Hujan Ditengah Kegersangan

Hujan Ditengah Kegersangan
Sebuah Rasa Cemas


__ADS_3

Di suatu ruangan yang mewah...


"Kau sudah tahu kapan Zahrana akan kembali ke sini ?" ucap lelaki yang duduk dengan memainkan gelas yang berisi alkohol.


"Setahu saya,hari ini dia kembali kesini karena saya mendapat kabar dari Nona El di Perusahaan." ucap seorang wanita cantik yang berdiri di hadapan lelaki itu.


"Bagus,kamu pantau terus. Jika ada hal penting beritahu saya."


"Baik Tuan."


"Ya sudah kamu bisa keluar sekarang." ucap lelaki itu sambil menenggak minuman beralkoholnya.


Tanpa berkata apa-apa wanita cantik itu segera meninggalkan ruangan tersebut.


"Akan ku pastikan kamu hancur dan tidak akan percaya lagi dengan kekasihmu itu Zahrana. Hahahahaa" ucapnya lalu tertawa keras.


Sebuah foto yang terpajang di figura berukuran sedang yaitu foto dirinya sendiri dan wanita jelita yang memakai pakaian minim dengan rambut yang terurai. Ya,itu foto Zahrana waktu dulu dimana dia sangat dekat dengan lelaki itu.


"Kau harus bisa menjadi milik ku wahai hujan ditengah kegersangan."


Kata hujan ditengah kegersangan merupakan sebutan lain untuk wanita jelita seperti Zahrana,yang dimana ia berada mampu memberi sebuah hujan ditengah lara dan gersangnya hati seseorang sehingga membuat setiap orang merasa ingin memilikinya. Namun,mereka lupa seiring berjalannya hujan dan semakin besar maka mereka juga akan mendapatkan imbas yang sesuai yakni sebuah luka yang entah sampai kapan berada dalam hidupnya. Namun Zahrana bukan wanita seperti itu,ia selalu berusaha memberi sebuah pelangi setelah hujan untuk orang-orang yang berada di dekatnya agar mereka bisa melihat cantik dan indahnya sebuah perumpaan jika di ibaratkan dengan dirinya.


***


Sementara di Perusahaan Zahrana,Elmyra sedang sibuk dengan pekerjaannya ia sudah merasa lelah karena banyak lembur. Tapi itu tidak membuat dirinya mengeluh.


Ketika pekerjaannya hampir beres tiba-tiba ada sebuah email dari Zahrana bahwa sebentar lagi dirinya akan sampai di Bandung.


Elmyra merasa sangat bahagia karena bos besarnya itu sudah kembali dan bisa meringankan lagi pekerjaannya yang menumpuk.


***


Kedatangan Tuan Leon,Kevin dan Zahrana sudah di tunggu sopir pribadi Tuan Leon.


Setelah mereka turun dari pesawat segera mereka menuju mobil mewah yang akan membawa mereka pulang.

__ADS_1


Hanya Kevin yang berbeda mobil karena tujuan rumah mereka berbeda,tapi ia menggunakan mobil yang sudah di sediakan Tuan Leon.


Di perjalanan Zahrana tertidur,ia sangat lelah. Tuan Leon hanya memperhatikan wajah jelita Zahrana yang sudah terlelap begitu gemas jika di lihat. Tuan Leon jadi teringat semasa kecil Zahrana sering berada di pangkuannya dan selalu tertidur.


"Putri ayah memang cantik,pantas saja kau banyak di inginkan lelaki sayang. Beruntungnya kamu bisa mendapatkan lelaki baik seperti Kevin." gumam Tuan Leon sambil mengecup ubun-ubun Zahrana.


Tuan Leon sangat menyayangi Zahrana bahkan sejak kecil pun,hanya saja ketika Zahrana masih kecil dan menginjak masa remaja Tuan Leon sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga Zahrana kurang mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya itu.


Tapi sekarang dimasa dewasa Zahrana ia mendapatkan kasih sayang yang selama ini ia dambakan,Tuan Leon akan memberikan apa yang Zahrana mau. Namun,sekarang apapun yang di inginkan putri semata wayangnya itu bisa terpenuhi dengan uangnya sendiri yaitu dari buku novelnya yang selalu cetak ulang terus menerus. Alhasil uang royalti selalu masuk kedalam rekening Zahrana.


Ketika sampai di rumahnya,Zahrana segera di bangunkan Tuan Leon.


"Sayang !! Ayo bangun kita sudah sampai."


Zahrana terbangun ia mengucek matanya yang belum sepenuhnya terbuka.


"Kita sudah sampai ya Ayah ?" tanya nya.


"Iya sayang,ayo kita turun."


"Ya sudah Ayah duluan."


Setelah Ayahnya keluar lebih dulu lalu Zahrana juga ikut keluar,suasana masih terasa segar karena masih pagi.


Ketika sampai di rumah semua makanan sudah tersaji di meja makan karena Bi Vina sudah menyiapkannya lebih awal setelah mengetahui majikannya itu akan kembali ke Bandung.


"Selamat kembali Tuan,Nona Zahrana. Saya sudah menyiapkan makanan untuk makan pagi hari ini." ucap Bi Vina yang langsung menyapa majikannya itu.


"Terima kasih Bi. Tapi saya mau mandi dulu nanti setelah mandi baru makan." ucap Tuan Leon sambil berjalan menuju kamarnya.


"Oh iya Bi,tolong siapkan teh manis hangat untukku ya." ucap Zahrana lalu ia segera menaiki tangga menuju kamarnya.


"Baik Nona."


"Ya sudah aku juga mau mandi dulu Bi."

__ADS_1


***


Pagi itu Zahrana dan Tuan Leon segera makan,setelah itu mereka tetap harus bekerja walaupun masih merasa lelah.


"Ayah,aku harus pergi ke Perusahaan kata El sudah banyak dokumen yang perlu aku tandatangani." ucap Zahrana lalu segera menghabiskan teh manisnya.


"Kamu harusnya istirahat dulu sayang,Ayah juga ada pekerjaan tapi Ayah merasa lelah sekali jadi biar besok saja."


"Gak papa Ayah,Zahrana juga cuma sebentar gak akan lama kok hanya untuk menandatangani saja setelah itu langsung pulang."


"Ya sudah,mau di antar sama Ayah atau sama sopir pribadi Ayah ?"


"Sama sopir pribadi Ayah saja." ucap Zahrana lalu segera ja beranjak dari tempat duduknya dan menyalami dulu Ayahnya.


"Ya sudah hati-hati ya." ucap Tuan Leon dengan membalas sebuah senyuman manis pada putrinya itu.


"Ada-ada saja anak itu,orang lain mah istirahat dulu tapi dia malah sibuk memikirkan pekerjaan." gumam Tuan Leon dalam hatinya.


***


Kevin yang sudah berada di rumah mewahnya sedang beristirahat ia merebahkan tubuhnya di kasur empuk kamarnya.


Tapi tiba-tiba ada bunyi telpon,ternyata sebuah panggilan dari nomor yang sama sekali ia tak kenal. Awalnya ia menolak panggilan tersebut tapi tetap saja telponnya berbunyi lagi dan alhasil ia mengangkatnya.


"Halo Kevin,bagaimana kabarmu ? Sudah lama kita tak bertemu !! Oh iya jaga ya kekasih cantikmu itu sekarang ia akan mendapatkan sebuah penyesalan karena berani dekat denganmu."


"Satu lagi aku akan menghancurkan dan melukai kekasihmu itu." ucap suara wanita dari telpon sana dan di akhiri dengan sebuah tawa.


Kevin merasa kesal baru saja ia akan menanggapi ucapan wanita yang tadi menelponnya tapi langsung segera di akhiri oleh wanita itu. Beberapa kali Kevin menelpon nomor itu tapi tetap tak ada jawaban.


Kevin tahu betul suara itu adalah suara mantannya yaitu Rantika Dwi Purnama yang biasa di sebut Rara.


"Berani sekali dia mengabariku seperti itu dan akan melukai kekasihku. Tidak akan ku biarkan kau menyakiti kekasihku Rantika." ujar Kevin dengan kesal dan segera ia beranjak dari tempat tidurnya dan segera ia ingin menemui Zahrana karena takut kenapa-napa.


Tanpa berfikir panjang Kevin langsung mengendarai mobil Ferrarinya menuju ke rumah Zahrana.

__ADS_1


__ADS_2