Hujan Ditengah Kegersangan

Hujan Ditengah Kegersangan
Maaf Zahrana !


__ADS_3

"Maksudmu ?" tanya Zahrana.


"Aku hanya ingin tahu tentang masa lalu yang pernah kau lalui dulu sayang,hanya itu. Tapi jika kau tak mau menceritakannya tidak apa." ucap Kevin raut wajah yang tak bisa di tebak oleh Zahrana.


Zahrana semakin penasaran kenapa Kevin tiba-tiba bertanya seperti itu padanya,itu sungguh aneh untuk Zahrana.


Kevin menatap mata Zahrana dengan tulus,Zahrana menatap kembali tatapan yang di berikan Kevin alhasil dua mata saling bertemu seakan memberikan suatu isyarat entah apa itu,namun Zahrana segera tersadar. Cukup lama tatapan itu bertemu dan Zahrana berusaha terlihat biasa saja.


"Memangnya penting ya Kak,harus menanyakan tentang masa lalu aku." ujar Zahrana membuka percakapan.


"Ahh sudahlah jangan di bahas lagi,jika kamu tidak mau bercerita juga tidak apa,Kakak paham kamu sedang menyembunyikan sesuatu setelah kita bertemu dengan Reina tadi." ucap Kevin dengan nada kecewa.


"Sudah silahkan turun,Kakak akan memarkirkan dulu mobilnya." ucap Kevin dengan wajah kesalnya.


Alasan Kevin marah pun itu karena ia sangat mencintai Zahrana,ia ingin Zahrana jujur dalam hal apapun seperti dirinya. Tapi,Zahrana seakan enggan menceritakannya. Dan itu telah membuat hati Kevin kecewa.


"Kakak marah ?" tanya Zahrana dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Ya sudah aku masuk ke apartemen duluan." ucap Zahrana dengan air mata yang tiba-tiba membasahi pipinya.


Zahrana segera berlari menuju sebuah lift yang akan mengantarkan dirinya ke lantai 20 untuk segera pergi ke kamarnya.


Entah mengapa tiba-tiba bayangan masa lalu seakan terputar jelas di ingatan Zahrana dan itu membuat hati Zahrana merasa teriris lagi.


Setelah sampai segera Zahrana masuk kedalam kamarnya dan segera menjatuhkan tubuh indah pada kasur empuknya. Ia menangis.


Sedangkan Kevin yang baru saja memarkir mobilnya segera masuk ke dalam apartemen dan segera masuk ke kamarnya.


***


Didalam kamar Kevin...


"Kenapa kau tak mau jujur padaku Ra ? Kenapa kau simpan semua sedihmu dengan sebuah senyuman tulus yang sering ku lihat ? Kenapa kau tak bisa menjelaskan semua hal yang telah menyakitimu dulu ? Aku hanya ingin membantumu dengan caraku sendiri. Aku tak mau kau tersakiti lagi. Tapi sekarang aku malah menyakiti hatimu dan membuatmu menangis,Arrgrrhhhhh." teriak Kevin dan membanting sebuah vas bunga yang ada di meja kamarnya.

__ADS_1


Entah mengapa tiba-tiba sifat Kevin seperti itu,ketika di caffe tadi Kevin melihat tatapan mata Reina yang seakan ingin menggodanya tapi itu tak berpengaruh untuk Kevin. Sekali Kevin mencintai seseorang ia akan tetap bersama orang yang di cintainya tak peduli ada orang yang lebih cantik bahkan lebih cerdas dari pasangannya yang terpenting Kevin selalu ingin menjaga perasaan seorang wanita yang telah bersamanya.


Kevin larut dalam bayang-bayang dimana ia juga pernah di sakiti oleh mantannya dulu,entah mengapa bayang-bayang itu seakan menayangkan episode luka yang amat dalam.


Kevin maupun Zahrana sama-sama mempunyai masa lalu yang menyakitkan,apalagi dalam hal cinta.


Kevin merasa bersalah karena sudah membuat Zahrana menangis,mata Kevin juga mengeluarkan setetes air mata. Tapi segera ia mengusapnya dan beranjak menuju kamar Zahrana.


Ketika hendak membuka pintu tiba-tiba Tuan Leon sudah berada di depan pintu kamarnya.


"Tuan,ada yang dapat saya bantu ?" tanya Kevin.


"Tidak,tapi tadi saya melihat Zahrana keluar duluan dari mobil dan lari. Apakah ada masalah dengan kalian ?" tanya Tuan Leon yang tak ingin anak semata wayangnya kembali merasakan rasa sakit.


"Tadi ada kesalahpahaman sedikit saja,dan sekarang saya mau menemui Zahrana untuk meminta maaf. Maaf Tuan saya tidak bermaksud menyakiti hati putri anda." ucap Kevin dengan menunduk seakan ia merasa sangat bersalah padahal itu hanya masalah Kecil.


"Ya sudah sana kamu bujuk anak saya lagi,ingat Zahrana paling suka pada lelaki yang dimana saat ia melakukan kesalahan langsung meminta maaf secara langsung padanya. Intinya jangan terlalu lama mendiamkan Zahrana." ujar Tuan Leon.


"Baik Tuan. Ya sudah saya mau menemui dulu Zahrana." pamit Kevin pada Tuan Leon.


Setelah berada di depan kamar Zahrana,Kevin segera mengetuk pintunya.


Zahrana yang masih menangis mendengar suara ketukan pintu itu,Zahrana sudah menduga itu adalah Kevin. Sebenarnya Zahrana merasa enggan menemui Kevin,tapi mau bagaimana lagi Kevin adalah kekasihnya dan sifat egois tidak boleh Zahrana keluarkan.


Segera ia mengusap air matanya,dan beranjak menuju pintu kamarnya. Perlahan pintu kamar Zahrana terbuka disana sudah ada sosok Kevin sedang berdiri dan menatap dirinya.


Mata Zahrana sembab,hidungnya agak merah. Kevin sudah menduga Zahrana pasti terus menangis.


"Kakak mau meminta waktumu dulu sebentar sayang,bolehkah Kakak masuk ?" tanya Kevin pada Zahrana dengan bibir yang tersenyum.


"Boleh,kita bisa berbicara di balkon kamar ini."


Segera Kevin masuk dan mengikuti Zahrana ke balkon kamarnya.

__ADS_1


Beruntung di situ ada sebuah kursi untuk mereka duduk dan bisa menatap indahnya Kota London.


"Apa yang mau Kakak bicarakan ? Tentang masa lalu ku ?" tanya Zahrana langsung.


"Sebelumnya Kakak minta maaf,karena Kakak sudah membuatmu menangis sayang. Bahkan mungkin sudah menyakiti hatimu. Maaf ya !" ujar Kevin dengan nada lembut dan menatap Zahrana dengan tulus.


"Sudahlah tidak apa Kak,mungkin aku yang terlalu terbawa perasaan saat tadi Kakak menanyakan sebuah masa lalu ku."


"Kakak tidak bersalah,aku yang bersalah karena terlalu menganggap serius padahal Kakak hanya bertanya bukan berarti Kakak memaksa aku untuk menceritakannya. Iya kan ?"


"Iya benar Kakak hanya bertanya,Kakak tidak mau kamu tersakiti oleh Kakak seperti masa lalu mu dulu sayang. Dan satu lagi Kakak juga tidak tertarik dengan teman dekatmu itu,Kakak menilai saat tadi di caffe sepertinya kamu takut Kakak terpesona dengan kecantikan Reina bukan ?"


Zahrana mengerutkan dahinya,bagaimana mungkin Kevin bisa tepat menilai apa yang ada di pikirannya selama ini.


"Kenapa Kakak bertanya seperti itu ?" tanya Zahrana penasaran.


"Kakak tahu kamu sedang tidak baik-baik saja saat memikirkan Reina yang mengajakmu bertemu,karena ada sebuah masa lalu kelam antara kalian berdua bukan ?" ujar Kevin dan terus mendesak Zahrana.


"Kakak tahu dari mana ?"


"Apakah Ayah yang menceritakannya ?"


"Atau Kakak mencari sendiri informasi tentang ku dari orang lain ?"


Beberapa pertanyaan Zahrana lontarkan pada Kevin,Kevin yang berada di sampingnya tersenyum.


"Ayah mu pernah bercerita,tapi tidak semuanya Kakak tahu."


"Lantas Kakak tahu yang mana saja ?"


"Sebuah masa lalu dimana kamu menyukai club malam dan berpacaran dengan Leo namun akhirnya cintamu kandas akibat Reina." ujar Kevin jujur pada kekasihnya itu.


Tiba-tiba Zahrana kaget sendiri saat Kevin mengatakannya. Yang ada di pikirannya hari itu hanyalah ia bisa saja di tinggalkan Kevin karena masa lalunya yang dulu kelam.

__ADS_1


Zahrana langsung menunduk dan tetesan air matanya kian membanjiri pipi mulusnya.


__ADS_2