempati Zahrana dan masuk.
Tuan Leon dan Nyonya Sari langsung menghampiri putri semata wayangnya itu.
Zahrana masih tidur namun ketika ia membuka mata dan bangun betapa terkejutnya ia melihat kedua orang yang sangat ia rindu.
Tuan Leon dan Nyonya Sari langsung memeluk dan mencium putrinya itu,Zahrana menangis dalam pelukan kedua orang tuanya itu.Tak bisa dibohongi sebenarnya Zahrana tak ingin jika jauh dengan mereka.
"Sudah kamu jangan nangis sayang,Bunda dan Ayah jadi sangat sedih jika kamu menangis seperti ini" ucap Nyonya Sari dan meneteskan air matanya
Tuan Leon mengusap air mata putrinya itu,ia sangat terkejut melihat wajah putrinya itu lebam.
"Kenapa kamu bisa seperti ini sayang ?" tanya Tuan Leon
"Nggak kok Yah,ini hanya kesalahpahaman kecil saja,nanti lah setelah Zahrana sudah benar-benar membaik Zahrana ceritakan" jawab Zahrana dan berusaha memberi senyuman termanisnya pada kedua orang yang sangat ia sayangi.
Tuan Leon hanya menganggukkan ucapan putrinya itu.
Tak lama dari itu seorang suster datang dan membawa makanan untuk Zahrana beserta obatnya.Lalu setelah menyimpan makanan dan obat Zahrana suster tersebut keluar dengan sopan.
Tak berlangsung lama setelah suster keluar lalu muncul Kevin dari balik pintu tersebut.Ia memberi senyuman khasnya pada si mata kelabu itu,lalu menyalami kedua orang tua Zahrana.
"Maaf anda siapa ya ?" tanya Nyonya Sari.
"Oh saya Kevin,kakak kelasnya Nona Zahrana Tante" ucapnya sopan.
Tak lama dari itu Nyonya Sari akan menyuapi Zahrana namun Kevin meminta agar dirinya saja yang menyuapi si mata kelabu itu.Kebetulan Nyonya Sari juga merasa lapar karena selama perjalanan ia hanya meminum air putih dan memakan roti saja,itupun tak habis karena pikirannya teringat pada Zahrana.
Lalu Tuan Leon dan Nyonya Sari menyuruh Bi Vina untuk membeli makanan diluar.
"Nona anda makan dulu ya" tawar Kevin dengan tersenyum manis pada Zahrana.
Zahrana hanya mengangguk tak berkata apa-apa.Lalu Kevin menyuapinya tatapan mata Kevin yang indah sungguh membuat wajah Zahrana agak di tekuk dalam hatinya ia berkata " Baik sekali Tuan Kevin ini",Kevin hanya tersenyum nakal pada Zahrana dan itu membuat Zahrana salah tingkah dan tersedak.Lalu dengan cepat Kevin memberikan minum untuk pujaan hatinya itu.
"Makanya jika makan itu jangan sambil ngelamun kan jadinya tersedak" ucap Kevin terkekeh
Zahrana merasa malu wajah agak pucatnya terlihat merah padam walau masih terlihat jelas lebam yang ada diwajahnya.
Kevin terpana dengan wajah Zahrana yang merah padam ia merasa geli sendiri dan tersenyum nakal pada Zahrana.
"Ini makan lagi" tawar Kevin
"Sudah Kak,aku sudah kenyang" ucap Zahrana
Lalu Kevin segera menyuruh Zahrana meminum obatnya agar cepat sembuh.Zahrana hanya menuruti apa yang dikatakan kakak kelasnya itu.
__ADS_1
Mata Kevin lekat memperhatikan sosok dihadapannya itu,Kevin juga tak menyangka bahwa balasan dari Zahrana juga baik.Namun tatapan itu dikejutkan dengan pertanyaan Nyonya Sari pada Zahrana.Kevin langsung memalingkan wajah tampannya.
"Sayang katanya ada Reina dan Julia dimana mereka ?"
"Itu mereka masih tidur dikursi pojok,kirain Bunda udah lihat dari tadi"
Nyonya Sari melirik pada kursi yang ada dipojok sana dan ternyata benar Reina dan Julia masih tertidur.
"Sudah Bun jangan dulu dibangunkan biar mereka bangun dengan sendirinya kasihan malamnya nemenin Zahrana dan baru tidur setelah subuh tadi" ucap Zahrana
"Pantesan mereka terlihat nyenyak seperti itu,ya sudah Bunda dan Ayahmu mau keluar dulu mau cari makan sekalian nyusul Bi Vina soalnya lama banget"
"Ayo Yah biarkan Zahrana ditemani dulu dengan Kevin,Tante minta tolong jagain dulu Zahrana ya Kevin"
Lalu Kevin memulai obrolan hangat dengan Zahrana ia tak menyangka Zahrana bisa meresponnya dengan baik dan cakap.Disela obrolan hangatnya Kevin sempat membuat Zahrana diam karena kata Kevin "Nona anda sangat istimewa dimata saya,anda benar-benar wanita idaman laki-laki mana saja andai saya bisa memiliki Nona" mungkin itu yang Kevin ucapkan dan secara tak sengaja jantung Zahrana terasa berdegup lebih kencang,sedangkan Kevin lekat memperhatikan wajah Zahrana.
"Sudah lah Tuan jangan becanda terus,perut saya sakit jadinya" ucap Zahrana agar Kevin tak melanjutkan apa yang akan ia katakan selanjutnya.Bukan Zahrana tak menghargai ia hanya takut salah berbicara dengan kondisinya yang masih seperti ini.
***
Hari ini Zahrana sudah diperbolehkan pulang namun dengan syarat jangan dulu pergi kemana-mana apalagi cape-capean karena kondisi nya masih belum stabil.
Dan hari ini juga adalah dimana teman baiknya harus pulang memang seharusnya masih lama namun sayang orang tua Reina dan Julia menyuruh mereka berdua segera pulang karena ada urusan keluarga yang tak bisa ditinggalkan.
Setelah pulang dari rumah sakit dan sampai di rumah Zahrana langsung pergi ke kamarnya dengan disusul oleh Reina dan Julia.Kevin tak mengantarkan Zahrana karena ada urusan penting yang tak bisa ditinggalkan.
"Nona maaf kami berdua tak bisa lama-lama disini tadi orang tua kami kebetulan ada menelpon untuk pulang dulu katanya ada urusan penting yang tak dapat ditinggalkan,nanti jika ada waktu lagi kami berdua pasti main kesini." ucap Reina
"Ya sudah aku mau bagaimana lagi jika itu perintah dari orang tua kalian berdua,tak apalah aku juga rindu dengan London mungkin nanti aku juga akan mengunjungi tempat kelahiranku itu.Tapi bukan untuk sekarang ini." Zahrana memberi senyuman manisnya.
"Oh iya emang hari ini kalian harus pulang ?" tanya Zahrana
"Benar Ra hari ini sekarang kami akan membereskan dulu barang-barang kami" ucap Reina
Lalu Reina dan Julia segera mengemasi barang-barangnya,Zahrana tak bisa membantu karena kondisinya masih terbilang lemah.
Sebenarnya Zahrana ingin sekali menghabiskan waktu semasa teman baiknya itu ada kota Bandung ini,namun tak disangka musibah malah datang menghampirinya.Zahrana masih tak habis pikir orang-orang yang menyakitinya hari itu dan menggunakan fisik,padahal Zahrana dekat dengan Kevin saja hanya sebatas kakak kelas bukan siapa-siapa dan terbilang hanya beberapa kali bertemu juga,namun apalah daya Zahrana yang tak tahu apa-apa tentang latar belakang Kevin.Aneh juga kenapa ia malah memikirkan laki-laki itu.
Kevin memang baik padanya semasa di rumah sakit saja ia terlihat tulus memberi perhatian padanya,Zahrana hanya tersenyum saja saat ia memikirkan laki-laki itu,mungkin tepatnya laki-laki yang baru dikenal namun memberi kesan hidup padanya.
***
Pukul satu siang Reina dan Julia sudah siap untuk berangkat,ia berpamitan dulu pada Tuan Leon dan Nyonya Sari,padahal Nyonya Sari sudah bahagia jika tahu mereka akan berlama-lama di Bandung ini.Mau bagaimanapun Nyonya Sari sangat berharap jika teman baik putrinya itu lama disini namun apalah daya jika orang tua mereka yang meminta.
"Ya sudah kalian hati-hati di perjalanan-nya ya,maaf tante tak bisa mengantarkan kalian ke Bandara" ucap Nyonya Sari dan mencium pipi kiri dan kanan Reina serta Julia,Zahrana yang ada disitu hanya bisa meneteskan air matanya melihat teman baiknya akan kembali pulang.
Zahrana yang hanya bisa terbaring dalam tempat tidurnya ingin sekali ia mengantarkan teman baiknya itu namun karena kondisi nya yang belum pulih sepenuhnya ia tak bisa kemana-mana.
__ADS_1
Kemudian Reina dan Julia pun pamit pada Zahrana dan sempat berpelukan cukup lama karena harus menahan kembali rasa rindu yang akan menggebu.Lalu mereka berdua meninggalkan rumah teman baiknya itu karena sudah ada taksi yang menjemput mereka.
"Sungguh cepat pertemuan ini kawan,aku benar-benar merasa kehilangan kalian jika jarak menjauhkan kita,namun untuk apa aku bersedih suatu saat kita pasti akan bertemu lagi " dalam hati Zahrana berlantun sendiri.