Hujan Ditengah Kegersangan

Hujan Ditengah Kegersangan
Ketika Tangis berubah menjadi Senyuman


__ADS_3

Sekretaris Perusahaan berusaha menghubungi Zahrana dan Zahrana beberapa kali menolak telponnya ia ingin sendiri ia ingin tenang terlebih dahulu.


Lima menit kemudian Zahrana sudah merasa agak tenang ia tak mau terlalu larut dalam kesedihan lalu segera ia menelpon balik Sekretaris Ibundanya dulu dan sekarang yang akan menjadi Sekretaris dirinya.Zahrana menyuruh ke belakang Perusahaan.Dan tak lama kemudian Sekretaris tersebut menemui Zahrana yang sedang duduk sendirian di sana.


"Permisi Nona Zahrana,kenapa anda tidak langsung masuk keruangan anda saja". ucap Sekretaris yang bernama Elmyra dan memberi senyuman hangat pada Zahrana.


Zahrana melihat ke arah Elmyra lalu menyuruh dia duduk di sampingnya.


"Biasanya Bunda saya dulu selalu memanggil anda siapa ?" tanya Zahrana dan berusaha bersikap seperti tidak ada masalah dan bersedih.


"Nyonya Sari dulu selalu memanggil saya El tapi terkadang Myra Nona" ucapnya.


"Oh baik El jika begitu saya juga akan memanggil anda seperti Bunda saya dulu dan anda boleh manggil saya Nona saja ya" ucap Zahrana santun dan tersenyum manis.


Elmyra sangat senang dengan sikap Zahrana yang ramah dan santun,Zahrana juga terlihat berwibawa walau sekarang umurnya baru 22 tahun tapi sudah terlihat lebih dewasa di banding teman seusianya.


"Oh iya El bisa antarkan saya ke ruangan saya dan saya akan berbicara penting pada anda mengenai bagian keuangan"


Lalu Elmyra membawa Zahrana keruangan yang dulu Nyonya Sari tempati.Setelah sampai di ruangan tersebut segera Zahrana bertanya bagaimana Perusahaan sebesar dan terkenal seperti ini bisa terjatuh dan tak ada bukti mengapa Perusahaan bisa turhn drastis dalam beberapa bulan ini.Segera Elmyra memberitahu bahwa Bagian Keuangan lah yang telah korupsi dan ia juga menggadaikan beberapa Aset Perusahaan pada Perusahaan lain dan itu semua tidak ada yang tahu kecuali Elmyra,Elmyra bercerita akan memberitahu pada Nyonya Sari namun Elmyra juga merasa takut karena di ancam oleh Bagian Keuangan tersebut yang tak lain adalah Ayahnya Dewi.


Zahrana berusaha berfikir bagaimana ia akan menjebloskan Ayahnya Dewi ke penjara jika tidak segera di tangani bisa-bisa Perusahaan yang ia pegang bangkrut.


"Oh jika bisa kamu cari bukti yang ada ya El saya sangat membutuhkan kamu, sekarang kamu akan tetap jadi Sekretaris di Perusahaan ini tapi bukan Sekretaris dari Bunda saya melainkan Sekretaris saya" ucap Zahrana dan memberi senyuman.


Elmyra merasa senang dengan ucapan sopan Zahrana tak menyangka Zahrana yang masih berusia 22 tahun tapi daya pemikirannya sudah hampir setara dengan Elmyra yang berumur 28 tahun.


Elmyra merasa senang punya Bos seperti Zahrana yang baik seperti Nyonya Sari dulu.


"Ya sudah saya pamit undur diri ya Nona" ucap Elmyra.


"Eh tunggu dulu El,kamu kenal dengan karyawan yang bernama Dewi disini ?"


"Oh saya kurang tahu Nona,ada yang bisa saya bantu Nona mengenai Dewi ?. Tanya Elmyra serius.


"Iya sekalian kamu cari tahu tentang Dewi bagaimana ia bisa di terima dan di bagian apa dia diterima" ucap Zahrana.


"Baik Nona"


Lalu Elmyra segera keluar dari ruangan Zahrana.


***


Zahrana membuka laptopnya dan segera mengerjakan skripsinya yang hampir beres.Ia merasa fokus bila di ruangan tersebut.Tinggal sedikit lagi skripsinya beres ia harus membereskannya hari ini agar ia bisa mengerjakan pekerjaan Perusahaan,sudah banyak dokumen penting yang belum ia tanda tangani.


Setengah jam kemudian skripsinya sudah beres dan tinggal memberikannya pada sang dosen yang membimbingnya kebetulan skripsi milik Zahrana sudah di Acc.

__ADS_1


Lalu segera ia menandatangani dokumen pemindahan hak milik Perusahaan dan sekarang Perusahaan itu telah berhasil menjadi miliknya,ia pernah berjanji pada sang Bunda akan berusaha memajukkan lagi Perusahaan itu dan sekarang ia akan memulainya.


Hari ini ia harus selesai menandatangani semua dokumen penting yang dulu Ibundanya belum bereskan.


Pukul sebelas siang Zahrana merasa lapar ia harus makan siang dulu sengaja Zahrana mengajak Elmyra makan siang bersama.Restoran yang Zahrana kunjungi tidak jauh karena berhadapan dengan Perusahaannya hanya tinggal menyebrang jalan saja sudah sampai.


Seperti biasa Zahrana memesan nasi goreng spesial dan minuman es jus jeruk.Setelah selesai makan mereka berdua sempat berbincang mengenai Dewi.


Kata Elmyra Dewi diterima di bagian manager padahal karyawan yang sudah lama disana juga susah jika harus menduduki bagian manager namun entah mengapa Dewi bisa berada dalam posisi itu.Zahrana heran apa mungkin karena dibantu Ayahnya.


"Bagini El saya tahu Perusahaan Bunda ini merupakan Perusahaan terkenal bahkan terbesar disini tapi mengapa Dewi yang menurut saya daya pikirnya biasa saja bisa masuk ke sini,maaf bukan saya mencela atau bagaimana saya tahu betul daya pikir Dewi seperti apa karena dia sekampus dengan saya" ucap Zahrana tegas.


"Maaf Nona jika masalah itu saya juga kurang tahu tapi tadi saya bertanya pada bagian HRD ternyata Dewi memang interview dan hasil dari interview nya gagal namun Ayahnya yang berada di Bagian Keuangan menyogoknya dengan jumlah uang yang banyak agar anaknya itu bisa bekerja disini". ucap Elmyra


"Baiklah jika begitu nanti biar saya yang mengurus semuanya saya akan pastikan mereka di pecat dari Perusahaan yang sudah menjadi milik saya ini"


***


Dirumah Kevin yang mewah ia baru datang dari Perusahaannya tak menyangka Perusahaan yang ia bangun sendiri bisa maju seperti sekarang ini,dan ternyata Perusahaan Kevin juga bekerja sama dengan Perusahaan Tuan Leon.


Kevin merasa senang bisa bekerja sama dengan Ayahnya Zahrana,dalam hati Kevin harus bisa menjadi lelaki yang lebih baik agar bisa mendapatkan cinta si mata kelabu itu.Ayah Zahrana sangat baik padanya tadi saja di kantor Ayah Zahrana sempat bercerita pada Kevin agar jangan mengecewakan putri semata wayangnya itu.Kevin sudah menduga pasti Zahrana bercerita pada Ayahnya.


Hari ini tepatnya sore nanti Kevin akan main ke rumah Zahrana karena di undang oleh Tuan Leon sendiri karena sudah ikut kerja sama dengan Perusahaan yang Tuan Leon pegang.


Kevin merasa lelah ia beristirahat dulu ia tak mau mengantuk saat akan pergi kerumah Tuan Leon.


***


Sepuluh menit kemudian taksi yang di pesan Zahrana sudah sampai segera ia pulang karena memang merasa letih.


Tak menyangka saat ia sampai di rumahnya ternyata Ayahnya sudah pulang lebih dulu,dan Zahrana heran ada mobil Ferrari merah yang terparkir di halaman rumahnya dan tak lain adalah mobil Kevin.Zahrana tidak tahu itu mobil siapa lalu segera ia masuk kerumah ternyata di ruang tamu yang megah ada Ayahnya sedang berbincang dengan Kevin.


"Ehh putri Ayah sudah datang " Lalu Zahrana menyalami Ayahnya itu.Zahrana tak percaya Kevin ada di rumahnya.


"Selamat sore Nona" sapa Kevin.


"Iya sore Kak" jawab Zahrana dan tersenyum.


"Sudah kamu mandi dulu ya,nanti malam kita akan makan bersama disini sengaja Ayah mengundang Kevin kesini" ucap Ayahnya lalu Zahrana meninggalkan Kevin dan Ayahnya yang sedang berbincang hati Zahrana merasa senang bisa bertemu dengan Kevin.


Malam ini Kevin banyak berbincang dengan Ayahnya Zahrana mereka sebenarnya membincangkan masalah Perusahaan dan sedikit tentang perasaan Zahrana,Tuan Leon merasa senang bila Zahrana bisa dekat dengan Kevin yang baik dan sangat berwibawa.


Pukul delapan malam mereka makan bersama Zahrana merasa malu karena Kevin terus menatapnya.Setelah selesai makan Tuan Leon meminta pada Kevin agar menemani dulu Zahrana karena Tuan Leon harus mengerjakan urusan Perusahaan di ruangan pribadinya.


"Kevin kamu temani dulu putri saya ya,kasihan dia selalu kesepian kalau malam" ucap Tuan Leon dan tersenyum pada Zahrana seakan memberi isyarat.

__ADS_1


"Baik Tuan saya akan temani Nona Zahrana" ucap Kevin.


Setelah Ayah Zahrana meninggalkan mereka di ruang makan,lalu Zahrana mengajak Kevin pindah ke ruang TV saja.


Diruang TV yang besar mereka menonton film romantis luar negeri,mereka berdua sama-sama suka film itu.


Zahrana yang berada di samping Kevin merasa kikuk sendiri.Kevin yang berada di samping Zahrana justru merasa nyaman.


"Oh iya Nona bagaimana dengan skripsimu ?" tanya Kevin lalu sebentar melirik Zahrana.


"Skripsi aku sudah beres Kak dan katanya besok bisa langsung sidang dan aku siap untuk lulus" ucap Zahrana bahagia.


"Kamu memang cerdas Nona,jarang wanita cerdas seperti dirimu yang baik hati dan ramah" ucap Kevin dan tersenyum manis pada Zahrana.


"Terima kasih Kak" kata Zahrana malu-malu.


"Besok Kakak yang antar kamu ke kampus ya" tawar Kevin dan berharap Zahrana mau menerima tawarannya.


"Gimana ya ?" Zahrana berusaha berfikir kembali.


"Itu hak Nona saya hanya menawarkan tapi jika Nona tidak bisa saya tidak keberatan kok"


"Ya sudah boleh Kak,nanti jemput aku jam tujuh pagi ya"


Malam itu mereka banyak bertukar cerita seakan saling meluapkan perasaan rindu yang sudah lama terpendam.Tak di sangka mereka semakin dekat dengan status sahabat.Dalam hati Kevin ia akan memberanikan diri untuk mengutarakan isi hati yang sebenarnya,tapi ia akan menunggu waktu yang tepat.


***


Zahrana sangat bangga pada dirinya ia sudah lulus sidang dan ia sudah mendapat gelar S1 bersama teman-temannya yang sama cerdas dengannya.Hari ini merupakan kebanggaan tersendiri untuk Zahrana ia dan teman seperjuangannya sudah bisa sidang tapi Zahrana yang sangat cerdas mendapat nilai tertinggi di angkatannya.Ada beberapa temannya yang belum lulus juga dan sekarang ia sudah bisa lulus duluan karena kecerdasan yang ia miliki.


Tak banyak orang tahu tentang kecerdasan Zahrana,hanya beberapa teman sekelasnya saja yang tahu itupun tidak semuanya.


Zahrana merasa tenang karena sudah lulus.Ia sudah bisa melanjutkan S2-nya namun ia menolak melanjutkannya ia ingin fokus dulu pada Perusahaan yang akan ia pegang.


Di parkiran Kevin sedang menunggunya.Zahrana sangat bahagia dimana hari kelulusan sidangnya ada seorang lelaki yang sangat ia cintai.


"Bagaimana sidangnya Nona ?" tanya Kevin setelah Zahrana menghampirinya.


"Alhamdulillah aku lulus Kak" Zahrana tersenyum bahagia.


Secara tak sadar Kevin langsung memeluk Zahrana,Zahrana kaget jantungnya seakan berdegup lebih kencang.Ia tak menyangka Kevin akan memeluknya.


"Selamat Nona anda sudah berhasil" ucap Kevin lalu segera ia melepaskan pelukannya.


"Maaf Nona saya sudah berani memeluk Nona,saya tak sopan pada Nona" ucap Kevin karena ia merasa bersalah sendiri,padahal dalam hati Zahrana ia sangat nyaman atas pelukan yang Kevin berikan padanya.

__ADS_1


"Tidak apa Kak,makasih ya atas semuanya" ucap Zahrana lalu tersenyum manis pada Kevin.


Mungkin hari ini adalah hari dimana tangis pagi Zahrana kemarin menjadi sebuah senyuman kembali karena Kevin yang sekarang ada di dekatnya,dan ia berharap Kevin akan menjadi sosok yang selalu menemaninya.


__ADS_2