Hujan Ditengah Kegersangan

Hujan Ditengah Kegersangan
Siapa Lelaki Misterius itu ?


__ADS_3

***


Ruangan mewah yang selalu di tempati oleh lelaki tampan itu sungguh terlihat semu di matanya karena sekarang sosok indah yang dulunya sangat sexy sudah berubah menjadi wanita jelita dengan berbalut gamis elegan disetiap harinya.


Entah mengapa tiba-tiba bayangan masa lalu lelaki itu dengan Zahrana seakan kembali muncul di pikirannya,hingga ia sendiri merasakan sesak di dadanya bila harus mengingatnya.


Sebenarnya ia adalah lelaki yang baik untuk Zahrana,namun siapa sangka karena sebuah kesalahan fatal yang dulu terjadi di keluarganya adalah ulah dari Zahrana sendiri ia menjadi dendam. Padahal rasa cintanya itu masih ada untuk Zahrana ia berani melawan rasa dendamnya untuk mencintai Zahrana. Namun ketika ia ingin memiliki Zahrana,si mata kelabu itu sudah mempunyai kekasih pilihannya sendiri. Dan alhasil itu membuat diri lelaki itu kembali menaruh rasa dendam.


"Kau tidak tahu betapa aku sangat mencintaimu dulu bahkan sampai sekarang aku masih menyimpan rasa cinta itu,walau dulu kau sempat membuat keluarga ku menjadi tercerai berai dan membuatku menaruh dendam padamu dan akan membalaskan apa yang aku rasakan. Aku benar-benar tidak bisa."


"Karena aku mencintaimu Zahrana !!!" seru lelaki itu dengan berteriak dan menggunakan tangannya untuk memukul pada sebuah kaca besar yang berada di kamarnya.


Kaca itu terpecah menjadi beberapa bagian bahkan sampai hancur berkeping-keping. Dan sekarang tangannya terluka namun ia seakan tidak merasakannya.


***


Zahrana baru saja sampai di depan gerbang utama rumahnya,ia di antar oleh Kevin.


"Aku turun ya sayang." ujar Zahrana yang sekarang mungkin belajar terbiasa memanggil Kevin dengan panggilan sayang walau tidak setiap waktu.


"Iya baiklah Nona manisnya Kakak." ujar Kevin dan membuat Zahrana tersenyum manis padanya.


"Kakak hati-hati di jalannya ya !"


"Iya baiklah,ya sudah nanti besok kalau mau bekerja berangkatnya bareng Kakak ya."


"Boleh,nanti aku izin dulu sama Ayah."


"Ya sudah aku turun,ingat hati-hati di jalannya."


Lalu Zahrana segera turun dari mobil Kevin dan Kevin segera pulang ke rumahnya.

__ADS_1


Ketika hendak masuk ke rumahnya,ternyata Tuan Leon sedang duduk santai di kursi putih dekat dengan kolam ikan yang berada di ujung kiri rumah mewahnya.


"Sayang kau sudah pulang ?" tanya Tuan Leon yang melihat putrinya sedang berjalan menghampirinya.


"Sudah Ayah,kebetulan Zahrana kan belum istirahat jadi sengaja cepat-cepat pulang." ujar Zahrana sambil duduk di dekat Ayahnya.


"Kasihan sekali putri Ayah kecapean kayaknya." ujar Tuan Leon sambil mengusap ubun-ubun Zahrana dan memeluknya dengan kasih sayang yang tulus sebagai seorang Ayah.


"Ayah Zahrana kangen Bunda." ujar Zahrana dan membuat Tuan Leon tersentak kaget karena ucapannya.


"Ada apa sayang ? Apa yang terjadi padamu ? Ayah tahu kamu sedang tidak baik-baik saja. Coba ceritakan sama Ayah." ucap Tuan Leon yang langsung mengerti bahwa Zahrana pasti memiliki masalah yang agak pelik sehingga ia membutuhkan sosok Ibundanya.


"Ceritanya agak panjang Ayah dan Zahrana belum tahu sepenuhnya jadi nanti saja ya Zahrana berceritanya." ucap Zahrana lalu kepalanya ia biarkan bersadar pada pundak Ayahnya.


"Ya sudah jika begitu,kamu harus tetap kuat ya. Putri Ayah kan kuat."


"Iya Ayah."


"Kamu sudah makan siang belum ?"


"Oh begitu,pantas saja Kevin tidak mampir dulu ke sini."


"Ya sudah kamu istirahat dulu sana,kasihan kondisi badanmu nanti takut drop."


Zahrana sangat bahagia mendapat perhatian lebih dari Ayahnya itu,sejak kecil Zahrana jarang sekali mendapat perhatian dari Ayahnya karena sibuk bekerja. Tapi sekarang sesudah ia besar ternyata ia mendapatkan kasih sayang yang penuh yang selama ini ia sangat dambakan.


Segera Zahrana beranjak dari duduknya dan menuju ke rumah mewah yang berlantai dua tingkat itu,lalu segera ia ke kamarnya untuk beristirahat.


***


Sesampainya Kevin di rumahnya ia juga langsung merebahkan tubuhnya pada kasuk empuknya. Kevin merasa lelah sekali apalagi setelah ada teror dari mantannya itu, ia terus kepikiran takut kekasihnya kenapa-napa karena ulah mantannya itu.

__ADS_1


Tapi beberapa menit kemudian Kevin pun tertidur, hari ini benar-benar hari yang sangat melelahkan antara fisik dan pikirannya. Mau bagaimana pun ia harus berjaga-jaga terhadap Rara yang bisa saja terus meneror Zahrana.


***


Serpihan kaca-kaca yang berserakan sedang di bersihkan oleh pembantunya. Dan sekarang tangan lelaki itu sudah diobati dan di perban karena lukanya cukup dalam.


"Mengapa Tuan bisa bertingkah sebodoh itu ?" tanya pembantunya.


"Aku juga tidak tahu Bi, aku hanya terus kepikiran perempuan itu ?" ujarnya dengan nada yang lemah.


"Tuan anda ini tampan,berpendidikan,bahkan orang tua anda pun selalu mendukung apa yang anda inginkan."


"Sudahlah Bi, aku tidak mau membahas soal mereka berdua. Karena merekalah aku seperti ini. Coba saja jika Papa sama Mama nggak terlalu ikut campur masalah pribadiku. Mungkin sekarang aku bisa saja sudah menikah dengan Nona Zahrana." ujarnya dengan sedikit menggerutu.


"Ya sudah, sekarang mau bibi masakkan apa untuk makan siang nya ?"


"Aku tidak berselara makan Bi. Cukup bawakan roti dan teh hangat manis saja." ujarnya.


"Baiklah." ujar pembantunya.


Pembantu itu sudah lama bekerja di keluarga lelaki misterius itu. Kalian bisa menebaknya bukan ? Siapa lelaki itu sebenarnya ?.


Dia adalah Raditya, sosok tampan yang dari dulu menyukai Zahrana sejak Zahrana menjalin hubungan dengan Leo. Namun kedekatan mereka hanya sampai di titik teman dekat saja. Bahkan Zahrana sekalipun tidak tahu soal perasaan Raditya itu.


Sebuah kesalahan terbesar Zahrana pada waktu itu sebenarnya tidak terlalu besar, namun Papa dan Mama Raditya yang menganggapnya sebuah masalah besar karena Zahrana sama sekali tidak meminta maaf dan malah marah-marah pada saat itu. Itulah alasan sampai sekarang Orang Tua Raditya melarangnya untuk dekat. Tapi Raditya orang yang sangat keras kepala ia tetap ingin dekat dan mendapatkan Zahrana.


Papa Raditya bekerja di Perusahaan Tuan Leon tapi Zahrana sama sekali belum tahu bahwa itu adalah Papa nya Raditnya.


Sehingga pada suatu hari saat Zahrana ingin menemui Ayahnya ia sempat menabrak Papa nya Raditya yang akan berangkat ke Perusahaan Tuan Leon. Saat itu Zahrana masih remaja dan pergaulannya kurang baik sehingga menyimpulkan bahwa Papa Raditya yang bersalah karena berani melintas di hadapan mobilnya.


Setelah kejadian itu Papa nya Raditya menyarankan agar menjauh dari Zahrana tapi Raditya menolak karena Zahrana adalah teman dekat dan teman club malamnya.

__ADS_1


Dari dulu sampai sekarang Papa dan Mama Raditya sangat tidak menyukai Zahrana.


Sampai sekarang Zahrana juga belum menyadari bahwa teror yang sekarang ia alami merupakan kesalahannya di masa lalu.


__ADS_2